My Spesial Brother

My Spesial Brother
Kemenangan


__ADS_3

“Come on Vin, masa kamu kalah sama bocah SMA, mana perempuan lagi!” umpat pemuda itu yang masih terus berusaha mengejar Michele.


Michele melihat mobil lawan nya dari balik spion, rupanya sudah semakin dekat dengan dirinya,.Kini Michele mengikuti gerakan mobil lawan sehingga pemuda itu tidak memiliki celah untuk menyalipnya.


Sedikit lagi mereka akan sampai finish, pemuda itu melihat adanya tikungan yang lumayan tajam, celah ia ia manfaatkan untuk menyalip Michele, namun sia sia, karena Michele dengan begitu berani memepetkan mobilnya ke mobil lawan, sehingga membuat lawan nya tak bisa berkutik, mau tak mau pemuda itu mengalah untuk mengurangi injakan gas-nya.


“Frozen, i’am so sorry. Nanti kita ke tempat kak Erick. Agar kamu semakin kinclong. Oke baby,” gumam Michele setelah menabrakkan Frozen kepada mobil lawan nya tadi. Michele tahu, pasti Frozen begitu kesakitan, karena benturan itu tidak lah pelan.


“Wooooooo!” teriakan Michele langsung berdiri dari kursi nya saat dirinya berhasil sampai finish.


“Good job Chel!” teriak Denis dan di iringi sorakan kemenangan dari para sahabat nya.


Pemuda itu pun juga langsung turun dari mobil, ia menghampiri Michele untuk memberikan selamat, namun matanya sedikit memicing saat melihat Michele.


“Oke, selamat. Kamu sudah berhasil mempermalukan saya,” ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangan nya kepada Michele.

__ADS_1


“OF course, kalau soal itu memnag saya jago nya.” Kata Michele menyombongkan diri.


“Baiklah, untuk hadiah yang sudah ku janjikan, nanti akan aku berikan pada Erick.” Ucap pemuda itu.


“Baiklah,” jawab Michele senang.


“Vino,” ucap pemuda itu memperkenalkan diri, karena sejujurnya ia sangat menyukai sikap Michele.


“Ah, Michele. Thanks om,”


Vino merasa, bahwa Michele selalu bersikap sesuka hati dan sesuai kemauan nya sendiri. Seperti dalam hal nya memanggil nya OM, ia yakin Michele tidak akan mau memanggil nya nama saja atau bagaimana, karena memnag jarak umur mereka lumayan jauh.


“Kening kamu terluka?” tanya Vino sedikit khawatir saat melihat kening Michele yang berdarah.


“Woaah, benarkah?” ujar Michele lalu ia mengusap kening nya sendiri, “Pantes aja agak perih hehehe,” gumam nya terkekeh sendiri.

__ADS_1


“Bagaimana bila kapan kapan kita makan bersama?” tanya Vino memberanikan diri untuk mengajak Michele jalan, “Wel, hanya sekedar makan, bareng Erick dan yang lainnya juga.”


“Boleh,” jawab Michele dengan cepat, kalau soal makanan, ia nomor satu. Lagi pula ini bareng bareng, so bukan kencan kan. Jadi ia tidak akan di cap selingkuh oleh Rasya.


“Baiklah, ini kartu nama saya, bila ada sesuatu kamu bisa menghubungi ku. Dan untuk hadiah, kamu tunggu saja nanti Erick akan menghubungi mu,” ucap nya dan Michele menganggukkan kepala nya.


Saat Michele dan Vino tampak mengobrol sambil bercanda di depan mobil Michele, tiba tiba obrolan mereka langsung terhenti saat suara bariton mengejutkan mereka semua.


“MICHELE!” teriak nya penuh amarah, dan Michele yang paham betul dati suara itu sangat tau betapa marah nya dia.


“Mampus,” gumam Michele dalam hati sambil memejamkan matanya dan menggigit bibir bawah nya.


.


Happy new year semuanya ... 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2