My Spesial Brother

My Spesial Brother
Gagal


__ADS_3

“Gila, si Michele mana sih ini? Dari tadi gak dateng- dateng.” Berulang kali, Renata melihat ke arah pintu masuk untuk mengecek kedatangan Michele. Namun hingga satu jam sejak tadi dia datang, hingga kini Michele belum juga terlihat batang hidung nya.


“Atau mungkin dia ada acara sama keluarga nya?” tanya Rasya sedikit kecewa.


“A, gak mungkin kak. Dia kalau ada acara dadakan pasti langsung ngabarin. Lah ini? Aku rasa dia gak dapet izin dari nyokap atau bokap nya.” Kata Rara memanyunkan bibir nya, “Elo sih Nis, bukan nya tadi di jemput. Gue yakin kalau tadi lo jemput dia dulu pasti gak akan begini!”


“Lah, kenapa jadi gue yang di salahin?” Denis menunjuk dirinya sendiri sambil menatap Rara tak percaya, “Elu sendiri Nyet, yang tadi maksa gue buat jemput!” seru nya lalu melemparkan kulit kacang ke arah Rara.


“Sudah, sudah. Kenapa kalian jadi bertengkar sih!” lerai Angga membuat keduanya langsung diam.


“Kak Aldi bukan nya deket yah sama keluarga Michele?” tanya Renata tiba-tiba, membuat semua langsung menatap ke arah nya dan Aldi bergantian, “Coba dong kak, telfon in Michele. Dari tadi tuh aku udah coba hubungi gak bisa.” Imbuhnya meminta.


“Gak ada nomor nya.” Jawab Aldi singkat.


“Atau kakak bantu telfon tante Crystal atau om Farel gitu misal nya? Gak mungkin gak punya kan?” ucap Denis menatap Aldi, membuat Aldi mau tak mau akhirnya menelfon farel.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Aldi tahu bahwa ternyata om Farel sedang berada di luar kota. Lalu ia hendak beralih menelfon tante cantik nya alias tante Crystal, namun baru saja ia hendak menekan tombol hijau, tiba tiba nomor Crystal sudah menghubunginya.


“Aku permisi dulu,” ucap Aldi berusaha menjauh agar tidak ada yang tau siapa yang menelfon nya.


“Siapa ya kira-kira yang nelpon kak Aldi?” gumam Rara menerka-nerka, “jangan – jangan kak Aldi udah punya pacar lagi. Yahh, patah hati sebelum berjuang ini mah ceritanya.” Keluh nya seketika mengundang tawa di sana.


“Ra, masih ada aku loh disini.” Saut Angga terkekeh.


“Asal jangan sama Rasya aja lo nanti,” sambung Leo lalu mereka tertawa.


“belum kok,” jawab Rasya lembut seperti biasa.


Belum, tapi otewe kan?” sindir Leo, “Bahkan, sebenernya, asal kalian tahu, ini acara bukan punya gue. Tapi punya dia?” imbuh nya sambil melirik ke arah Rasya.


Memang benar, sebenarnya, ulang tahun Leo hanyalah di jadikan sebuah kedok semata. Sebenernya, Rasya sengaja mengajak Michele datang karena ada yang ingin dia sampaikan, namun siapa sangka, bahwa ternyata yang di tunggu tidak juga datang.

__ADS_1


“Jangan bilang kak Rasya mau nembak Michele!” pekik Denis terkejut dan langsung menutup mulut nya yang menganga karena terkejut.


“Maybe,” jawab Rasya mengangkat kedua bahunya.


“jadi kalian bertiga udah pada tahu kalau ini acara pernyataan cinta kak rasya untuk Michele?” jelas Denis lagi kini sambil menelan saliva nya.


“Tentu,” jawab Leo dengan cepat.


Renata, denis dan Rara pun langsung saling menatap satu sama lain. Mereka sama-sama menelan saliva nya, dan menggelengkan kepala nya pelan.


“Sorry, kayaknya aku harus cabut dulu deh. Ada urusan mendadak.” Ujar Aldi yang sudah selesai telepon dan segera pamit.


“Ah gak asik lo. Acara aja belum di mulai masa udah kabur?” seloroh Angga berdecak dan menggelengkan kepalanya.


“Toh acaranya gak akan jadi kan? Cewek nya ga dateng?” ucap Aldi datar, lalu ia segera bergegas pergi meninggalkan Kafe itu.

__ADS_1


“Gue heran sama itu anak. Kecil nya di kasih makan apaan sih? Kaku dan dingin banget jadi orang?” gumam Leo bingung menatap kepergian Aldi.


__ADS_2