My Spesial Brother

My Spesial Brother
Papa di rumah sakit


__ADS_3

"Papaaaa!" jerit Michele saat memasuki ruang rawat sang papa. Yah, tadi saat mama nya menelfon Aldi, hanya ingin mengabari bahwa papa nya kini tengah di rawat di rumah sakit.


Farel kecelakaan saat pulang dari luar kota. Mobilnya di tabrak dari arah belakang saat mobilnya hendak memasuki komplek perumahan nya. Tidak begitu parah, hanya ada beberapa luka ringan, dan juga karena Michele anak kesayangan papa nya yang sejak kecil selalu di manja. Makanya anak itu begitu cengeng saat mendapat kabar tersebut.


Tiga hari tidak bertemu, sekalinya bertemu di rumah sakit. Michele langsung menangis histeris saat melihat papa nya kini terbaring di brankar rumah sakit dengan selang infus dan oksigen menempel di tubuh nya.


"Michele," tegur Crystal menggelengkan kepala nya.


"Hiks hiks hiks, Papa kenapa bisa sampai begini coba?" tanya Michele yang kini sudah duduk di samping papa nya.


"Papa gapapa Sayang. Hanya luka ringan, jangan cengeng ah!" ucap Farel terkekeh melihat wajah anak gadis nya, "Papa baru sadar, anak gadis Papa sudah sebesar ini ternyata."

__ADS_1


"Ya kan tiap hari di kasih makan sama jajan sama Papa. Masa iya Icel mau kecil kaya Mike terus sih!" jawab nya cemberut sambil sesekali menghapus air matanya.


"Udah dong, jangan nangis. Papa beneran gapapa, tuh malu sama Aldi." ujar Farel melirik keberadaan Aldi di belakang Michele.


"Ngapain malu sama manusia Es? dia tuh gak akan bisa ngerasain Icel, boro boro ketawa, sedih aja dia gak bisa. Papa tau kan dia itu manusia salju, dan tampang nya akan selalu dingin dan datar!" ucap Michele sedikit berbisik di telinga papa nya.


Namun, meskipun berbisik Aldi dan Crystal tetap bisa mendengar nya. Hingga membuat sang papa kembali terkekeh.


"Kamu udah lihat keadaan papa. Sekarang kamu pulang dulu, kasian Mike di rumah sendirian. Lagi pula kamu baru pulang sekolah, pasti capek."


"Michele, kasian Mike Sayang." kata Crystal ikut menimpali, "Aldi, tante nitip Michele sama Mike yah. Kalau boleh tante minta tolong kamu menginap lah di rumah."

__ADS_1


"Masa mama nyuruh manusia es ini nginep di rumah!" seru Michele terkejut.


"Kenapa? Kamar Aldi juga masih utuh, lagi a biar dia bisa jagain kamu sama Mike. Mama masih belum tahu kapan bisa pulang. Kasian papa disini kalau mama tinggal pulang." jelas Crystal membuat Michele langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal.


Sementara Aldi, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, membuat Michele langsung mencebik kesal di buatnya. Dengan terpaksa, mau tak mau Michele pun menuruti kemauan papa nya dan segera pulang bersama Aldi.


Sepanjang perjalanan, keduanya kembali diam. Dan hingga sampai di rumah Michele pun, La di tidak mengucapkan sepatah katapun, ia langsung melenggang masuk menuju kamar nya.


Dulu, saat kecil Aldi pernah tinggal disini, tidak lama. Hanya beberapa bulan saja, tapi hingga kini kamar nya masih di rapikan oleh Crystal.


"Aldi!" panggil Michele menahan pintu kamar Aldi. Sang empunya tidak menjawab, ia hanya menatap Michele dengan datar, "Gak bisa ya lo itu ramah sedikit sama gue? muka lo itu datar banget kaya triplek! gak bisa di melengkungin sedikit aja biar kelihatan manis gitu!"

__ADS_1


"Datar?" ucap Aldi membeo, lalu ia mengerutkan dahinya menatap Michele," Tubuh kamu juga datar." imbuhnya sambil menatap Michele dari atas sampai bawah.


"Yaaaaaa!" pekik Michele marah, namun pintu kamar nya langsung di tutup seketika oleh Aldi sebelum melihat Michele mengamuk.


__ADS_2