
***
“Al,” panggil Michele saat menaiki tangga dan melihat Aldi hendak masuk ke dalam kamar nya.
“Hm,” jawab Aldi singkat.
“Tadi serius lo gak basket sama kak Rasya?” tanya Michele serius.
“Gak!”
Wajah Michele langsung berubah menjadi sendu, membuat Aldi mau tak mau mengurungkan niatnya yang hendak masuk ke kamar, “Al, menurut lo kak Rasya kemana? Kita baru jadian loh adi siang. Masa udah ngilang begitu aja, nomor nya aku telfon gak bisa. Aku wa dari siang gak ada balasan. Al, kasih gue saran kek biar gue gak galau.”
“Tidur!” saran mutlak dari Aldi membuat Michele langsung menatap nya dengan horor.
__ADS_1
“Ya gak tidur juga kali, mana bisa gue tidur saat cowok gue menghilang. Gimana kalau cowok gue di bawa genderuwo atau mungkin mis kun kun di sekolahan. Secara dia kan ngilang di sekolah, dari siang. Dia janji mau pulang bareng, tapi nyatanya dia ingkar dan gue sendirian.” Celoteh Michele panjang lebar, membuat Aldi mengerutkan dahinya saat mendengar penuturan dari Michele.
“Kamu pacaran sama dia?” tanya Aldi penasaran.
“Huum!” jawab Michele dengan cepat, ia langsung mengembangkan senyum nya kepada Aldi. Ia ingin memamerkan bahwa kini dirinya sudah tidak jomblo lagi.
“Lo tahu Al, dia tadi nembak gue romantis banget. Kasih bunga, terus ngedekor ruangan gitu buat gue hihihi.” Michele kembali membayangkan saat saat dirinya bersama Rasya tadi. Namun Aldi terlihat biasa saja dan tidak menunjukkan sifat cemburu atau iri atau jealous atau apa itu.
“sana tidur!” ucap Aldi malah mengusir Michele dan membuat nya langsung memanyunkan bibir nya males.
“Gak!”
“Aldiiiiiiii!” teriak Michele begitu nyaring, membuat Aldi spontan menutup kedua telinga nya.
__ADS_1
“Berisik!” kata Aldi menatap tajam ke arah Michele, namun sang empunya malah tertawa tanpa dosa.
“Gak mau tahu, pokoknya gue mau curhat, jadi lo harus dengerin curhatan gue!” ucap Michele dan tanpa babibu ia langsung menerobos masuk ke dalam kamar Aldi.
“Chel!” seru Aldi tidak suka melihat Michele asal selonong.
“Al, sini deh.” Michele menepuk nepuk tempat tidur di sebelah nya, agar Aldi mau duduk di sebelahnya.
“Ihh sini!” Michele menarik tangan Aldi dengan cepat, saat lelaki itu malah diam bergeming tak menghiraukan nya, “Bisa gak sih gak usah begini? Kita bisa berteman kan? Kenapa harus saling musuhan sih? Kenapa sikap lo berubah drastis sama gue? Apa gue melakukan kesalahan yang membuat lo jadi benci sama gue?”
“Eh, tapi kan gue gak ngapa-ngapain? Lo yang ingkar janji, harus nya gue yang marah sama lo dong. Tapi ini kenapa malah terbalik?” gumam Michele seperti berfikir.
“Al, gue-“ Michele langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat merasakan bibir nya langsung di bungkam oleh bibir tebal milik Aldi. Jantung nya langsung berdegup tak karuan, pikiran nya pun langsung blank entah bagaimana.
__ADS_1
Aldi yang sudah jengah mendengar celotehan Michele pun merasa gemas, dan segera membungkam bibir Michele dengan lembut. Hanya sebatas kecupan, tidak lebih. Saat melihat Michele sudah terdiam, Aldi melepaskan kecupan bibir nya, membuat Michele langsung mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menatap Aldi dengan tajam.