
Michele calling Denis ...
“Hallo,” jawab Denis dari ujung sana.
“Den, gue bingung nih. Main aja yuk, ada gak malam ini?” tanya Michele langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, matanya menatap langit langit kamar pikirannya melayang entah kemana.
“Ada, barusan gue di kabarin sama kak Erick. Gue mau ngabarin ke lo gue agak takut. Lagi pula lo semalam bilang kak Rasya mau ajak lo jalan,” kata Denis membuat Michele kembali menghela napas nya kasar.
“Iya tadinya gue mau jalan sama kak Rasya, tapi lo tau, si manusia salju marah sama gue. Gue gak tau dia marah nya kenapa, tiba tiba aneh banget. Makanya, gue bingung tadi mau ke rumah Aldi atau kak Rasya.” Jelas Michele sok sedih, “Beginilah kalau jadi orang cantik tuh selalu di rebutin sana sini.” Imbuhnya mendramasir.
“Monyet!” saut Denis dengan cepat, “Lo nya ja kegatelan gak mau peka dan sama orang sekitar lo. Lo itu plin plan gak bisa nentuin mana yang lo cintai sama kagumi!”
“Sialan lo!” sungut Michele kesal.
“Dah lah, kalau malam ini mau main, jam nya seperti biasa. Jangan lupa, lo pastiin si Frozen kuat mental dan hatinya. Jangan samapi dia ngambek lagi!”
__ADS_1
“Yups, gue langsung ke tempat kak Erick sekarang!”kata Michele lalu ia langsung mematikan sambungan telfon dan segera mandi untuk bersiap ke acara permainan nya nanti malam.
****
“Ayo kak sama Anna aja,” ujar Anna membujuk Aldi agar mau kembali ke rumah sakit untuk melepas gips di kaki nya.
“Gak perlu, kakak bisa sendiri kok.” Kata Aldi menolak untuk di temani adik nya.
“Yakin bisa sendiri? Biar di temani Anna. Atau mau sama Papa?” tawar Tian membuat Aldi langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Setelah selesai makan siang, Aldi dan Anna pun langsung menuju rumah sakit dengan di antar oleh supir. Sepanjang perjalanan, Aldi hanya diam dan fokus dnegan HP nya, membuat Anna merasa sedikit kesal.
“Kalau kangen chat, kalau khawatir telfon, kalau-“ Anna langsung berhenti menyindir sang kakak saat ia mendapatkan tatapan maut dari Aldi, “Heheheh peace!” imbuh nya memberikan dua jarinya membentuk huruf V.
“Lagian kakak tuh aneh banget coba, dari tadi Cuma scrol scrol chat doang, tapi gak berani nge ping atau chat duluan. Huh payah!” cibir Anna membuat Aldi langsung mendengus.
__ADS_1
“Sudahlah, ayo turun. Anak kecil gak usah ikut campur urusan orang dewasa.” Kata Aldi lalu ia segera membuka pintu mobil karena sudah sampai di rumah sakit.
“Dih, Anna udah gede yah!”decak Anna sedikit kesal sambil mengikuti langkah kaki Aldi.
Langkah Aldi dan Anna seketika langsung terhenti saat melihat Rasya tengah menangis di depan sebuah ruangan seorang diri. Anna dan Aldi langsung saling menatap untuk sesaat, lalu mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri Rasya.
“Ras? Kak Rasya?” panggil Aldi dan Anna bersamaan, membuat Rasya langsung mendongakkan kepala nya ke atas.
Seperti mendapatkan cahaya di tengah kegelapan, Rasya langsung beranjak bangun dan langsung memeluk orang di depan nya, ia sedikit merasa lega saat merasa ada yang bisa ia jadikan sandaran.
“Ras,” desis Aldi menahan kesal, namun ia juga ikut terenyuh melihat seorang Rasya menangis seorang diri.
.
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
__ADS_1
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍