My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episode 17 S2


__ADS_3

“Huaaa kita berpisah lagi,” tangis Michele saat mereka berada di bandara.


Hari ini adalah hari keberangkatan Michele dan juga Renata. Mereka akan pergi ke tujuan masing-masing, dengan di Antar kan oleh keluarga dan juga dua sahabat nya. Kini mereka berempat tengah berkumpul untuk berpelukan persis seperti Teletubbies.


“Lo sih Cel, udah sih kuliah disini aja, kenapa mesti balik ke sana coba.” Sungut Denis memanyunkan bibir nya kesal.


“Gue mah ngikut pawang gue sih. Kalau gue sih percaya biarpun LDR dia gak akan macem macem, tapi doi yang gak tahan jauh dari gue. You know lah, banyak cowok ganteng di sekeliling gue, dida mana tahan cemburu nya,” bisik Michele namun masih mampu di dengar oleh Aldi yang berada tepat di belakang nya.


“Kamprett! Gak kebalik itu hah!” cibir Rara berdecak.


“Tante Crystal, katanya Michele mau kuliah disini saja,” seru Rara membuat Michele langsung menatap nya tajam.


“Benarkah?” tanya Crystal mengerutkan dahinya.


“Iya, jadi hari ini berangkat nya di cancel saja. Biar Aldi yang berangkat sendiri,” sambung Aldi menggoda, membuat Michele semakin melotot tak percaya.

__ADS_1


“Sayang kok kamu ikutan mereka sih!” seru Michele tak suka pada Aldi.


“Biar aku belajar bisa nahan cemburu dari kamu,” sindir Aldi membuat ketiga sahabat Michele tertawa lepas.


“Ah males, mending kakak bawa kak Michele pergi aja. Disini rusuh!” saut Mike yang sedari tadi fokus dengan HP nya kini ikut bersuara.


“Woaahh anak tuyul, lo berani ngusir gue hah! Gue pites abis lo ntar!” kata Michele menatap tajam pada adek lucknat nya.


“Tunggu sepuluh tahun lagi, Mike yang bakal mites kakak!” jawab nya cuek membuat semua sahabat nya semakin tergelak.


Saat semua orang tengah kisruh dengan perdebatan antara Mike dan Michele, tiba- tiba Renata merasakan kepala nya berputar dan juga perut nya yang bergejolak hebat.


“Kamu gapapa?” tanya Vino begitu peka saat melihat raut wajah istrinya sedikit berbeda,


“Pusing, mual. A—" Renata segera menutup mulut nya dengan tangan, lalu Vino segera mengajak nya untuk duduk terlebih dulu.

__ADS_1


Sebenarnya Renata dan Vino bisa pergi menggunakan pesawat pribadi yang bisa berangkat kapanpun mereka mau, namun Renata masih ingin bergabung dengan Aldi dan Michele sebelum akhirnya mereka pergi dan entah kapan lagi mereka akan bertemu kembali.


“Ren, are you oke?” tanya Michele mengundang kekhawatiran dari dua sahabat nya yang lain.


“Ren,” panggil Denis dan Rara bersamaan.


“Gue gapapa, kalian jangan lebay deh hihihi,” jawab Renata terkekeh sendiri melihat kekhawatiran para sahabat nya.


“Om, kalau mau berangkat duluan gapapa. Lagian ini juga kayaknya pesawat Michele masih lama, kasian Renata kalau kelamaan disini.” Ujar Michele, namun Renata dengan cepat menggelengkan kepala nya.


“Gue masih mau disini dulu sama kalian, gue mau nabung kangen sama kalian. Nanti kan kita kan fokus sama kuliah masing masing, dan entah kapan lagi kita bisa bertemu kan,” ujar Renata seketika membuat ketiga sahabat nya terharu.


“Berpelukan!” seru Michele, dan mereka pun kembali berpelukan.


‘Astaga, bocah.’ Gumam Vino dalam hati sambil menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


“Aldi!” panggil seseorang membuat tawa mereka langsung terhenti, semua menatap ke arah sumber suara dengan tatapan yang sulit di mengerti.


__ADS_2