My Spesial Brother

My Spesial Brother
Tumpangan


__ADS_3

****


“Pagi pah,” sapa Aldi saat baru tiba di meja makan.


“Pagi Nak, mana Anna?” tanya Tian sambil memakan sarapan nya.


“Anna masih siap-siap Pah,” jawab Aldi, “Oh ya Pa, Anna sama Aldi nanti siang mau ke makam, jadi Anna akan berangkat dan pulang bareng Aldi.”


“Ah, baiklah. Tapi Anna masih belum terlalu fit, tolong kamu jaga adik kamu ya.” Anna dan Aldi memang satu sekolah. Saat ini, Anna masih duduk di bangku kelas lima SD.


“Selamat pagi Papa, kakak!” sapa Anna pagi hari lalu mencium pipi Tian dan Aldi bergantian. Hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Anna harus hidup mandiri. Memang, Tian memiliki segala nya dan akan menuruti semua keinginan Anna, tapi tetap saja beda. Dan Anna tidak bisa selalu bergantu kepada papa nya karena mereka berbeda gender.


Selesai sarapan, Aldi dan Anna pun berangkat ke sekolah dengan menggunakan mobil. Di dalam mobil, mereka hanya diam dan sibuk dengan aktifitas nya sendiri. Anna yang bermain Hp nya dan Aldi yang fokus menyetir. Hingga tiba- tiba Aldi terpaksa menghentikan mobil nya karena melihat seorang gadis tengah memaki – maki di pinggir jalan.

__ADS_1


“Itu bukan nya kak Michele?” gumam Anna yang juga melihat.


“Hem, sepertinya.” Jawab Aldi menghela napas berat.


“Berhenti kak, bantuin tuh. Kayaknya si Frozen ngambek lagi, mana udah jam segini. Yah memang sih dia ratu telat, tapi tetap saja kasian,” ujar Anna membuat Aldi mau tak mau berhenti dan turun dari mobil nya.


“Oke fixs, kalau lo gak mau nyala juga gue tuker tambah sama Doraemon lo yah!” ancam Michele yang sudah lelah karena sedari tadi membujuk mobil nya agar mau jalan lagi, namun tak bisa juga.


Bruk!


“Anjir ini siapa sih!” seru nya lagi dan langsung berbalik, “Ngapain lo disini?” tanya Michele dengan ketus.


“Jam 07:22. Kamu mau telat sekolah?” tanya Aldi datar.

__ADS_1


“Lo buta apa gimana. Gaklihat noh si Frozen gue ngambek. Kemarin tuh harus nya gue bawa ke bengkel sama kak Rasya, gara – gara gue di culik ke rumah lo, gak jadi kan gue ke bengkel nya. Dan gara-gara tadi telat bangun gue di tinggal bokap ke kantor. Gue gak bisa nebeng!” Seru Michele emosi.


Memang benar, tadi pagi ia ingin berangkat bareng papa nya lagi, namun papa nya sudah berangkat terlebih dulu karena ada meeting. Sedangkan mobil satu lagi di pakai mama nya untuk mengantarkan sekolah Mike. Sekolah Mike dan Crystal lawan arah, makanya Michele tidak bisa bareng. Dan mau tidak mau Michele harus membawa Frozen kembali. Ada juga motor, tapi ia trauma naik motor jadi ia tidak mau menaikimotor lagi.


“Masuk mobil.” Titah Aldi dingin sambil melirik mobil nya.


“Mobil siapa? Mobil gue maish ngadat!” kata Michele ketus.


“Anna ada di dalam, masuklah.” Kata Aldi lalu ia membuka kan pintu belakang untuk Michele.


“Anna, sejak kapan kamu pindah?” tanya Aldi terkejut karena Anna yag tadi duduk di depan, ternyata kini sudah pindah ke belakang.


“Hehehe, di depan sempit. Anna disini aja,” ujar Anna menyengir kuda.

__ADS_1


“Gue juga di belakang sama Anna ajalah,” kata Michele hendak membuka pintu mobil satu nya.


“Aku bukan supir!” tekan Aldi menatap tajam ke arah Michele, membuat Michele langsung membanting pintu dan beralih membuka pintu mobil depan.


__ADS_2