My Spesial Brother

My Spesial Brother
Gagal lagi


__ADS_3

"Astaga kak Rasya!" pekik Michele begitu marah karena Rasya sudah mengejutkannya.


"Maaf Chel," kata Rasya sedikit terkekeh.


"Kakak kok bisa disini?" tanya Michele sambil matanya menelisik mencari keberadaan para sahabat nya.


"Michele, ada sedikit something yang ingin ku sampaikan." Michele sedikit mengerutkan dahi nya saat melihat wajah Rasya kini sedikit terlihat serius, "Sebenarnya—"


"Ah iya kak, Michele mau minta maaf dulu nih, karena kemarin Michele tidak jadi datang. Maafin Michele yah, sebenernya Michele gak enak sama kak Leo, tapi gimana lagi coba. Mama gak ngizinin keluar sendiri, maafin ya kak." ujar Michele yabg dengan cepat memotong ucapan Rasya.


Entah mengapa, kini jantung Michele berdetak dengan begitu cepat, mendadak tubuh nya sedikit bergetar melihat raut wajah Rasya serta cara bicara nya.


"Ah itu, gapapa. Lagipula hanya nongkrong biasa kok," kata Rasya tersenyum, "Dan juga. Karena waktu itu kamu gak dateng, makanya sekarang aku ingin bicara sesuatu sama kamu."


"Kakak mau ngomong apa?" tanya Michele penasaran.


"Chel, a—aku ... "


Braakk!

__ADS_1


Belum sempat Rasya mengucapkan sesuatu, pintu ruangan yang sebelumnya tertutup itu terbuka tiba tiba, membuat dua manusia di dalam nya langsung terkejut dan mengalihkan pandangan nya ke arah pintu.


"Aldi?" gumam Rasya dan Michele bersamaan.


"Tante Crystal," kata Aldi singkat dengan raut wajah datar nya sambil menyerahkan HP nya kepada Michele. Tanpa siapapun sadari, tangan Aldi satu lagi mengepal dengan kuat, rahang nya mengeras melihat keadaan ruangan tersebut.


Ruangan ini adalah bekas gudang, namun sudah di bersihkan dan di desain sedemikian rupa. Entah siapa yang mendesain dan merangkai bunga bunga itu, yang jelas suasana di kelas kosong itu terasa begitu romantis, dengan beberapa lilin berbentuk hati di tengah tengah.


Entah sadar atau tidak, di belakang tubuh Rasya terdapat nama Michele yang terbuat dari kelopak bunga mawar.


Sangat romantis memang, namun karena tadi lampunya mati dan hanya bercahaya lilin, maka Michele tidak melihat apapun kecuali lilin saja.


Michele langsung keluar untuk berbicara kepada mama nya. Michele baru tersadar bahwa HP nya dalam mode silent, dan sudah ada puluhan panggilan tak terjawab dari sang mama.


Sementara Michele berbicara dengan mama nya, kini Aldi dan Rasya saling menatap datar, "Sorry." ucap Aldi meminta maaf, karena memang ia menyadari kesalahan nya.


"Tidak apa, mungkin memang belum waktu nya," kata Rasya malah terkekeh sendiri.


Setelah beberapa saat Michele kembali dan menyerahkan HP Aldi dengan wajah yabg di tekuk.

__ADS_1


"Kenapa lo gak ngasih tau dari tadi!" seru Michele tiba tiba dengan mata berkaca kaca.


"Michele kamu kenapa?" tanya Rasya khawatir melihat Michele yang seperti hendak menangis.


"Tante Crystal sudah menghubungi kamu dari tadi." kata Aldi masih stay dengan wajah datar nya.


"Hiks hiks hiks, jahat banget!" Michele memukul mukul dadaa bidang Aldi untuk meluapkan emosi dan kekesalan nya. Dan Aldi menerimanya dengan ikhlas.


"Chel," panggil Rasya lagi.


"Maaf kak, Michele mau pulang dulu. Di lanjut besok saja ya hiks hiks." ucap Michele terisak menatap Rasya, membuat Rasya semakin menatap nya bingung.


"Ah iya, gapapa. Perlu aku antar?" tawar Rasya, namun Michele dengan cepat menggelengkan kepala nya.


"Michele pulang sama manusia es aja, hiks hiks." kata nya terisak namun masih sempat mengumpat Aldi.


"Terkadang mulut sama hati gak bisa singkron!" ucap Aldi datar, lalu ia segera berjalan mendahului Michele. Membuat sang empunya langsung berlari mengejar Aldi.


'Sebenarnya apa hubungan kalian berdua?' gumam Rasya dalam hati saat melihat interaksi antara Michele dan Aldi.

__ADS_1


__ADS_2