
Pagi ini Renata berangkat dengan menggunakan mobil nya sendiri, tanpa di antar oleh supir seperti biasa. Ia menyalakan musik sambil bernyanyi dan sesekali berjoget di dalam mobil untuk mengurangi kejenuhannya saat menunggu kemacetan lampu merah. Saat dirinya sedang asik menghafal lirik lagu, tiba tiba matanya tanpa sengaja melihat mobil yang begitu familiar baginya.
“Itu bukannya mobil om Vino? Kok lewat sini,” gumam renata pelan, “Apa mungkin dia ada kerjaan di deket sini?’ gumam nya lagi.
Saat Renata mencoba berfikir positif, tiba tiba kaca mobil Vino terbuka dan ia melihat Vino yang sedang membeli air mineral di pedagang asongan. Tidak salah memang seorang Vino membeli minuman di pinggir jalan, namun bukan itu yang menjadi sorotan mata Renata.
Seorang gadis cantik dengan memakai kaca mata hitam yang tengah tertawa sambil sesekali memukul bahu vino seketika membuat darah Renata berdesir tak karuan.
Mengapa Vino bisa dengan seorang wanita cantik pagi pagi begini, dan siapa wanita itu, mereka mau kemana? Batin Renata.
Ia pun mencoba menghubungi nomor Vino untuk menanyakan dimana keberadaan nya, namun nihil, nomor Vino tidak menjawab telfon nya, hingga beberapa kali ia mencoba menghubungi kembali ternyata nomor Vino tidak aktif.
__ADS_1
Akhirnya Renata mengurungkan niatnya untuk ke sekolah, ia memilih untuk mengikuti Vino yang terus melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Renata Calling Rara ...
“Absenin gue! gue lagi ada acara penting!” kata Renata saat telfon nya di angkat oleh Rara.
“Lo mau kemana? Acara apaan sama siapa?” tanya Rara beruntun.
“Udah, pokoknya gue minta tolong absenin. Ah iya, tapi jangan kasih tahu nyokap gue,” setelah mengatakan itu, Renata segera mematikan sambungan telfon nya dan kembali fokus menyetir mengejar mobil Vino.
Renata bukan pembalap handal, tidak seperti Vino dan Michele yang memang seorang pembalap. Hampir satu jam perjalanan kini dirinya sampai di sebuah Hotel bintang lima yang cukup terkenal di kota itu. Dirinya hendak mengikuti Vino masuk sampai dalam, namun sial petugas tidak mengizinkan nya masuk lantaran dirinya masih mengenakan seragam sekolah dan juga ini masih di jam sekolah.
__ADS_1
‘Sial, harusnya tadi gue ganti baju dulu,” gumam Renata dalam hati.
Cukup lama ia menunggu, hingga membuatnya ketiduran di dalam mobil. Dan saat dirinya terbangun, rupanya jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, sebentar lagi jam makan siang. Ia melihat mobil Vino yang masih terparkir di tempatnya. Renata berfikir berarti Vino belum pulang, ia pun menghela napas nya dengan berat.
“Ngapain om Vino ke Hotel sama cewek? Mana lama banget lagi,” gumam nya sedih, berbagai pikiran negatif kini sudah muncul memenuhi isi kepala nya.
Tanpa sadar, ia pun menangis, membayangkan Vino tengah asik berduaan dengan wanita tadi dan mungkin mereka melakukan hal lebih. Mereka sama sama dewasa dan tidak mungkin mereka berjam jam di dalam kamar hotel bila tak melakukan apapun.
To, tok , tok ...
Renata terlonjak kaget saat mendengar seseorang mengetuk kaca mobilnya, dan dirinya semakin terkejut saat membuka kaca mobilnya dan melihat seorang laki – laki tengah menatapnya heran.
__ADS_1
“Ngapain disini? Kamu nangis?” tanya nya dengan suara yang begitu serak, membuat Renata semakin memecahkan tangis nya.