My Spesial Brother

My Spesial Brother
Tangis Michele


__ADS_3

“Kenapa kamu tega banget sama aku AL hiks hiks. Kenapa kamu—" Aldi langsung menarik Michele ke dalam pelukan nya saat melihat gadis itu menangis tersedu sedu.


“Kenapa kamu harus berbohong sama papa ku. Apa kamu benar ingin aku melupakan mu? Apa kamu pikir itu mudah hah, sulit Al sangat sulit. Bahkan itu terasa sangat sakit dan sesak, membayangkan kamu bersanding dengan wanita lain, kamu jahat Al kamu jahat!” Michele terus menangis meluapkan emosinya dengan memukul mukul dadaa bidang Aldi.


“Maaf,” ujar Aldi lirih, ia juga ikut meneteskan air mata saat menyadari bahwa cinta Michele memang begitu besar untuk nya.


“jangan pernah mengatakan maaf bila itu untuk meninggalkan ku dan menyuruh ku melupakan ku. Aku gak akan mau menerima permintaan maaf mu itu Al!”


“Cel, kamu sudah lihat bagaimana keadaan aku? Kita memang tidak akan bisa bersama, aku tidak ingin—"

__ADS_1


“Kamu tidak akan pernah menyusahkan ku, kamu tidak akan menjadi beban ku, karena kamu akan sembuh!” potong Michele dnegan cepat.


“Aku tidak ingin membuatmu sulit. Lagi pula, kamu ada Rasya yang lebih sempurna dari aku, aku yakin kamu akan bahagia dengan nya."


“Definisi bahagia yang seperti apa yang kamu maksud Al? Apakah hidup dengan orang yang tidak kita cintai bisa membuat kita bahagia?”


“Setidaknya orang itu tidak akan membuat mu malu, dan bisa selalu melindungi kamu.” Ucap Aldi dengan tegas.


“Biarkan aku yang melindungi kamu Al, biarkan aku yang menemani kamu di saat saat tersulit, dan menjadi pelang saat badai di hidup kamu hilang nanti. Aku yakin kita bisa melewati semua ini bersama, aku mohon hiks hiks hiks.”

__ADS_1


Baru kali ini Adi melihat sorot mata Michele yang begitu berbeda. Kini gadis itu terlihat tulus dan jujur, Michele terlihat sangat yakin dan dewasa, tidak seperti biasanya yang terkesan manja arogan dan menang sendiri.


“Kita bisa Al, bukankah dari kecil kamu yang selalu melindungi aku, menjaga aku dan terus menemaniku, mengajari banyak hal yang belum aku tahu. Jadi, sekarang gantian aku yang akan menemani kamu, aku yang akan mengajari kamu dan melatih kamu agar bisa berjalan kembali. Aku juga masih pengen kamu gendong, aku pengen kita jalan dan lari bersama. Aku gak mau jalan sama orang lain, aku Cuma mau jalan sama kamu, kita bisa Al kita bisa hiks hiks hiks.”


Michele menutup wajah nya dengan telapak tangan, ia semakin tidak bisa mengontrol tangis nya, sungguh hatinya ikut hancur saat melihat keterpurukan Aldi. Sementara Aldi yang mendengar ucapan Michele akhirnya ia hanya bisa menghela napas panjang, ia terharu tentu saja, ia pun langsung memeluk Michele kembali, menghujani nya dengan ciuman di kepala dan ia semakin mengeratkan pelukan nya.


“Baiklah, kita jalan bersama.” Ujar Aldi lirih.


“Janji, jangan bertindak bodoh lagi. Jangan menyuruhku untuk ninggalin kamu apalagi melupakan kamu lagi, karena aku gak akan sanggup hiks hiks.” Hati Aldi semakin tersayat mendengar permintaan Michele, kini ia menyadari bahwa dirinya memang salah. Tidak seharusnya ia berbohong agar Michele bisa melupakan nya, karena pada akhirnya dirinya juga tidak akan bisa melupakan Michele.

__ADS_1


“Drama anak SMA.’ Cibir Vino berdecak dari balik pintu, “Huh, banyak debunya ini rumah sampai mataku perih,” gumamnya lagi sambil mengusap matanya yang ikut berkaca kaca melihat Drama di depan nya.


__ADS_2