
Hari yang di tunggu telah tiba, hari ini Michele dan Aldi kembali ke Indonesia untuk menghadiri acara Pernikahan Renata dan Vino. Pernikahan mereka yang harusnya di laksanakan dua bulan kemarin, nyatanya kini baru terlaksana, karena menunggu Renata lulus sekolah.
Yah, setelah ujian tepatnya, acara mereka di adakan. Dan Michele juga sudah menyelesaikan ujian nya, kini sekalian dirinya berlibur ke Indonesia. Bertemu kembali dengan para sahabat nya dan juga keluarga nya.
“Masih ingat rumah emang?” celetuk Mike saat melihat Michele memasuki rumah nya.
“Setan kecil, lo gak kangen sama gue hah!” Michele pun langsung melempar koper nya dan menghambur memeluk adik lucknat nya.
“Kakak ihhh, bau belom mandi baru sampai juga ah! Kakak!” jerit Mike yang sedang asik bermain game, terpaksa harus ia hentikan lantaran Michele langsung menyerang nya.
“Kakak, kok gak minta jemput?” tanya Crystal menghampiri Michele dan Mike.
“Hehehe, kan biar surprise mah,” Michele menjauh dari Mike, lalu ia menghambur memeluk mama nya, “Icel kangen banget sama Mama,” ucap nya memeluk dan mengendus aroma tubuh mama nya yang selalu ia rindukan.
“Kangen, makanya jangan kabur kaburan! Kaya bocah!” sindir Mike ketus.
“Ini anak tuyul dari tadi ketus banget sama gue! Gue tuker tambah juga lo ntar!”
__ADS_1
“Kebalik!” jawab Mike tak mau kalah.
“Mamaaahh! Noh, anak nya tuh!”
“Emang kakak bukan anak Mama!” saut Mike.
“Ini tuyul asli yah ngajakin ribut!” Michele hendak kembali menyerang Mike, namun dengan cepat Crystal menahan nya.
“Sudah, kamu cepat masuk kamar dan mandi. Sebentar lagi papa kamu pulang,” kata Crysral, Michele pun menganggukkan kepalanya dan bergegas ke kamar.
Namun, sebelum ia pergi ke kamarnya, ia sempatkan diri untuk mengambil bantal sofa dan melemparkan nya kepada Mike hingga membuat Mike semakin marah lantaran HP nya terjatuh ke lantai.
“Hahahaha,makanya jangan rese lo!” teriak Michele sambil tertawa dari dalam kamar.
Drrtt... Drrtt... Drrttt ...
Suara getaran dari dalam tas nya membuat Michele yang hendak masuk kamar mandi kembali terhenti. Ia segera mengambil Hp nya dan melihat siapa yang menghubungi nya.
__ADS_1
“Om Vino?’ gumam Michele pelan, ia memanyunkan bibir nya Sambil berfikir, mengapa Vino menghubungi nya, padahal sudah lumayan lama ia tidak pernah lagi bertukar kabar dengan nya.
“Halo Om,” jawab Michele setelah menjawab telfon tersebut.
“Kafe tempat biasa, jam tuju malam. Plis, untuk yang terakhir kalinya,” ucap nya to the point, seketika membuat Michele mengerutkan dahinya, ada apa? Batin nya.
“Baby,” panggil nya lagi, menyadarkan Michele dari lamunan nya.
“Aku aja? Atau—"
“Kamu sendiri, plis. Aku butuh kamu,” ucap nya engan suara yang sedikit serak.
“Om, are you okey?” tanya Michele sedikit khawatir.
“Hem, aku tunggu nanti malam. See You baby,” ucap nya lalu mematikan sambungan telfon.
‘Ada apa sih? Kok tumben, kenapa om Vino minta ketemuan nanti malem. Dan juga kenapa suara nya seperti orang habis nangis, ya kali dia nangis gak mungkin banget. Atau jangan jangan—" Michele langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat memiliki pikiran tentang Vino.
__ADS_1
“Dah lah, gak usah mandi,” gumam nya, ia segera mencuci wajah nya dengan facial wash, dan mengganti pakaian, setelah itu ia langsung pergi menuju Kafe. Meski kini baru jam lima, namun ia sangat yakin bahwa kini Vino sudah berada di sana,di tambah lagi jalanan sore hari pasti sangat macet.