
“Kamu ngapain disini? Kamu nangis?” tanya laki laki yang mengetuk kaca mobil milik Renata.
“Kak Rasya kenapa disini? Hiks hiks?” ucap Renata balik bertanya dan tidak menghentikan tangisnya.
Kalau di pikir memang benar, untuk apa dirinya disini, menangisi orang yang sama sekali tidak melihat keberadaan nya, tidak memperdulikan nya. Begitulah pikir Renata.
“Kenapa kamu gak sekolah?” tanya nya dengan napas tertahan.
“Kak Rasya sendiri kenapa gak kuliah? “ kata Renata yang sedari tadi terus menjawab pertanyaan Rasya dengan pertanyaan balik.
“Aku ada perlu di dalam, lebih baik kamu pulang!’ ucap Rasya lalu ia hendak pergi meninggalkan Renata.
Tadi saat Rasya memarkirkan mobilnya, ia melihat mobil renata, ia pikir pemiliknya berada di dalam hotel, namun saat ia melihat bayangan Renata di dalam mobil sambil menangis akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri nya. Hanya untuk memastikan bahwa itu adalah Renata, adik kelas nya dulu sekaligus sahabat mantan nya.
“Kak Rasya, boleh ikut gak?” tanya Renata menahan tangan Rasya agar tidak masuk lebih dulu.
__ADS_1
“Mau ngapain?” tanya Rasya bingung, sungguh ia sudah tidak tahan berada di luar. Ia harus segera masuk ke dalam.
“Ada yang mau aku pastikan, aku tadi mau masuk gak bisa karena masih pakai seragam, dan juga masih pagi apa gimana tadi aku gak ngeri, makanya aku disini eh malah ketiduran. Kak Rasya plis, aku harus masuk ke sana,” kata Renata memohon, membuat rasya menghela napas nya panjang dan berat.
“Ren, aku gak bisa lama disini. Aku gak bisa nemenin kamu di dalam,” ucap Rasya menahan napas nya lagi.
“Gapapa, aku bisa sendiri. Asal bisa masuk dan lewat dari penjagaan itu, aku bisa cari sendiri kok,” ujar Renata mantap.
Rasya pun akhirnya mengiyakan dan mengajak Renata agar masuk kedalam hotel, yang mana ternyata itu adalah Hotel milik keluarga Rasya.
“Kak, kenapa mereka tidak menahan mu? Bahkan asal masuk aja? Kakak mau kemana?” tanya Renata yang tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari rasya.
Lift yang di tumpangi Rasya dan Renata sudah sampai di lantai 10, dimana lantai itu hanya bisa di isi oleh beberapa orang penting saja.
“Kamu mau kemana?” tanya Rasya yang baru sadar bahwa Renata sedari tadi mengikuti nya.
__ADS_1
“A— aku bingung hehehe, aku harus mulai cari dari mana ya?” tanya Renata menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
“Ren, aku sudah tidak bisa menemani kamu, aku duluan.” Rasya segera bergegas keluar dari lift, dan Memasuki salah satu kamar di sana. Sementara Renata, yang bingung pun akhirnya kembali ke lantai satu dan mulai mencari keberadaan Vino dari sana.
Hampir satu jam Renata mencari namun tak menemukan petunjuk apapun, akhirnya ia kembali naik ke lantai sepuluh dan menghampiri Rasya.
Sementara Rasya yang sedang fokus pada aktifitas nya merasa sangat terganggu dengan suara bel yang terus di bunyikan oleh Renata.
“Shitt!” pekik nya kesal dan emosi, ia mencoba untuk menghiraukan Renata, namun fokus nya malah semakin berantakan. Ia pun akhirnya menghentikan aktifitas nya dan membuka pintu sedikit.
“Ren aku—" ucap Rasya terputus saat Renata langsung nyelonong masuk ke dalam kamar nya.
“Kak, aku gak ketemu sama yang aku cari. Aku bingung dan aku—" kata Renata juga ikut terputus saat melihat keadaan kamar Rasya, mulut nya menganga dan ia langsung menatap Rasya dengan tatapan yang sulit di artikan.
.
__ADS_1
.
Ada yang tau gak Rasya lagi ngapain? Hayooo