My Spesial Brother

My Spesial Brother
Beku


__ADS_3

****


“Ha- hay kak Rasya,” sapa Michele sedikit kikuk lantaran sedari tadi ada yang menatap nya dengan horor.


“Hay Chel, gimana acara malam minggu besok? Jadi kan?” tanya rasya, lalu ia menarik kursi dan duduk di sebelah Michele.


“Jadi dong! Asal kak Leo siapin makanan yang banyak aja buat kita kita. Apalagi ono noh tukang makan, jadi siap-siap aja hahaha!” kata Michele tertawa, namun tawanya itu tak bertahan lama lantaran matanya tidak sengaja bertemu dengan mata Aldi.


“Kalau itu mah gampang. Apalagi buat cewek cantik kaya kalian,” saut Leo ikut tertawa.


“Oh iya, kalian udah kenal belum sama dia?” tanya Rasya menunjuk ke arah Aldi, “Dia anak baru di sekolah kita. Namanya Aldi.”


“Udah tau kok kak, kan dia pacar nya –“ Hampir saja Rara keceplosan bicara, kalau saja kaki nya tidak di tendang oleh Michele.

__ADS_1


“Monyet!” pekik Michele langsung menatap tajam ke arah Rara.


“Pacar nya siapa?” tanya Rasya yang mengerutkan dahi nya menatap Rara.


“Pacar nya Rara kak,” jawab Rara tersenyum lebar ke arah Aldi, “Kak Aldi ganteng banget sih. Mau gak jadi pacar Rara.”


Aldi hanya menanggapi nya dengan sebuah senyum simpul dan kembali dengan aktifitas nya pada HP. Sementara Michele, diam – diam mengepalkan tangan nya di bawah meja dengan mata menatap tajam ke arah Aldi.


“Oh udah kak, kemarin di bantu sama OM nya Michele, hehehe.” Jawab nya berbohong, ya karena yang membantu nya Aldi bukan om nya.


Aldi menatap Michele dan tampak mengerutkan dahi nya, lalu ia memutar bola matanya malas dan kembali lagi menatap layar HP nya.


Mereka semua melanjutkan obrolan ringan hingga sampai bel berbunyi dan semua kembali ke kelas masing – masing.

__ADS_1


Sepulang sekolah, Michele pun akhirnya pulang dengan nebeng ke Denis, karena hanya dia yang rumah nya serah dengan nya. Bukan searah sih, rumah Michele lebih jauh sebenernya dari Denis, namun bukan Michele nama nya kalau perduli dengan hal itu.


“Eh Chel, gue lihat lihat nih yah, kayaknya kak Aldi itu masih suka deh sama lo.” Ucap Denis sambil menyetir mobil nya.


“What ever, gue udah gak perduli. Lo tau gue udah buang jauh jauh perasaan gue dulu. Dan sekarang gue gak mau terluka lagi, gue mau sama kak Rasya aja. Eh gimana menurut lo kak Rasya?” tanya Michele mengalihkan pembicaraan.


“Kak Rasya? Jangan tanya lah dia gimana, dia itu manusia paling sempurna di sekolah kita, meski sekarang dia memiliki saingan baru, yaitu kak Aldi. Tapi nih ya, menurut gue tetap lebih sempurna kak Rasya.” Kata Denis dengan yakin.


“kenapa?” tanya Michele langsung menatap denis.


“Karena, meski kak Aldi juga ganteng nya selangit, tapi gila, dia dingin banget Nyet! Gue aja tadi duduk di sebelah dia berasa beku, apalagi kalau jadi pacar nya. Gue penasaran, gimana dia kalau pacaran? Kalau kak Rasya kan dia baik, ramah dan juga suka senyum. Duh, kalau ingat senyum kak Rasya bikin meleleh,” puja Denis terkekeh.


Michele hanya menganggukkan kepala nya setuju, semua siswi di sana memang begitu memuja Rasya karena ia adalah sosok panutan bagi semuanya. Baik, pintar, ramah, dan tidak sombong. Rasya suka membantu dan sering mengikuti kegiatan kegiatan positif di sekolah, dan juga ia tidak pelit ilmu, sering sekali dia berbagi ilmu, atau bila ada teman nya yang tidak mengerti dia selalu siap membantu nya, makanya saat dia kelas tiga dan sebentar lagi kan lulus, banyak yang menyayangkan nya, karena mereka tidak mau kehilangan sosok idola mereka.

__ADS_1


__ADS_2