
"Kenapa itu muka kusut begitu?" tanya Rara yang melihat kedatangan Michele dengan wajah yang super super lecek.
"BT aja," jawab Michele singkat lalu ia mendudukkan dirinya di kursi.
"Yaelah, BT kenapa sih? Oh ya. Kemaren kenapa lo gak dateng?" tanya Rara seketika membuat hati Michele kembali terasa panas.
"Justru karena itu, sialan!" seru nya tiba-tiba langsung menggebrak meja nya.
"Kaget gue njir!" pekik Denis langsung mengusap dadaa nya karena terkejut.
"Emang setan ini anak." saut Renata berdecak.
"Kalian bertiga yang setan!" Michele langsung menunjuk ke tiga teman nya, "Kenapa kalian gak ada yang mau jemput gue hah? Bokap gue lagi gak ada di rumah. kalau kalian gak jemput gue, mana bisa gue keluar!" imbuh nya masih dengan suara meninggi.
"Jadi kemaren lo gak keluar karena gak dapet izin?" tanya Renata pelan sambil menelan Saliva, Michele terlihat begitu menyeramkan kalau sedang seperti ini.
"Menurut lo!" serunya lagi.
"Iya iya sorry. Kita kita kan gak tau, waktu itu kita udah nelfon in lo terus Cel, tapi nomor lo gak aktif, jadi kita pikir ya emang lo ada urusan sama keluarga lo," kata Denis, namun Michele masih terlihat bad mood.
__ADS_1
"Bodo amat!" ketus Michele kesal.
Tak berapa lama, guru pun datang, dan mereka tetap diam mengikuti pelajaran. Michele yang biasanya terlihat usil dan berisik walau sedang pelajaran, kali ini terlihat lebih anggun dan manis lantaran sedari tadi hanya diam dan fokus.
Bukan fokus pada pelajaran yah, tapi fokus memikirkan seseorang. Seseorang yang terus membuat hatinya panas dan otak nya mendidih.
****
Hingga pulang sekolah, Michele masih saja mendiamkan para sahabat nya. Tentu saja membuat pada sahabat nya kelabakan dan kebingungan. Lalu Renata pun berinisiatif menelfon seseorang, berulang kali terlihat Renata menganggukkan kepala nya dan mengerti.
"Cel, lo mau kemana?" tanya Renata saat sudah selesai menelfon.
"Ah elah, apa enak nya sih neraka? mending gue ajak ke surga aja yok!" Renata langsung menarik tangan Michele di ikuti Denis dan Rara di belakang.
"Ren, mau kemana sih? Bisa pelan dikit gak sih woy!" pekik Michele lantaran Renata mengajaknya berlari.
"Gue udah gak sabar, ayolah. Gue yakin lo pasti suka!" Ucap Renata tidak sabaran, "Ah iya, tutup mata dulu."
Renata melepaskan dasi nya, lalu ia ikatkan di kepala Michele agar menutup matanya.
__ADS_1
"Anjir, gue udah kaya mau ulang tahun!" saut Michele terus menceloteh.
"Udah ah, berisik lo!" ucap Renata fokus mengikat. Lalu ia dan Rara menuntun Michele menuju sebuah ruang kelas kosong di belakang sekolah.
Tok tok tok ...
Setelah ketukan tiga kali, pintu terbuka, dan mereka pun langsung masuk.
"Kok gue kaya nyium bau menyan yah?" celoteh Michele asal.
"Menyan otak lo menyan!" saut Rara berdecak mendengar ucapan Michele, "Lo diem disini. Tunggu aba-aba dari gue nanti baru lo buka." sambung nya.
"Astaga, kalian pasti mau ngerjain gue yah? Ulang tahun gue masih lama woy!" ucap nya dengan kesal.
Hening ..
Tidak ada jawaban lagi dari ketiga sahabat nya, hingga tiba tiba ia merasa ada seseorang yang menyentuh Pundak nya. Membuat ia terkejut dan seketika langsung berteriak sekencang mungkin.
Aaaaaaaaaaa! teriaknya, yang mana langsung di bungkam oleh seseorang.
__ADS_1