My Spesial Brother

My Spesial Brother
Episode 4 S2


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat, hubungan Renata dan Vino pun bisa di katakan ada peningkatan walau tidak sedekat yang di harapkan. Namun, Vino sudah mulai merasakan adanya benih benih cinta untuk Renata. Dengan perlahan namun pasti renata sudah berhasil mengisi relung hatinya dan menggantikan Michele di sana.


Hampir setiap hari Vino akan menjemput Renata saat pulang sekolah dan makan siang bersama, tak jarang juga Renata mengikuti Vino ke kantor, keduanya terlihat begitu serasi, begitu pun dengan Vino yang sudah mulai merasa nyaman dan terbiasa dnegan kehadiran Renata.


Pernikahan mereka sengaja di undur beberapa bulan karena Renata ingin fokus pada ujian nya yang sebentar lagi, dan Vino pun menyetujuinya, ia juga bisa memanfaatkan waktu itu untuk mengenal renata lebih dekat.


“Kamu mau makan apa?” tanya Vino sambil fokus pada setir mobilnya.


“Heem, tempat biasa aja,” kata Renata dan Vino pun menganggukkan kepalanya.


JF caffe&resto, menjadi lokasi ternyaman untuk makan dan berkumpul dengan pasangan dan keluarga. Selain tempatnya outdoor, ada juga yang in-door, juga tersedia ruang khusus VIP dan VVIP untuk acara penting, maka tak heran bila kafe itu semakin ramai walau sudah menjadi legenda. ( Legenda karena kafe itu sudah berdiri sejak nenek moyang keluarga Michele )


“Oh ya om, kira – kira om udah jatuh cinta belum sama aku?’ tanya Renata serius sambil mata Vino.


Uhuhkk hukk uhukk


Vino langsung tersedak minuman nya saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari gadis di depan nya, bagaimana bisa Renata menanyakan hal seperti itu. Mereka baru mengenal satu bulan lebih, mana bisa jatuh cinta secepat itu, batin Vino.

__ADS_1


“Cuma pertanyaan sepeleh begitu kenapa bisa tersedak sih, ckckck!” Renata memberikan minuman nya pada Vino sambil terus menggerutu kesal.


“Pertanyaan kamu tidak penting! Kamu ini sama aja ya kaya Michele, kalau tanya tanya tuh asal ceplos dan santuy ckck!”


Renata langsung terdiam saat mendengar nama sahabat nya kembali di sebut, entah mengapa hatinya selalu panas setiap kali Vino atau sahabat nya membahas atau menyebut nama Michele.


“kenapa harus sama Michele? Gak ada nama lain kah untuk di sebut dan di samain?” tanya Renata membuat Vino kembali menatap nya bingung.


“kenapa? Bukankah dia sahabat kamu?’


“Aku tidak membandingkan kalian, aku hanya menyamakan sikap kamu dan dia,”


“Sama saja, dan aku tidak suka!”


“Kenapa?” Vino semakin heran setiap kali melihat mood Renata yang selalu berubah ubah, terlebih setiap kali ia menyebut nama Michele.


“Apa om masih mencintai dia? Kalau memang iya, lebih baik pernikahan kita batal, aku gak mau kalau nanti saat kita melakukan malam pertama, om malah Akan menyebut nama Michele!” ucap renata ketus, seketika membuat Vino tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


“Jangan tertawa!”


“Hahahaha, sampai segitu jauh nya kau berfikir? Hahaha dasar bocah!” kata Vino tak habis pikir, ia pun menghela napas nya panjang, lalu ia meraih tangan Renata untuknya genggam.


“Renata, walaupun aku pernah menyukai Michele, tapi itu dulu. Dan kini, disini sudah ada kamu, aku sudah berjanji sama diri aku sendiri, sama orang tua ku dan orang tua mu, bahwa aku akan menjaga kamu,melindungi kamu dan mencintai kamu, setelah menikah hanya kaan ada kita berdua, tanpa Michele atau wanita lain manapun. “ jelas Vino panjang lebar, seketika membuat wajah Renata sedikit merona.


“Dan satu lagi, untuk malam pertama, akan ku pastikan hanya nama kamu yang ku sebut saat kita meraih puncak bersama,” bisik nya yang membuat Renata semakin kesulitan untuk bernafas.


“Dasar om me sum!” ucap Renata malu dan menyembunyikan wajah nya di balik telapak tangan nya.


“Bukankah kamu yang memulainya?” goda Vino sambil mengulum senyum membuat Renata semakin merasa panas dan malu.


.


.


Masih flashback sebelum hari H yah 🙈🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2