
Flashback!
“Sayang, hari ini kamu fiting baju sama Vino yah, nanti dia akan menjemput kamu di sekolah,” ucap Dina, ibu dari Renata.
“Tapi mah, pulang sekolah nanti Rena mau jalan sama Denis dan Rara,” kata Renata menolak.
“Sayang, pernikahan kamu dan Vino sebentar lagi. Kamu harus bisa mengurangi pergaulan kamu. Bukan Mama melarang kamu untuk berteman dengan mereka, tapi Mama Cuma mau kamu berfikir dewasa.”
“Mah!’
“Mama gak mau tahu, Mama sudah memberitahu nak Vino agar menjemput mu di sekolah nanti.” Setelah mengatakan itu, Dina pun segera pergi untuk berangkat ke kantor.
Renata menghela napas nya dengan berat, ia membanting piring dan sendok nya lalu segera mengambil kasar tas nya dan segera berangkat ke sekolah.
__ADS_1
Mood nya pagi ini benar benar sangat kacau, ia tidak menyangka akan di jodohkan dengan laki laki dewasa seperti Vino. Bagaimana bisa, mama nya menjodohkan nya dengan Vino. Laki laki yang ia ketahui mencintai sahabat nya ‘Michele.’
Renata masih ingat dengan jelas bagaimana tatapan mata Vino pada Michele saat pertama kali mereka bertemu dulu di arena balap. Dan akan sulit bagi Renata melupakan perasaan itu, sampai kapan pun ia akan terus mengingat bagaimana perasaan Vino pada Michele.
Menghela napas panjang, Renata melangkahkan kakinya memasuki kawasan sekolah. Ia melihat Denis dan Rara yang menunggu kedatangan nya di lorong menuju kelas. Ia melebarkan senyumnya, lalu menghampiri keduanya.
“Telat mulu lo, mau gantiiin gelar si Michele?” tanya Rara bercanda.
Renata hanya tertawa dan mendengus kecil, meski Michele sudah tidak ada, namun mereka masih membahasnya. Entah mengapa sejak dirinya akan di jodohkan dnegan Vino dan mengingat bahwa Vino mencintai Michele, kini hatinya begitu sensitif saat mendengar nama sahabat nya.
“Lo mau kemana? Jangan bilang lo mau jalan sama om Vino?” tanya Denis menebak dan langsung di balas anggukan kepala oleh Renata.
“Kemana?’ tanya Rara,
__ADS_1
“Fiting baju,” jawab renata menghela napas.
“Cie, yang mau menikah. Bakal jadi sultan berlian nih hahahaha,” kata Rara tertawa menggoda, membuat wajah renata langsung merona.
“Apaan sih lo,” elak Renata menutupi perasaan nya.
“Dah lah Ren, lo terima saja, om Vino ganteng, dewasa dan juga mapan. Gue yakin lo gak akan sengsara nafkah lahir batin sama dia.” Kata Rara dan langsung di balas anggukan kepala oleh Denis.
Sepulang sekolah, saat renata keluar gerbang, ternyata Vino sudah berdiri di samping mobil sport nya sambil memainkan HP nya. Suara jerit kagum dari para siswi di sekolah nya membuat Renata sedikit risi dan dengan cepat ia segera menghampiri Vino.
“Udah belum tebar pesona nya? Kalau udah, ayo cepet pergi.” Kata renata datar, membuat Vino langsung mengerutkan dahinya dan Menatap gadis tersebut.
“Tebar pesona? Tidak perlu seperti itu, ketampanan ku sudah begitu mempesona bagi mereka. Aku hanya ingin berbagi vitamin saja pada teman teman kamu,” kata Vino mengedikkan kedua bahunya cuek.
__ADS_1
“berbagi vitamin?” gumam Renata mengerutkan dahinya menatap Vino bingung.
“Tentu saja Vitamin, Vitamin awet muda karena mereka melihat pria tampan membuat mereka bahagia, dan bahagia bisa membuat orang awet muda,” katanya santai seketika membuat renata langsung melotot tajam.