My Spesial Brother

My Spesial Brother
Nasehat Tian


__ADS_3

“Kakak mau makan?” tanya Anna saat memasuki kamar sang kakak.


“Tidak Anna,” jawab nya lirih, matanya masih fokus menatap langit dari balkon kamar nya.


“Tapi dari pagi kakak belum makan? Nanti kakak sakit, makan yah sedikit saja,” ujar Anna kembali membujuk, namun sepertinya sia-sia.


“Aku memang sudah sakit Anna, jadi kakak mohon pergilah. Tinggalkan kakak sendiri,” ucap Aldi dengan tegas.


“Tapi kak—"


“Anna!” Aldi menaikkan intonasi suara nya, membuat Anna mau tak mau akhirnya pergi.

__ADS_1


“Papa hiks hiks hiks,” Anna langsung menghambur ke pelukan Tian saat mendapati sang papa tengah berdiri di dekat tangga.


Tian yang mengerti dan sudah hafal dengan keadaan kedua anaknya, hanya bisa menghela napas nya berat. Ia pun langsung membalas pelukan putrinya dan mengusap nya pelan.


“Anna harus mengerti kakak, apapun yang di katakan sama kakak, Anna tidak boleh sakit hati, oke.” Pesan Tian yang langsung di balas anggukan kepala oleh Anna.


“Anna gak sakit hati sama ucapan kakak Pah, tapi Anna hanya sedih lihat kakak. Bahkan kakak sejak pagi belum makan apapun, Anna gak mau kakak sakit lagi hiks hiks.”


“Gapapa, biar papa yang bicara sama kakak. Kamu disini dulu ya.” Tian pun akhirnya menghampiri Aldi di dalam kamar.


“Pah, Aldi mau istirahat.” Ucap nya lirih.

__ADS_1


“Al, kamu laki-laki, jangan seperti ini.” Tian berusaha menggenggam tangan Aldi untuk menyalurkan kekuatan, “Kamu harus bisa bangkit, percayalah semua tidak sesulit yang kamu bayangkan. Kamu masih bisa sembuh, papa yakin itu.”


Aldi hanya terdiam tidak menjawab ucapan Tian. Dada nya begitu sesak setiap kali mengingat keadaan nya. Kini matanya menatap lurus pada kedua kaki nya yang tidak bisa merasakan apapun. Hidup nya sudah hancur, ia tidak bisa lagi menggapai mimpi nya apalagi membahagiakan wanita yang paling di cintai nya. Ia tidak akan bisa, dirinya hanya akan menjadi benalu yang akan menyusahkan banyak orang.


“Al, Papa sayang sama kamu, Anna juga begitu. Dan papa yakin, Michele pun pasti akan menerima kamu. Kamu tahu, bagaimana reaksi dia saat tahu bahwa kamu menikah? Dia hancur Al, om Farel terus menghubungi Papa dan papa juga bisa mendengar nya sendiri bagaimana tangis Michele dan amukan nya di dalam kamar. Jadi bukan kamu yang sakit, Michele juga terluka.”


“Papa mohon, kamu bangkit, dan kembali perjuangkan Michele. Karena papa yakin hanya kamu yang akan bisa membahagiakan dia. Apa kamu tega melihat nya terus terpuruk hem?”


“Pah, tapi Aldi sudah cacat Pah, Aldi gak akan bisa membahagiakan Michele lagi!” jerit Aldi penuh dengan kemarahan.


“Michele tidak akan mau menerimaku lagi, dan juga biarkan saja dia sudah ada Rasya yang lebih sempurna dan akan selalu bisa membahagiakan dia. Biarkan untuk kali ini saja Aldi akan mengalah padanya. Semoga ini bisa menjadi penebus kesalahan Mama dulu pada mama nya. Aldi—"

__ADS_1


“LO pikir gue barang yang bisa lo tuker tambah dan lo kasih ke orang lain hah!” bentak seorang gadis yang tiba tiba sudah berdiri di ambang pintu kamar Aldi. Sangat terlihat bagaimana wajah nya merah karena menahan amarah.


Aldi dan Tian langsung mengalihkan pandangan nya, dan betapa terkejut nya mereka saat melihat kedatangan Michele di rumah itu. Bagaimana bisa Michele berada di sini, di Korea. Batin ayah dan anak itu menatap tak percaya pada Michele yang masih berdiri sambil berkacak pinggang di ambang pintu itu.


__ADS_2