My Spesial Brother

My Spesial Brother
Video Call


__ADS_3

“Monyet!!” teriak ketiga sahabat nya bersamaan saat ia mengangkat video call dari mereka.


Michele hanya terkekeh saat melihat raut kemarahan dan kekesalan di wajah ketiga sahabat nya, yah mereka marah dan kesal padanya karena ia nekat kabur ke Korea tanpa pamit pada mereka.


“Sorry, gue kan gak ada rencana sama sekali. Kalian gak tahu gimana sakit nya hati gue saat tahu Olaf kesayangan gue merried.” Cerita Michele membela diri.


“Ya harusnya lo cerita ke kita Cel, bukan malah kabur sendirian begitu!” semprot Renata yang paling kesal.


“Eits, siapa bilang gue sendiri?” kata Michele menyeringai menatap Renata.


“Terus lo sama siapa?” tanya Denis tampak mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Sama calon gue,” kata Michele dengan senyum penuh arti.


“Wait, wait wait. Calon apaan ini? Lo pergi sama kak Rasya? Kalian balikan lagi?” tanya Rara.


“Sejak kapan lo balikan sama kak Rasya terus kalau lo balikan sama kak Rasya, ngapain lo nyamperin Aldi ke sana?” sambung Denis, ketiga nya sangat bingung dengan ucapan Michele.


“Gue belom selesai bicara, kalian udah asal menyimpulkan aja!” jawab Michele cemberut, “Maksud gue sama calon itu, calon kakak gue. Kalau di antara kalian bertiga nikah, maka itu sama saja itu jadi kakak gue.” Jelas Michele terkekeh, membuat Denis dan Rara mengerutkan dahinya karena semakin bingung.


“Kita kan sahabat, jadi saat senang kita bersama, dan saat susah kita juga harus bersama dong. Ya gak? So ... sebaiknya kita saling jujur dan percaya sebelum pada kecewa saat tahu kenyataan dari orang lain,” kata Michele dengan raut wajah serius nya, dan kini Rena semakin merasa yakin dan ciut.


“Lo ngomong apaan sih Cel? Pusing pala gue,” tanya Rara menggaruk kepala nya yang tak gatal karena bingung dengan apa yanga Michele ucapkan.

__ADS_1


“Gue lagi belajar scenario haahaha, udah biasa aja muka nya, jangan kaya orang susah. Tenang aja calon kakak gue ini buaiikk banget, perhatian dan juga tajir cuy. So lo gak usah khawatir, lo mau shoping kapan pun kemana pun bakal di jabanin sama dia mah hahaha, dan satu lagi gue kesini pakai nya pesawat pribadi loh. Bukan kaleng kaleng kan? Jadi nanti kalau lo mau bulan madu jangan lupa ajak kita kita yah.” Jelas Michele panjang lebar sambil tertawa begitu kencang.


Ia begitu bahagia saat melihat wajah ketiga sahabat nya, Rara dan Denis yang bingung, sementara Renata yang tampak pias. Sungguh membuat Michele sejenak bisa melupakan kesedihan nya karena Aldi.


Dan keceriaan Michele saat video call bersama ketiga sahabat nya itu tak luput dari perhatian Aldi karena Michele sedang berada di dalam kamar Aldi dan memakai laptop nya.


“Sumpah gue gak ngerti. Kayaknya lo perlu ke psikiater deh Cel, lo baru ketemu sama Aldi udah mulai gak waras begitu, gue jadi khawatir sama kesehatan Aldi.” Ujar Denis menggelengkan kepala nya.


“Huum gue juga.” Sambung Rara.


“Guys, gu- gue di panggil nyokap. Gue off dulu yah, nanti kita sambung lagi. Dan juga Michele kayaknya lo harus istirahat, karena kayaknya otak lo masih jetleg.” Kata Renata lalu ia segera buru-buru mematikan sambungan video call nya.

__ADS_1


“Otak jetleg?” gumam ketiganya bersamaan.


__ADS_2