
“Hiks hiks hiks.” Suara isak tangis dari seorang gadis yang semalam telah menemaninya di hotel, membuat Rasya langsung membuka matanya.
“Sorry Ren,” ucapnya lirih sambil kembali merengkuh tubuh gadis itu dari belakang karena posisinya tengah memunggunginya.
“Gue gak nyangka lo bisa jadi bajingann juga kak! Gue benci sama lo hiks hiks, kenapa lo tega sama gue hiks hiks,”
“Aku minta maaf Ren, tapi sungguh ini juga bukan keinginan ku.Kamu ingat bagaimana aku sejak awal sudah menyuruh mu pergi, kenapa kamu tidak langsung pergi? Harusnya kamu mendengarkan ku agar semua ini tidak terjadi.” Kata Rasya panjang lebar. Ia tahu bahwa dirinya sudah salah, bahkan sangat salah, namun ia juga sempat memperingatkan Renata agar ia segera pergi atau menjauh darinya.
“Gue mana tahu lo kaya gitu bangsatt! Gue—“
__ADS_1
“Gue emang bangsatt Ren!” sentak rasya tiba tiba membuat Renata terdiam dan semakin mengeratkan selimut nya. Ia begitu terkejut saat orang yang ia kira selama ini baik, lembut dan penuh kasih sayang itu ternyata bisa membentak dan memakai Lo – Gue.
“Gue laki-laki normal, dan gue di bawah pengaruh obat! Berulang kali gue minta lo pergi,tapi lo yang maksa mau ikut masuk. Setelah masuk lo pergi dan gue sudah berjuang sendiri Ren, lo malah datang mengumpan kan diri lo sendiri. Dan lo juga jangan munafik Ren, lo menikmati sentuhan gue, dan sekarang lo seperti korban pemerkosaaan!” seru Rasya jengah dan sudah mencapai batas kesabaran.
“Hiks hiks hiks, terus gue mesti gimana hah!” Renata bangun dan langsung menatap tajam laki laki yang sudah merenggut kesucian nya.
Rasya mengusap wajah nya dengan kasar, karena sesungguh nya ia juga bingung dengan semua yang terjadi. Sama sekali ia tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi se bajingan ini. Kini apa bedanya dirinya dengan alm. Ayah nya yang juga suka main perempuan.
Kemarin, saat dirinya tengah berkumpul dengan teman-teman nya, ia tanpa sengaja meminum minuman yang di beri obat oleh teman nya. Sesungguh nya itu minuman bukan untuknya, tapi malah terminum olehnya. Dan ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke hotel keluarga nya karena itu yang paling dekat. Ia bisa menghabiskan waktu untuk menonton video sambil menuntaskan keinginan nya.
__ADS_1
Namun siapa sangka, dirinya malah bertemu denan Renata, dan gadis itu sendiri yang asal masuk ke dalam kamar nya, melihat putaran video yang masih berlangsung dan beberapa kaset yang masih berserakan di lantai.
Sebagai laki – laki normal yang sedang di puncak gairahh, tentu saja Rasya langsung menyerang Renata setelah beberapa kali ia mengusir gadis itu tapi ia tidak mau pergi. Dan hingga akhirnya mereka berdua saling mencumbu dan menikmati sentuhan lawan.
“Gue akan tanggung jawab!” kata Rasya dengan tegas dan yakin, membuat Renata langsung menatap nya tajam.
“Gue gak mau nikah sama lo!” seru Renata menatap Rasya dengan penuh kebencian.
“Terserah, tapi kalau sampai benih gue tumbuh di rahim lo, jangan salahin gue.” Rasya bangkit dari tempat tidur, untuk membersihkan tubuhnya sambil menjernihkan isi kepalanya.
__ADS_1