
“Apaa!” pekik Farel langsung berdiri dari posisi nya, “Bagaimana bisa? Kapan dia ke sana!” tanya nya tak percaya.
“Baiklah, nanti aku akan segera menyusul,” kata Farel lalu ia segera mematikan sambungan telfon nya.
“Ada apa Mas?” tanya Crystal khawatir melihat wajah suaminya yang begitu terkejut setelah menerima telfon.
“Michele berada di korea,” jawab Farel menggelengkan kepalanya, lalu ia kembali mendudukkan dirinya di Sofa.
“Bagaimana bisa mas?’ tanya Crystal ikut terkejut.
“Kamu masih ingat dengan pak Hermawan yang memberikan kita undangan pernikahan anaknya bulan depan?” tanya Farel dan Crystal menganggukkan kepalanya.
“Yah, anaknya dia yang membantu putri kamu terbang ke sana.” Decak farel tak habis pikir.
“Darimana Michele bisa mengenal kolega bisnis kamu Mas?”
“Entahlah, kamu kan tahu bagaimana ajaib nya anak kamu itu,”
__ADS_1
“Oh jadi anak aku ajaib!” seru Crystal langsung menatap tajam pada suaminya, “Harusnya kamu yang ngaca, se ajaib apa kamu itu!”
“Hehehe, maaf Sayang, jangan marah. Aku hanya bercanda kok,” ucap farel, dalam hatinya ia begitu merutuki ucapan nya yang asal ceplos.
“Aku gak marah, aku kesel sama kamu. Dan untuk satu minggu ke depan, lebih baik kamu jangan dekat dekat dengan orang ajaib ini!” ketus Crystal, lalu ia memilih untuk beranjak dan pergi ke kamar.
“Nah kan, kaya gini gak mau di sebut ajaib. Padahal memang benar, kalian berdua itu ajaib, hanya seperti ini saja, langsung bisa membuat ku pusing dan frustasi.” Gumam Farel lalu ia segera menyusul istrinya dan membujuknya, karena bisa bahaya bila seminggu ia di anggurin.
****
Spontan Aldi dan Michele langsung menatap ke arah Vino. Michele sudah terbiasa mendengar panggilan Vino, namun berbeda dengan Aldi, tentu saja ia terkejut dan langsung menatap Michele dnegan tajam.
“Ada apa Om? Masuklah,” kata Michele sambil menggenggam tangan Aldi, ia tahu Aldi terkejut dan akan siap mengintrogasi nya nanti.
“Aku akan pulang, apa kau akan ikut denganku atau—" tanya nya sambil melirik kepada Aldi yang begitu posesif menggenggam tangan Michele. Tatapan nya begtu tajam padanya, membuatnya ingin tertawa.
“Michele akan tetap disini.” Jawab Aldi datar.
__ADS_1
“Al,” tegur Michele menggelengkan kepalanya, ”Aku keluar sebentar yah. Hanya sebentar, ada yang ingin ku katakan sama om Vino.” Ujar nya lagi mengecup pipi Aldi, lalu ia mengajak Vino keluar dari kamar Aldi.
“Aku akan disini dulu Om, dan sepertinya Papa juga akan segera menyusul kesini. Jadi aku akan pulang bersama papa nanti.” Kata Michele membuat Vino menganggukkan kepalanya paham.
“Terimakasih Om, karena sudah mau membantu Michele sampai disini, dan terimakasih untuk semuanya, ah iya satu lagi, titip RE NA TA.” Kata Michele menyeringai membuat Vino langsung membelalakkan matanya menatap Michele.
“Jangan terkejut, aku sudah tahu semuanya, dan tolong jaga dia baik-baik. Aku pastikan, acara pernikahan kalian nanti aku pasti akan datang,” imbuhnya.
“Darimana kamu tahu?” tanya Vino mengerutkan dahinya.
“Dari kartu undangan di meja kerja Papa ku, awalnya Michele kaget dan kurang yakin, tapi pas waktu itu Renata bertingkah aneh pas kita lagi bahas om Vino, disitu aku yakin kalau kalian ternyata anu hihihihi.” Ucap Michele terkekeh.
“Anu apa?”
“Om, Renata itu sahabat Michele, dia gadis baik-baik. Dan Michele juga tahu kalau om juga laki laki baik walau sedikit me sum dan tua, tapi Michele yakin om orang nya setia. Jadi, jangan sakiti sahabat Michele ya Om.” Kata Michele dan ia langsung memeluk Vino untuk terakhir kalinya.
Sejujur nya Michele juga tahu bagaimana perasaan Vino, ia cukup tersentuh dan terharu namun ia juga tidak bisa membalas perasaan itu karena di hatinya hanya ada Aldi. Dan ia sangat bahagia karena ternyata Vino akan menikah dengan sahabat nya walau ia tau ini hanya perjodohan namun Michele yakin mereka akan bahagia nanti.
__ADS_1