
***
Setelah berbincang dan bercanda dengan sang kekasih, kini Michele pun beranjak dari duduk nya dan langsung menuju kamar nya. Hatinya sudah lega dan rasa rindunya dengan sang kekasih sudah terobati.
Ceklek!
“Astaga!” Pekik Michele terkejut saat melihat Aldi tengah duduk di atas tempat tidur nya, “Al, lo ngapain disini?”
“Menurut kamu ngapain?” tanya Aldi dengan raut wajah datar nya, “Seneng ya? habis di apelin?”
“Jelas dong!” jawab Michele lalu kembali tersenyum membayangkan kembali saat saat dirinya dengan Rasya tadi. Terlebih saat mama nya ternyata memberikan lampu hijau padanya dan Rasya.
Pyaarrrr!
Michele langsung terperanjat kaget, saat mendengar suara gelas jatuh dan pecah. Aldi segera bangkit dari duduk nya, lalu ia berniat pergi keluar dari kamar Michele. Ia akui hatinya panas dan cemburu melihat Michele yang terus memamerkan kebahagiaan nya dengan Rasya.
__ADS_1
“Lo kenapa sih Al?” tanya Michele menahan tangan Aldi sebelum sampai di ambang pintu.
“Gapapa,” jawab Aldi singkat lalu ia melepaskan tangan Michele dan kembali melangkahkan kakinya keluar.
“Aldi tunggu!” seru Michele dan langsung mengambil satu tongkat Aldi hingga mau tak mau Aldi berhenti.
“Lo marah sama gue? Atau lo cemburu sama kak Rasya?” Aldi hanya diam tak menjawab pertanyaan Michele, namun hal itu membuat Michele langsung mengerti dan segera berdiri di depan Aldi.
“Gak pantes banget lo cemburu sama kak Rasya, serius muka lo jelek banget. Jadi makin dingin dan makin kaku kaya kanebo kurang air.” Ucap Michele sambil tangan nya terulur menyentuh rahang kokoh milik Aldi yang terlihat begitu keras. Michele tahu bahwa Aldi marah padanya.
“Istirahatlah, aku akan keluar.” Kata Aldi masih dengan wajah datar nya, membuat Michele langsung menghela napas panjang.
“Kenapa? Gue udah lihat yah walau sekilas. Dan lo gak cocok ngambek ngambek kaya anak kecil begini. Itu doang yang gede tapi pikiran lo cetek kaya anak kecil!” sungut Michele berdecak lalu ia hendak melangkah menuju tempat tidur, namun tangan nya langsung di cekal oleh Aldi.
“Lalu, apa yang cocok buat gue?” tantang Aldi menatap lekat mata Michele.
__ADS_1
“A-Al, lo mau apa?” tanya Michele gugup saat melihat wajah Aldi langsung berubah, terlebih gaya bahasa Aldi yang awal nya AKU KAMU langsung berubah jadi GUE LO, sungguh Michele tidak menyangka Aldi berubah seperti ini.
“Jawab Chel, apa yang cocok buat gue yang punya itu besar hem?” Tanya aldi lagi sambil mengusap pipi Michele dengan lembut.
Jantung Michele langsung berdetak semakin cepat, tubuh nya bergetar dan ia begitu susah menelan saliva nya sendiri, “Sepertinya gue udah bangunin macan tidur.” Gumam nya dalam hati.
“Al, jangan begini. Kaki lo sakit,” ucap Michele terbata, kini Michele merasa Aldi semakin menghimpit nya dan memaksa dirinya terus berjalan mundur. Hingga tanpa ia sadari kini dirinya sudah mentok sampai di tempat tidur nya sendiri.
“Lo masih perduli sama kaki gue Chel, hem?” tanya Aldi begitu lembut, namun entah mengapa terdengar begitu menyeramkan di telinga Michele.
“Al—“ kata Michele langsung terhenti saat ia melihat Aldi langsung berdiri tegak dan berjalan tertatih meninggalkan nya keluar kamar.
Michele bisa melihat wajah kecewa dan marah bercampur menjadi satu dalam sorot mata tajam itu. Namun Michele juga bingung mengapa Aldi harus seperti itu, mengapa begitu sulit untuk Aldi jujur akan perasaan nya padanya.
.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍