
Setelah hampir satu jam menerima amukan dari mama Renata, kini Rasya sudah bisa melihat bahwa beliau sudah lebih tenang. Ia pun bangkit dari tempat duduknya, lalu bersimpuh tepat di depan kaki mama nya Renata yang tengah duduk di sofa sambil memijit kepalanya yang pusing.
“Tante, saya akan bertanggung jawab atas kehamilan Renata. Saya siap untuk menanggung semua biaya dan hidup mereka. Saya juga siap bila harus menikahi Renata, tapi, sebelumnya saya minta maaf karena saya tidak bisa berpindah agama. Saya tahu ini yang akan menjadi penghalang, tapi sungguh saya tidak bisa meninggalkan agama saya, itu yang saya ragukan.” Ucap Rasya lirih.
Yah, agama. Itulah yang menjadi dinding pemisah antara Rasya dan Michele, dan kini itu juga yang akan memisahkan dirinya dan Renata. Bila boleh jujur, Rasya masih sangat mencintai Michele, namun ia juga tidak mau memaksakan kehendak, karena memang selain Michele lebih mencintai Aldi, agama Michele dan dirinya berbeda.
Sementara itu, Renata dan mama nya nampak begitu terkejut mendengar pengakuan Rasya. Mama renata juga tidak mungkin mengizinkan anak nya untuk berpindah agama hanya demi seorang laki-laki. Tidak mungkin, meski ia bukanlah orang yang suci, namun baginya agama sangat lah sensitif dan tidak akan pernah berpaling.
‘Aku baru tahu kalau kak Rasya beda agama dari kami, apa jangan-jangan karena ini juga yang membuatnya ikhlas begitu saja saat Michele mengajaknya putus?’ tanya Renata dalam hati.
“Renata,” panggil Mama nya membuat lamunan Renata langsung ambyar. “Keputusan ada di tangan kamu, kalian yang membuat maka kalian yang harus bertanggung jawab!” Setelah mengatakan hal itu, mama Renata memilih pergi masuk ke dalam kamar nya untuk menenangkan diri dan berfikir.
“Kak,” panggil Renata lirih menatap ke arah Rasya, sementara sang empunya hanya tersenyum dan menghampiri Renata, “Apa yang harus kita lakukan?” tanya nya pelan.
“Kamu mau kita menikah? Kapan pun aku siap, tapi kamu sudah tahu apa kendala ku,” cicitnya pelan.
__ADS_1
“Pernikahan kami tidak akan batal, jadi kalian tidak akan bisa menikah!” ucap Vino tiba-tiba datang, membuat Renata dan Rasya langsung terkejut.
“Om,” lirih Renata menatap Vino dengan tatapan berjuta penyesalan dan rasa bersalah.
Vino menghela napas nya kasar, lalu ia duduk di sofa tunggal yang berada di seberang Renata dan rasya, “Kenapa kamu tidak mau jujur padaku hem?” tanya Vino pelan, namun Renata bisa melihat tatapan kesedihan di wajah Vino.
“Maafin aku hiks hiks,” Renata langsung terisak, membuat dua laki laki itu terdiam dengan perasaan campur aduk.
“Kemari lah,” kata Vino mengayunkan tangan nya menyuruh Renata mendekat, tanpa Vino menyuruh dua kali, Renata pun langsung beranjak dan memeluk Vino dengan erat.
Melihat Renata dan Vino berpelukan membuat Rasya hanya mampu menghela napas nya berat, ia pun akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan mereka. Besok, ia akan kembali dan menghadiri acara pernikahan Vino dan Renata yang memang sudah di persiapkan dari jauh hari.
.
.
__ADS_1
Rasya : Aku kuat Mom, dua kali patah hati, aku gapapa.
Mommy : Sabar yah, kamu ganteng, baik dan tajir. Tunggu jodoh kamu
Rasya : Ya lah, aku selalu sabar menunggu Mom, lagi pula aku masih sangat muda. Jadi aku ikhlaskan Renata dengan si perjaka tua. Kasian dia,
Vino : Apa maksud mu perjaka tua!Mau ngajak ribut?
Rasya : Udah sih, pura – pura gak denger aja, udah di kasih jodoh juga sama Mommy. Mau tak ambil lagi hah!
Mommy : kalian ini kenapa malah pada ribut sih! Daripada kalian ngerebutin Renata, mending rebutin Mommy,
Vino & Rasya ; OGAH! #langsung pergi
Mommy : kampreettt!
__ADS_1