My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episode 15 S2


__ADS_3

“Kak Rasya,” panggil Michele saat melihat Rasya keluar dari hotel dengan raut wajah yang sulit di tebak. Namun, saat Rasya melihat dan mendengar suara Michele, raut wajah nya langsung berubah dan lebih tenang seperti biasa.


“Kamu belum pulang?” tanya Rasya.


“Belum, lagi nungguin Aldi. Kak Rasya sendiri kok baru pulang? Darimana?”


“Ah itu, tadi ada urusan sebentar. Itu Aldi sudah datang, aku pamit dulu yah,” katanya saat melihat Aldi berjalan ke arah mereka, Michele hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia segera menghampiri Aldi.


“Kenapa?” tanya Aldi saat Michele sudah sampai di depan nya.


“Gapapa, tadi aku Cuma sedikit heran aja lihat wajah kak Rasya yang kayaknya lagi marah. Tapi kenapa? Apa dia juga cinta sama Renata, jadinya ia marah dan gak rela Renata menikah sama om Vino?” kata Michele seperti sedang berfikir.


“Sudahlah, bukan urusan kita kan. Mending kita pulang atau mau menginap disini?” tawar Aldi menggoda.


“”Dih, aku kan emang mau nginep disini. Kamu lupa yah?” Michele langsung cemberut saat melihat wajah kekasihnya yang sedikit bingung, “Tadi kan aku udah bilang, mau menginap disini sama anak-anak.”

__ADS_1


“Aku lupa,” kata Aldi terkekeh.


“Iks, kamu itu belum tua udah pikun, jangan jangan nanti lupa lagi kalau kita udah menikah terus punya anak terus-“


“Gak ada terus-terusan. Kalau kita menikah dan punya anak, itu akan menjadi masa terindah yang tidak akan pernah aku lupain,” kata Aldi tersenyum membuat wajah Michele merona seketika.


“Gombal,” cibir nya menahan malu.


“”Biarin, yang penting si cerewet ku ini suka, seneng dan bahagia.”


“Woy kampret bucin, buruan sini!” teriak Denis dan Rara bersamaan, membuat Aldi dan Michele langsung mengalihkan pandangan dan berdecak kearah dua sahabat nya.


“Sialan lo pada, ganggu aja!” sungut Michele dengan kesal.


“Lo tadi pamit mau ambil make up di mobil, kenapa malah pacaran anjr!” kata Denis menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Hehehe, sorry. Ternyata make up gue gak kebawa.” Ucap Michele menghampiri dua sahabat nya, “Sayang ...” kata nya lagi sambil mengedipkan matanya pada Aldi.


“Yang mana?” tanya Aldi menghela napas nya pasrah saat melihat wajah Michele yang begitu menggemaskan.


Dirinya sudah hafal, bila Michele sudah menatap nya seperti itu, tanpa harus di suruh itu tanda nya Michele ingin dirinya lah yang mengambilkan barang nya.


“Ada di pouch pink di meja, tadi udah mau ku bawa tapi lupa. Berarti masih ada di meja, makasih sayang, cup!” ucap Michele lalu mengecup pipi Aldi singkat.


“Kampret ini orang emang, asal cipook di tempat umum. Lihat noh ini dimana!” sungut Rara tak habis pikir.


“Ini cium woy bukan cipokk! Kalau cipook tuh kaya gini,” dan Michele pun langsung mencium Aldi tepat di bibir nya, hanya beberapa detik ia langsung melepaskan nya dan menatap kedua sahabat nya yang tampak semakin marah padanya.


“Astaga, ya Allah, maafkan hamba yang dengan sengaja menyaksikan adegan live sahabat lucknat hamba ya Allah. Mata suci gue ternoda gara-gara monyet sialan!” seru Denis, lalu ia segera pergi meninggalkan mereka.


“Dah lah, gue juga mau cabut. Mau cari kak Leon bye!” Rara pun ikut berlari mengejar Denis, membuat Michele langsung tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2