
***
“Tega kamu Pah, bisa-bisa nya kamu mengkhianati pernikahan kita hiks hiks.”
“Mah, maafin papa. Papa—"
“Apa? Jangan mencoba membela diri kamu Pa, sekali salah akan tetap salah. Apa kurang ku sampai kamu tega menyakiti aku seperti ini? Tujuh belas tahun kita bersama, kenapa kamu bisa seperti ini?”
“Mah,”
“Jaangan mendekat dan jangan sentuh aku lagi! Aku jijik sama kamu. Jangan sentuh aku!” jerit nya begitu memilukan, “Lebih baik kamu pergi dari sini! Pergiii!” jerit nya lagi sambil melemparkan beberapa barang di samping nya hingga pecah berhamburan di lantai. Bahkan beberapa ada yang mengenai tubuh suami nya.
Pertengkaran hebat, yang terus terngiang di kepala Rasya, hingga ini masih begitu menyakitkan. Yah, saat kejadian pertengkaran orang tua nya, ia berada di belakang dinding pembatas antara ruang keluarga dan ruang makan, maka tak heran bisa Rasya begitu trauma dengan pertengkaran.
__ADS_1
Setelah di usir, papa Rasya berniat mencari penginapan di hotel terdekat, namun takdir berkata lain. Mobilnya mengalami kecelakaan saat ingin menyalip mobil di depan nya. Tak hanya di situ, saat Rasya dan Mama nya hendak ke rumah sakit untuk melihat keadaan papa nya, mobil yang ia tumpangi mengalami rem blong hingga akhirnya mama nya memilih membanting setirnya ke kanan dan mengakibatkan mama nya terluka parah demi menyelamatkan dirinya.
Hal yang paling menyakitkan bagi ketua osis tampan itu ialah, saat dimana ia harus merelakan papa nya pergi untuk selama lamanya akibat kecelakaan, sementara mama nya harus koma karena menyelamatkan nya.
Keluarga nya hancur seketika saat perselingkuhan sang papa terbongkar. Memang perselingkuhan itu terjadi belasan tahun yang lalu, namun entah mengapa mama nya baru mengetahui nya sekarang dan mengakibatkan keluarga nya hancur berantakan.
“Lo sabar aja bro, gue yakin sebentar lagi nyokap lo akan sadar.” Ucap Angga menyemangati Rasya. Saat ini, Rasya dan kedua sahabat nya sedang berada di rumah sakit, untuk melihat perkembangan mama nya. Sudah setahun lebih mama nya koma. Bahkan, mama nya juga belum tahu bahwa papa nya sudah meninggal. Rasanya dadaa Rasya begitu perih dan sesak saat memikirkan bagaimana nanti saat mama nya bangun dan menanyakan keberadaan papanya.
“Kita akan bantu Ras, lo harus kuat dan tenang. Yang terpenting, lo harus jaga kesehatan lo, jangan sampai lo sakit.” Kata Leo yang langsung di setujui oleh Angga.
“Kaliam berdua udah kaya pacar gue,” ucap Rasya terkekeh.
“Lo pacar kita Ras, tapi nanti kalau ada Michele posisi kami terganti,” ujar Leo dengan gaya khas tulang lunak.
__ADS_1
“Najiss!” ucap Rasya lalu mereka bertiga tertawa.
“Kak Rasya!”
Saat ketiganya tengah tertawa, tiba tiba berhenti saat ada suara yang begitu familiar memanggil nama Rasya. Spontan ketiganya langsung terdiam dan mengalihkan pandangan ke arah gadis yang memanggil nama Rasya tersebut.
Rasya tersenyum kecil, lalu ia berjalan mendekati gadis itu.
.
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍
__ADS_1