
“Sayang, udah dong. Ayo sekolah dulu.” Bujuk Crystal, namun Michele masih enggan membuka pintu kamar nya.
“Michele, sayang .. Anak gadis cantik Mama, buka pintu nya Sayang. Kamu belum minum obat loh, nanti dahi kamu lama kering nya.”
“Michele gak mau sekolah! Gak ada yang sayang sama Icel, gak ada yang mau nganterin Icel sekolah. Pokok nya Icel gak mau sekolah!” Jerit nya dari dalam kamar.
Crystal hanya mampu menghela napas nya dengan berat, hingga tiba tiba Mike datang dan merengek agar segera mengantarkan nya sekolah.
“Kamu sama Papa aja ya Sayang,” ucap Crystal mencoba membujuk Mike, namun anak itu memang tidak pernah mau berangkat bersama papa nya, kecuali saat ia melihat sang mama sakit atau sibuk, baru ia kaan mau berangkat sekolah dengan yang lain. Tapi kini, alasan mama nya tidak bisa mengantarkan nya karena mau membujuk sang kakak. Oh tidak bisa, Mike tidak akan mau mengalah.
“Gak mau, kalau bukan Mama, Mike juga mau bolos kaya kakak.” Ancam Mike, seketika membuat Crystal mau tak mau mengantarkan anak bungsu nya.
__ADS_1
Farel, yang masih kesal dan kecewa kepada Michele pun akhirnya memilih diam dan langsung berangkat ke kantor. Ia masih tidak mau membujuk Michele, karena bila nanti ia luluh maka tidak menutup kemungkinan Michele akan mengulangi nya lagi.
Balapan liar? Yang benar saja, Michele adalah pemecah record di keluarga Pranata, yang berani mengikuti balapan seperti itu.
Crystal melihat mobil orang tua nya sudah keluar meninggalkan rumah, seketika ia langsung bersorak karena merasa bebas. Sebenarnya, Michele tidak terlalu marah, ia hanya mencari alasan agar tidak perlu sekolah. Karena sejujur nya ia masih sangat mengantuk, dan ia akan memanfaatkan waktu untuk tidur.
“Hoaaammm, ngantuk banget.” Gumam Michele pelan, dengan perlahan ia pun mulai menutup mata dan memasuki alam mimpi.
‘Kamu pernah bertanya, do you love me? Yes, yes Michele, i’am really love you. Tapi, ada suatu hal yang tidak memungkinkan kita untuk bersama. Mungkin, kita memang hanya di takdir kan untuk saling menyayangi sebagai seorang sepupu, tidak lebih.’
‘Bahagia Lah bersama Rasya, karena dia adalah orang baik di antara yang terbaik lelaki di sisi kamu. Aku yakin, kamu akan bahagia dengan nya kelak.’
__ADS_1
Michele yang merasakan sebuah tangan tengah memainkan rambut nya, serta mendengar suara lirih seseorang berbicara di dekat nya, membuatnya mau tak mau akhirnya membuka mata.
‘Al ... “ gumam Michele begitu lirih, matanya masih setengah sadar, ia menatap wajah Aldi yang terlihat begitu sayu dan sendu. Michele tahu,bahwa Aldi sedang tidak baik baik saja. Ia bisa merasakan bahwa Aldi tengah memikirkan sesuatu, namun apa itu Michele tidak bisa menebak nya.
“istirahatlah,” kata Aldi lalu ia hendak pergi.
“Setelah mengusik tidur gue, lo mau pergi gitu aja? Ckckck,” Michele berdecak dan langsung bangun dari tidur nya.
“Aku akan kembali ke Korea.”
Deg!
__ADS_1
Michele langsung mendongakkan kepalanya menatap punggung Aldi, tanpa sadar air matanya langsung menetes membahasi pipi nya. Bagaimana bisa Aldi mengatakan hal seperti itu. Dia baru saja kembali, dan kini ia sudah mau pergi lagi. Michele mengepalkan tangan nya dengan kuat. Ia mencoba menahan amarah dan kekesalan nya, namun tidak bisa. Air matanya langsung mengalir dengan begitu deras tanpa bisa ia tahan, dadanya begitu sesak bergemuruh memikirkan Aldi akan meninggalkan nya lagi.