My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episode 18 S2


__ADS_3

“Ja—jadi, tante kamu sudah meninggal?” tanya mama Rasya dengan nada bergetar. Ia tidak menyangka bahwa adiknya yang selama ini menghilang dan ia cari ternyata sudah meninggalkan nya untuk selama-lamanya.


“Hem, begitu pun papa juga sudah tidak ada,” ucap Rasya lirih.


“Papa kamu? Tidak ada? Kemana? Apakah dia pergi bersama wanita itu?” tanya mama Rasya kembali marah.


“Rasya tidak yakin, tapi mereka pergi ke satu tempat yang sama. Mah, ada satu hal lagi yang ingin Rasa katakan sama Mama, tapi Rasya mohon, Mama harus bisa mengontrol diri Mama,” pinta Rasya memohon sambil menggenggam tangan mama nya.


“Apa saja yang terjadi selama ini? Apa yang mama lewatkan Sya” tanya nya dengan sedikit terisak.


“Tante Rina dan Papa-“ Rasya menghela napas nya berat, ia mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan ucapan nya, namun dadaa nya terasa begitu sesak, dan lidah nya begitu kelu ingin mengatakan itu pada mama nya.

__ADS_1


“Kenapa tante Rina sama papa kamu?” tanya mama Rasya penasaran.


“Anak tante Rina lah yang mendonorkan darah nya untuk mama,”


“Tunggu, tante kamu sudah punya anak? Dari mana kamu tahu? Dan dimana anak nya?” tanya nya beruntun.


“Dia teman sekolah Rasya dulu Mah, dan dia adalah adik Rasya,” jelas nya, namun membuat mama nya terlihat bingung.


Jeduaarrrr!


Bagai tersambar petir di siang bolong, seketika air mata mama Rasya semakin deras membasahi pipi nya. Bagaimana bisa, mengapa semua terjadi seperti ini. Bagaimana bisa suaminya berkhianat dengan adiknya sendiri, dan mereka sampai memiliki anak, dan ternyata anak itu lah yang menyelamatkan nyawa nya.

__ADS_1


‘Oh Tuhan, lelucon macam apa ini?’ gumam mama Rasya tak bisa berkata – kata lagi.


“Mah, terlepas dari pengkhianatan papa, bisakah mama memaafkan mereka. Biarkan mereka tenang di sana, kita yang masih bertahan bisakah kita melewati semua mimpi buruk itu dan kembali memulai hidup baru dengan warna yang baru tanpa harus melihat ke belakang lagi?” tanya Rasya memohon.


“Mah, selama ini Aldi hidup sendiri, sejak tante Rina meninggal, ia harus bekerja sambil sekolah di Korea. Biar bagaimana pun, dia juga adik Rasya kan Mah?” tanya Rasya pelan.


Mama Rasya langsung menatap wajah putra nya, memiliki adik adalah impian Rasya sejak dulu. Terlebih seorang adik laki-laki, namun karena saat ia melahirkan Rasya, dirinya sudah tidak bisa hamil lagi karena sebuah kanker mengharuskan rahim nya di angkat. Dan kini, saat Rasya mengetahui bahwa ia memiliki adik, sejujur nya ia sangat senang, tapi ia juga bingung, karena adik yang ia miliki adalah anak dari papa nya sendiri dan tante nya.


Bila di pandang dari anak tante Rina, maka Aldi adalah sepupu nya, namun bila di lihat dari papa nya, maka Aldi adalah adik nya, sedarah dengan nya.


“Mah, kita mulai semua nya dari awal lagi ya Mah. Biarkan Papa dan tante Rina tenang di sana. Mama sudah sembuh, dan bisa menemani hari hari Rasya lagi, tapi Aldi tetap sendirian Mah. Rasya mohon.”

__ADS_1


Tanpa berkata lagi, mama Rasya pun langsung memeluk anak nya dengan begitu erat, ia begitu terharu melihat kedewasaan putra nya. Selama bertahun tahun hidup sendiri, membuat Rasya tumbuh dengan dewasa dan baik.


__ADS_2