
****
“Olaf!” panggil Michele saat melihat Aldi hendak mengenakan helm nya.
“Aldi bukan olaf!” kata Aldi datar.
“Sama aja, sama sama manusia salju!” ucap Michele membuat Aldi langsung berdecak, “Aku titip Mike yah? Mau ke kafe dulu sebentar aja.”
“Sama siapa?”
“Sama pacar gue lah, ya kali sama pak satpam, cckck.” Kata Michele menggelengkan kepala nya, “yah, nitip Mike bentar, kalau dia nanya bilang aja gue ada kelas tambahan.”
Aldi tidak menjawab nya, ia langsung memakai helm dan segera pergi meninggalkan parkiran sekolah. Terlebih saat ia melihat Rasya berjalan menghampirinya dan Michele.
“Itu Aldi?” tanya Rasya mengerutkan dahinya saat melihat motor Aldi langsung melesat saat melihat kedatangan nya.
__ADS_1
“Huum, dia buru-buru karena udah di tungguin sama Mike di rumah.’” Kata Michele dengan sedikit senyum paksa.
“Mike adik kamu? Boleh dong kapan kapan aku ke rumah biar kenal sama adik kamu juga. Bila perlu sama orang tua kamu juga,” ucap Rasya yang langsung membuat Michele tersenyum dan menganggukkan kepala nya dengan cepat., “Ya udah ayo.”
Rasya menggandeng tangan Michele dan mengajak nya berjalan menuju mobil. Selama dalam perjalanan, Rasya terus tersenyum dan enggan melepaskan tangan Michele. Keduanya mengobrol seperti biasa, masih sedikit canggung dan malu, namun keduanya sama sama bahagia karena bisa jalan berdua.
Hari itu, Michele menghabiskan waktu bersama Rasya. Yang awalnya hanya ingin makan siang di Kafe, ternyata mereka malah menonton film, dan makan serta bermain sebentar. Satu ha yang Michele tahu setelah berpacaran dengan Rasya.
Rasya adalah sosok yang begitu romantis dan mengutamakan dirinya. Rasya terus mendesaknya untuk membeli beberapa barang, namun Michele tidak mau, bukan apa, Michele merasa tidak pantas karena mereka baru saja jadian. Dan ga, ia bisa membeli barang barang itu sendiri dengan uang papanya kalau di mau.
Beberapa kali paksaan Michele menolak, akhirnya Rasya menyerah, namun ia tetap membeli sesuatu untuk Michele, tanpa sepengetahuan kekasih nya itu.
“Apa?” tanya Michele mengerutkan dahinya.
“Bukan kejutan kalau aku kasih tau Sayang,”
__ADS_1
“Oh iya hehehe,” Michele segera menutup matanya, lalu Rasya mengeluarkan sebuah kotak dari saku jaket nya, perlahan ia mengalungkan sesuatu ke leher jenjang milik Michele.
Tanpa membuka mata, Michele tahu bahwa itu adalah kalung, namun saat ia sudah membuka mata, ia tidak menyangka bahwa kalung itu lebih indah dari yang ia bayangkan.
“Ini buat Michele?” tanya Michele sambil melihat ke cermin dan memegang kalung yang di pakaikan oleh Rasya.
“Masa buat aku,” ujar Rasya terkekeh, “Bagaimana? Kamu suka?” tanya Rasya dan langsung di balas anggukan kepala oleh Michele.
“Suka banget, lucu ... “ Michele langsung merangkul lengan Rasya sementara Rasya langsung mengecup kening Michele.
“Itu sebagai permintaan maaf karena sudah mengecewakan mu kemarin, maaf yah.”
“Gapapa kok, mungkin aku juga yang terlalu baper dan mudah merajuk. Maaf kalau aku masih kekanak kanakan.”
“Gapapa, aku suka lihat kamu gitu. Kamu lucu kalau lagi marah,” kata Rasya langsung mencubit kedua pipi Michele dengan gemas.
__ADS_1
“kakakkk!” pekik Michele memanyunkan bibir nya dan langsung mengusap pipi nya.
“Sini biar sembuh, cup.” Rasya kembali mencium pipi Michele tepat di tempat yang tadi ia cubit. Membuat Michele semakin merona di buat nya.