My Spesial Brother

My Spesial Brother
Aku merindu


__ADS_3

***


Saat jam makan malam, Michele keluar dari kamarnya menuju meja makan, namun saat sudah di meja makan, ia mengerutkan kening nya karena tidak menemukan satu orang pun, juga tidak ada makanan sama sekali.


“Bibi, kok gak ada makanan?” tanya Michele mencari keberadaan Bibi.


“Maaf Non, tadi Bibi sudah mau memasak, tapi den Mike bilang tidak usah.” Jawab Bibi sambil menundukkan kepalanya.


“Mike,” geram Michele lalu ia segera mencari keberadaan sang adik, “Mike!” teriaknya saat sudah mencari ke kamar Mike, namun ia juga tidak menemukan keberadaan bocah tersebut.


“Astaga, kemana perginya itu tuyul satu.” Michele berdecak, lalu ia merogoh HP-nya dan menghubungi Aldi. Yah, dia sangat yakin pasti Aldi lah tersangka utama nya.


“Hallo,” jawab Aldi saat sambungan telefon sudah terhubung.


“Al, kemana lo culik adek gue hah!” seru Michele tiba-tiba membuat Aldi seketika langsung menjauhkan HP nya dari telinga, “Gue yakin pasti kalian berdua ngerjain gue kan? Kenapa pakai nyuruh Bibi gak masak segala hah! Dimana kalian? Buruan balik gak!”


“Balik kemana?” tanya Aldi semakin membuat Michele marah.

__ADS_1


“Balik ke rumah!” titah Michele lalu ia langsung mematikan sambungan telfon nya dengan ketus.


Perutnya sangat lapar, namun tidak ada makanan sama sekali, ia hanya bisa menghela napas nya dengan kasar dan terus mengumpat adik lucknat nya.


Sambil menunggu, Michele pun memilih untuk pergi ke ruang keluarga, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Adi dan Mike tengah bermain PS di sana, “What!! Kalian disini?” pekik Michele tak habis pikir.


Kedua lelaki itu langsung membalikkan kepalanya menatap Michele. Tidak ada satu kata pun yang keluar, lalu mereka kembali memutar tubuhnya dan kembali fokus pada permainan.


“Yaa! Kalian budeg atau tuli sih!” seru Michele lagi karena merasa ucapannya tidak di dengar.


“Woaah, tuyul sialan! Adik lucknat kamu! Kamu juga Al ngajarin tuyul itu main terus! Belajar woy belajar!” tanpa membuang waktu, Michele langsung menghampiri TV, lalu mencabut colokan nya, membuat Aldi dan Mike langsung menatap nya horor.


“Kakakkkk!” teriak Mike, membuat Michele langsung tertawa.


“Makanya, kalau orang ngomong itu di dengerin, bukan malah di cuekin!” kata Michele cemberut, “Kenapa kamu melarang Bibi memasak? Kakak laper tau gak!”


“Kakak nyebelin!” pekik Mike marah dan langsung mengambil bantal hendak untuk memukul Michele, namun dengan cepat juga Michele berlari mengelilingi sofa.

__ADS_1


Dan terjadilah aksi kejar-kejaran itu, sementara Aldi hanya diam duduk bergeming di tempatnya, menikmati pertengkaran kakak adik tersebut.


Hingga, tiba-tiba Aldi di kejutkan dengan kedatangan tubuh Michele yang entah mengapa bisa langsung mendarat cantik di pahanya. Posisinya yang sedang duduk berselonjoran sambil bersandar di sofa.


Brukk!


“Auwwhh sshhhh Mike sialan!” umpat Michele yang kini tengkurap di paha Aldi, dengan tangan Aldi yang memegang kening nya agar tidak terbentur meja. Yah, untung saja ada tangan Aldi, kalau tidak sudah di pastikan kening Michele akan mendapatkan beberapa jahitan akibat ciuman dengan meja.


Perlahan, Michele membalikkan tubuhnya, dan kini wajahnya langsung bersitatap dengan Aldi, membuat keduanya langsung terdiam. Cukup lama keduanya saling menatap dalam, hingga tiba-tiba suara bel yang berbunyi langsung membuyarkan lamunan keduanya.


“Makanan datang!” teriak Mike yang membuka pintu dan mengambil beberapa makanan yang tadi ia pesan lewat online dengan Aldi.


Aldi dan Michele masih bergeming di tempatnya, ‘Gue kangen sama lo Al.’


‘Aku sangat merindukan mu Chel,’ gumam keduanya di dalam hati.


***

__ADS_1


__ADS_2