
“Kakak beneran mau pergi lagi? Hiks hiks hiks.” Tidak hanya Michele yang menangis dengan keputusan Aldi, namun Anna juga merasa sangat tidak rela bila Aldi pergi ke Korea lagi. “Kakak baru beberapa bulan disini, hiks hiks kenapa kakak pergi lagi? Katanya kakak mau lulus disini, kenapa kakak pergi lagi coba hiks hiks.”
Aldi hanya tersenyum kecil, lalu ia segera menarik tangan adik nya agar jatuh ke pelukan nya. Anna pun juga langsung memeluk kakak nya dengan erat. Sungguh, ia merasa sangat tidak rela bila kakak nya akan pergi lagi meninggalkan nya.
“Kamu kan bisa mengunjungi kakak lagi nanti kaya biasa?’ kata Aldi tersenyum kecil. Memang Anna sebenarnya sering berkunjung ke Korea dengan sang papa, namun rasanya sangat berbeda dari saat Aldi berada di Indonesia. Maka ia bisa bertemu setiap hari.
“Mana bisa begitu? Anna kan maunya setiap hari hiks hiks,” ucap Anna masih terisak, “Kakak gak bisa mengubah keputusan kakak apa? Kakak disini saja hiks hiks.”
“Maaf,” Aldi mengusap rambut Anna dengan lembut, lalu ia mengecupnya sekilas.
__ADS_1
“Gak boleh minta maaf, Anna sayang sama kakak. Disini ada Anna dan Papa, harusnya kakak disini sama kita. Bukan malah pergi hiks hiks.”
“Al, ini paspor kamu,” ucap Tian yang baru saja datang dan memberikan tiket serta paspor milik Aldi.
“Ikss, Papa kenapa malah di kasih sih. Berarti Papa tega mau buang kak Aldi!” ketus Anna membuat Tian langsung membulatkan matanya menatap wajah sang putri yang masih terlihat sembab.
“sayang, gak boleh bicara begitu.” Kata Tian menggelengkan kepalanya, “Kakak di sana untuk menyelesaikan sekolah dan kuliah. Nanti kakak akan kembali lagi kesini, jangan begini yah.” Imbuh nya dan langsung memeluk Anna.
“Michele mau kesini? Ngapain?” tanya Aldi sedikit terkejut, karena ia tidak mengatakan bahwa dirinya akan langsung pergi hari ini. Ia hanya mengatakan bahwa akan kembali ke Korea.
__ADS_1
Bug!
Anna langsung memukul bahu kakak nya dengan tas. Ia juga menatap tajam ke arah kakak nya karena kurang peka dan tidak mau menyadari perasaan nya sendiri.
“Jangan marah marah dong. Kakak hanya bercanda, biasa saja lihat nya.” Ucap Aldi terkekeh dan langsung mengacak ngacak rambut Anna dengan lucu.
Suara pemberitahuan keberangkatan pesawat sudah terdengar, namun Michele belum juga datang ke bandara. Atau memang tidak akan datang. Berulang kali Aldi menatap sekeliling berharap menemukan Michele, namun nyatanya gadis itu memang tidak ada.
Mungkin memang Michele begitu kecewa padanya. Menghela napas panjang, dengan berat hati Aldi berpamitan dengan papa nya dan juga adik nya.
__ADS_1
Anna langsung menangis di pelukan sang Papa saat melepas kepergian Aldi, begitupun juga dnegan Aldi yang sedikit berat meninggalkan Indonesia lagi. Namun, ia juga sadar, ia tidak ingin semakin menambah luka. Tujuan nya datang ke Indonesia hanya ingin mencari keluarga kandung nya. Dan kini ia sudah menemukan nya, walau kenyataan begitu menyakitkan baginya.
Tanpa di sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang menatap Aldi dengan wajah memerah menahan amarah dan kesal. Sangat terlihat bahwa ia sedang menahan tangis, namun hatinya juga sangat kecewa dan marah.