
Berusaha tegar, Michele pun bangkit dan segera mengambil HP nya. Ia mencari sebuah nomor yang sangat ia percayakan bisa membantunya.
Tuutt ,,, Tuuttt.... Tuutt...
Cukup lama Michele menghubungi nomor tersebut, namun tak juga mendapatkan jawaban. Ia tidak menyerah, ia terus mencoba dan berusaha terus menelfon nya sampai nomor itu akhirnya mengangkat nya di dering hampir ke sepuluh.
“Halo,” jawab seorang laki laki dari ujung seberang sana.
“Om, bantuin Michele hiks hiks.”
“kamu kenapa? Dimana? Ada yang menyakiti kamu?” tanya nya beruntun, ia panik dan khawatir saat mendengar suara Michele yang tengah terisak.
“OM hiks hiks, om bantuin Michele hiks hiks.”
Michele langsung mengatakan apa keinginan nya, lalu setelah hampir satu jam mereka berbicara lewat telefon, akhirnya Michele mengakhiri telfon nya dengan perasaan yang sedikit lega. Setelah sambungan telfon mati, ia pun segera menuju kamar mandi dan bersiap.
Sementara itu, seorang laki laki yang baru saja mendapatkan telfon dari Michele, langsung menghela napas nya panjang. Terlebih saat dirinya melihat sorot mata tajam seorang gadis yang ada di depan nya kini.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya nya sambil bersedekap tangan di dadda. Bibir nya cemberut, dan sorot matanya menatap penuh kebencian pada lelaki itu.
“Aku harus pergi. Bersyukurlah karena aku akan pergi cukup lama. So, jangan merindukan ku,” goda nya dengan senyum menyeringai.
“Cih, najiss. Gak sudi gue rindu atau kangen sama om mesuum kaya situ!” ketus nya langsung membuang muka.
“Hahaha, sure? Baiklah, semoga kau tak termakan dengan ucapan mu sendiri manis.” Ucap nya santai sambil mencolek dagu manis gadis di depan nya.
“Pergi sana yang jauh, bila perlu tak usah kembali ke sini. Kembali ke neraka aja sono sekalian!” seru nya saat melihat lelaki itu melenggang meninggalkan nya begitu saja.
“Tapi, siapa kira-kira yang menelfon nya? Dan mau kemana dia?” gumam nya penasaran, “Ahh bodo amat! Mau pergi kek, mau mati sekalian gue gak perduli. Malah untung kalau dia mati, gue bisa bebas!” seru nya, lalu ia segera bergegas mandi agar bisa have fun dengan teman teman nya.
****
“Eh Mike, kakak lo gak ikutan kesini?” tanya Boy saat melihat kedatangan Mike di rumah nya dengan di antar oleh supir.
“Enggak! lagi sibuk kayaknya,” kata Mike singkat, lalu ia segera masuk ke dalam rumah menuju kamar Boy.
__ADS_1
“Heh anak tuyul, pemilik rumah nya disini ngapa lu asal nyelonong woy!” teriak Boy menggelengkan kepala nya menghadapi sikap Mike yang sama saja seperti Michele.
“Mike, kamu ngapain disini?” kata Els yang terkejut karena melihat Mike sudah berdiri di depan pintu kamar nya.
“Oops, salah kamar. Untung belum di buka, sorry!” ucap Mike lalu ia segera berpindah ke kamar sebelah.
“Dih, dasar bocil,” cibir Els berdecak, “Kakak ngapain dia disini sih.” Keluh Els saat melihat kakak nya datang.
“Kenapa hem?bukan kah kalian ini satu kelas yah?” tanya Boy sedikit heran.
“Iya sekelas, makanya Els gak suka sama dia. Dia ngeselin, ini malah di bawa kesini.” Ketus nya sambil menghentakkan kaki ke lantai.
“hahaha, gapapa Sayang, kalian saudara gak boleh begitu.”
“Tapi dia rese kak,”
“Sudah, ayo ikut ke kamar kakak. Kita temenin Mike, dia lagi ada masalah makanya kesini. Ayo dong, si cantik nya kakak jangan cemberut begitu, nanti cantik nya hilang loh.” Boy segera mengajak Els menuju kamar nya agar bisa menemani nya mendengarkan curhatan hati seorang Mike.
__ADS_1