
***
Sesuai dengan janjinya kepada Mike tadi pagi, kini siang sepulang sekolah, Michele dan teman teman nya mengajak Mike untuk berjalan jalan ke mall. Tentu saja untuk membeli barang sogokan untuk Mike agar tutup mulut.
“Lagian Chel, lo gila apa P’A sih? Lo itu pacaran nya sama kak Rasya, kok bisa bisa nya loke gep cipokann sama manusia salju?” tanya Denis heran dan tak habis pikir.
“Ya mana gue tau, lo gak tau sih gimana tuh manusia salju kalau udah nyosor kaya gimana!” jawab Michele cemberut kesal.
“Emang gimana? Enak gak? Ya kita mana tahu, Aldi nya aja gak mau nyosor ke kita kok.” Kata Rara santai seketika membuat langkah kaki Michele terhenti dan langsung menatap tajam ke arah sahabat nya.
“Why? Kenapa? Ada apa? Gue salah ngomong?” tanya Rara pura pura polos.
“Otak lo yang salah!” seru Michele dan langsung memukul bahu Rara dengan sebal.
“Kakak, Mike mau itu!” teriak Mike yang sudah berjalan lebih dulu dari Michele, kini anak kecil itu kembali berbalik arah dan berlari ke arah kakak nya.
Dengan sedikit berdecak kesal, Michele pun segera mengikuti langkah kaki Mike menuju satu toko mainan yang lumayan besar di dalam Mall itu. Michele sempat mengerutkan dahinya beberapa kali saat melihat mainan yang di ambil oleh Mike.
Yah, awalnya ia sangat lega karena Mike hanya mengambil satu mainan, hatinya sudah sedikit bersyukur, namun seketika matanya juga langsung membola dengan sempurna saat ia melihat harga yang tertera di mainan tersebut.
__ADS_1
“Mike, gak ada mainan lain?” tanya Michele sedikit meneguk saliva nya dengan kasar.
“Enggak! Kan Mike udah bilang kemarin, Mike mau mainan!” katanya sambil ber sedekap tangan di dada menatap kakak nya dengan begitu santai.
“Iya tapi kesepakatan nya gak lebih dari sepuluh juta bambang!” seru Michele menahan kesal.
“ya udah, kalau kakak gak mau, Mike minta sama Papa aja.” Ancam Mike membuat Michele semakin geram dan kesal melihat tingkah laku tuyul lucknat kesayangan nya.
“Untung lo adek gue, kalau bukan udah gue pitessss lo!” geram Michele, lalu ia segera membayar mainan yang di inginkan oleh Mike.
“Berapa?” tanya Renata penasaran saat melihat wajah Michele begitu di tekuk saat keluar dari toko mainan, sementara Mike tampak begitu bahagia dan sumringah mendapatkan mainan baru.
“Tabungan gue ludesss!” rengek Michele memperlihatkan nota kepada teman teman nya.
“Pinter pala lo peyang yang pinter!” sungut Michele begitu kesal.
“Udah sih, ikhlasin. Sama adek sendiri gak boleh pelit, ya gak Mike?” kata Denis menaikkan kedua alisnya naik turun.
“Tuh, kak Denis aja gak pelit kok.” Ucap Mike tanpa dosa.
__ADS_1
“Ya udah lo sono jadi adek nya Denis. Biar makin di kasih ajaran sesat lo!”
“Gak ah, nanti gak bisa godain kak Icel lagi,” Mike terkekeh sendiri dan terus memeluk mainan baru nya.
“Ya udah yok ah shoping!” kata Michele lemas, namun juga berusaha bersemangat untuk shoping.
“Saldo lo masih aman?” ejek Rara terkekeh.
“tenang, buat gue shoping mah, ada ATM gak kepake,” Michele langsung mengeluarkan kartu ATM milik Aldi yang dia ambil tadi malam.
“Punya siapa itu?” tanya Demis mengerutkan dahi nya.
“Aldi,” jawab Michele menyengir kuda, membuat teman teman nya menatap nya dengan tatapan bingung.
Yah, mereka bingung dengan hati dan perasaan sahabat nya. Sebenernya hati Michele ada berapa dan untuk siapa? Status nya masih berpacaran dengan Rasya, namun ia sudah dua kali berciuman dengan Aldi. Bahkan, ia dengan Rasya malu malu, sedangkan sama Aldi ia begitu lengket, bahkan ia sampai berani memakai kartu ATM milik Aldi.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍