
***
“Chel, lo tadi di ajak kemana sama kak Rasya?” tanya Renata penasaran.
“Kemana yaaa?” goda Michele pada teman – teman nya, “Tuh habis metik bunga.” Imbuh nya Sambil menunjuk ke bunga yang ia letakkan di meja.
“Metik bunga dimana?” tanya Rara, lalu ia pun mengambil bunga Michele dan melihat nya meneliti.
“Lo ... “ Denis menatap Michele dengan senyum penuh arti. Begitu pun dengan yang lain nya, mereka seolah paham dengan apa yang di maksud oleh Michele,dan saat Michele menganggukkan kepala nya sambil tersenyum, ketiga nya pun langsung menghambur memeluk Michele sambil berteriak heboh.
“Aaaaaa, selamattt!” seru Denis begitu heboh hingga membuat seluruh isi kelas langsung menatap keempat sekawan itu.
“Terus terus gimana Chel? Gue penasaran gimana kak Rasya nembak lo nya? Kasih tau Chel,” seloroh Rara tidak sabaran menunggu cerita dari Michele.
“Ya ga gimana gimana lah. Ya gitu deh,” jawab Michele terkekeh.
__ADS_1
“Woy! Pengumuman buat semuanya! Untuk merayakan hari jadian Michele dengan ketua osis kita, Michele akan TRAKTIR kalian semua di kantin SEPUASNYA!” teriak Renata sambil naik ke kursi untuk memberikan pengumuman, tentu saja seisi kelas langsung heboh dan berjingkrak.
“Monyet sialan!” pekik Michele langsung menarik rena agar turun dan memukul bahu nya, “Kapan gue bilang nya egek!”
“Bilang apaan” tanya Renata pura – pura bodoh.
“Bilang kalau gue mau traktir mereka semua!” jawab Michele ketus.
“Tuh barusan elo bilang, hahhaha!” kata Renata lalu mereka semua tertawa melihat wajah Michele yang begitu kesal.
Pulang sekolah, seperti janji pada Rasya, ia menunggu Rasya di parkiran sekolah, karena hingga kini Rasya belum juga selesai dari kelas nya. Dengan bersenandung kecil, Michele memainkan HP nya untuk mengobrol di grup chat nya dengan para sahabat nya. Tanpa terasa waktu sudah berjalan begitu cepat, sejam sudah ia berdiri di parkiran, hingga akhirnya ia memilih untuk duduk di sebuah bangku yang berada di dekat pos satpam.
Tin.. Tin .. Tin ..
Suara klakson motor mengagetkan Michele, ia pun langsung mendongakkan kepala nya dan melihat siapa yang menghampirinya. Dalam hati ia bersorak, karena akhirnya Rasya selesai juga, tapi ternyata ia salah. Dia Aldi bukan Rasya, dengan cemberut ia pun langsung menatap tajam pada lelaki itu.
__ADS_1
“Ngapain lo? Pulang sana!” usir Michele dengan ketus.
“Harusnya aku yang tanya, kamu ngapain disini? Udah jam segini belum pulang juga! Lupa kalau punya adik di rumah sendirian!” ujar Aldi dari balik helm nya.
Michele pun langsung tersadar, ia baru teringat bahwa ayah nya masih di rumah sakit dan adik nya di rumah sendirian. Ia pun langsung mengecek jam di HP nya dan betapa terkejut nya ia saat tau bahwa ternyata ini sudah lewat tiga jam dari sejak ia pulang sekolah.
“Gue lupa!” Michele langsung menepuk kening nya sendiri, lalu ia kembali membuka HP untuk melihat chat dari Rasya namun ternyata nihil.
“Eh btw lo kenapa baru balik juga?” tanya Michele menyelidik.
“Basket!” jawab Aldi singkat, lalu ia segera memberikan Helm satu nya lagi kepada Michele.
“Kak Rasya mana? Lo sama kak Rasya kan?” tanya Michele lagi.
“Gak!” jawab Aldi lagi dengan cuek, “Buruan naik!” Dengan mendengus kesal, akhirnya Michele pun mengambil kasar helm dari tangan Aldi, dan dengan terpaksa ia pun langsung menaiki motor Aldi.
__ADS_1