
Kantin!!
Setelah jam istirahat, Michele langsung mengajak semua teman-teman nya untuk ke kantin. Sebenarnya ia sangat malas saat di tanya banyak hal oleh para sahabat nya. Namun, karena ada imbalan yang akan ia dapatkan, makanya ia dengan senang hati membawa ketiga sahabat nya ke kantin.
“So .... buruan cerita sekarang!” kata Denis memaksa, ia sudah tidak sabar menunggu cerita dari Michele, mengapa bisa ia datang ke sekolah dengan di antar oleh Vino, sang pengusaha muda ternama dan juga mantan lawan main balap nya.
“Kalian tau kan, tadi si Frozen ngambek di jalan.” Michele menghela napas nya dengan berat dan panjang, ia memasang wajah memelas nya, membuat ketiga sahabat nya menatap intens padanya, “Nah pas banget om Vino lewat dan nyamperin gue deh. Udah gitu doang.”
Braakk!”
Renata langsung menggebrak meja membuat seluruh pengunjung kantin langsung menatap ke arah nya.
“Monyet! Yang lo kata sugar sugar tadi anj.” Seru Renata menggebu, ia sangat kesal lantaran Michele tak langsung cerita, malah berbelit kemana mana.
“Santuy napa elah. Udah kaya orang PMS aja lo,” kata Michele mencibir.
__ADS_1
“Emang gue lagi PMS. Makanya buruan cerita!” kesal Renata menghela napas lagi.
“Ren, lo ada masalah hidup apaan sih? Kenapa lo kayaknya napsu banget gue cerita tentang om om itu hem?” tanya Michele menelisik wajah Renata, membuat sang empunya langsung menelan Saliva nya dnegan kasar.
“Gue ... gue Cuma kesel aja lo dari tadi cerita belibet banget. Gak jelas ngalor ngidul!” ketus nya, lalu ia langsung kembali duduk dan meminum minuman nya.
Michele dan Denis menatap Renata dengan intens, lalu keduanya saling menatap seolah berbicara lewat sorot mata. Namun sedetik kemudian keduanya tertawa terbahak bahak. Membuat Rara dan renata langsung menatap keduanya dengan dahi yang berkerut.
“Lo ke sambet apaan?” tanya Rara yang sedari sibuk dengan alat make up nya, kini akhirnya membuka suara.
*****
“Papaaaa!” seru Michele saat sampai di rumah dan melihat sang papa sudah ada di rumah.
Beberapa hari ini, Farel memang sedang ke luar negri, dan perkiraan akan pulang awal bulan bulan. Namun siapa sangka, bahwa ternyata kini sang papa sudah duduk manis di sofa keluarga.
__ADS_1
“Anak gadis papa sudah pulang. Bau, sana kakak mandi dulu. Ada yang mau Papa bicarakan sama kakak.” Kata Farel setelah mencium kening putri kesayangan nya.
“Apa?” tanya Michele menjauhkan dirinya dari sang papa.
“Mandi dulu kak” saut Crystal yang baru saja datang dengan membawakan kopi untuk papa nya.
“Okelah kalau begitu.” Michele beranjak dan segera berjalan menuju kamar nya untuk mandi, karena sepulang sekolah tubuhnya sangat lengket oleh keringat.
Selesai mandi dan mengganti pakaian, Michele pun segera turun dan menemui sang papa di ruang kerja nya. Dan saat ia masuk, ia langsung di suguhkan oleh beberapa berkas dalam map untuk ia baca.
“Bacalah,” ujar Farel pelan.
“Apa ini Pa?” tanya Michele mengerutkan dahi nya menatap sang papa dengan wajah bingung nya.
“Sebelum kamu baca, papa mohon, kamu harus bisa menerima nya. Dan jangan pernah membenci siapapun.” Ucap sang papa semakin membuat Michele penasaran.
__ADS_1
Dengan gerakan cepat, Michele langsung membuka map tersebut untuk melihat isinya. Dan seketika tubuh nya langsung luruh ke lantai dnegan air mata yang mengalir dengan deras nya membasahi pipi nya.