
Saat pagi hari, Michele terbangun dan ia melihat Aldi berada di samping nya. Ia tersenyum begitu hangat, tangan nya terulur untuk menyentuh wajah lelaki itu. Ia bersyukur karena ternyata dirinya memnag tak sedang bermimpi, ia benar bertemu dengan lelaki pujaan nya.
Cklek!
Michele langsung terlonjak kaget saat mendengar suara pintu yang terbuka. Ia pun langsung mendongakkan kepalanya, menatap ke arah pintu, dan ia bisa bernafas lega saat yang masuk ternyata Anna.
“Astaga Anna, kamu bikin kaget aja sih!” pekik Michele mengusap dadaa nya.
“Hehehe, habisnya udah jam segini belum pada bangun,” kata Anna menyengir tanpa dosa.
Aldi yang merasa terusik karena suara dua gadis itu akhirnya mengerjapkan matanya perlahan. Ia tampak biasa saja saat Melihat Anna sudah berasa di dalam kamar nya, karena memnag setiap pagi Anna lah yang membantu nya bangun dan naik kursi roda.
“Kakak mau mandi sekarang?’ tanya Anna, membuat Michele langsung mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
Aldi menganggukkan kepalanya, lalu Anna mendekatkan kursi roda ke samping tempat tidur, saat Anna hendak merangkul Aldi dan membantu naik kursi roda, Michele dnegan cepat menahan nya.
“Al kamu mandi sama Anna!” seru Michele salah paham.
“Hah?” Aldi dan Anna langsung menatap heran pada Michele, ia tak percaya dengan ucapan yang di ucapkan oleh nya.
“Itu, Anna nanya kamu mau mandi sekarang, Anna mau bantu kamu mandi? Gak! Gak ada cerita! Anna masih bocil, dia masih kecil ya kali mandiin kamu! Aldiiiiii gue gak relaaa!” jerit Michele tiba- tiba, membuat Anna dan Aldi semakin menatap tak percaya.
Ctakk!!
“Aldi sakittt!” pekik nya mengusap kening nya.
“Anna hanya membantuku ke kursi roda dan menyiapkan pakaian ku. Tangan ku masih sehat, aku masih bisa mandi sendiri, jadi jangan berpikiran yang enggak-enggak!” jelas Aldi, dan akhirnya Michele bisa bernafas lega.
__ADS_1
“Tapi—"
Michele mengerutkan dahinya saat mendengar kata ‘Tapi’ dari mulut Aldi. Ia berfikir apakah jangan- jangan Anna yang menggantikan dirinya pakaian setelah mandi. Entah mengapa rasanya ia ingin meledakkan isi kepala nya lagi.
“Tapi apa?” tanya Michele dengan cepat.
“Tapi kalau kamu mau mandi bersama ku, aku tidak keberatan. Kalau hanya memandikan mu, aku masih bisa. Mau coba gak?” tanya Aldi menyeringai seketika membuat mata Michele langsung membulat dengan sempurna, dan pipi nya yang bersemu merah.
“Nanti aku kasih yang kamu minta kaya semalem,” bisik Aldi menggoda Michele membuat wajah Michele semakin merah bak kepiting rebus.
“Buahahhahaha!” Anna yang sedari tadi diam sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi. Ia sangat terhibur melihat perdebatan antara kakak dan calon kakak iparnya tersebut.
“Au ah, Anna masih bocil. Anna tunggu di bawah saja, ah iya kakak minta tolong sama kak Michele aja yah hahahha.” Akhirnya Anna keluar dari kamar Aldi, meninggalkan Aldi dan Michele yang masih diam saling menatap.
__ADS_1
“Aku gak nyangka kalau pikiran kamu akan semakin konslet begini,” ujar Aldi menggelengkan kepalanya, ia segera memutar kursi roda nya dan menuju kamar mandi.
Sementara Michele juga langsung merutuki kebodohan nya, juga ucapan Aldi yang terus terngiang di telinga nya membuat wajah nya terasa sangat panas.