My Spesial Brother

My Spesial Brother
First Kiss


__ADS_3

****


“Aldi sialan! Itu first kiss gue!” pekik Michele setelah tersadar dari lamunan nya, “Bahkan cowok gue belum cium gue, kenapa lo nyium gue!” Michele langsung memukul mukul dadaa bidang milik Aldi, namun sang empu nya tampak cuek biasa saja.


“Bukannya itu memang buat aku?” gumam Aldi bertanya seketika membuat Michele langsung menghentikan aksi nya.


Michele menatap Aldi dengan tatapan marah, yah benar memang first kiss nya akan ia berikan kepada Aldi kelak saat sudah besar. Itu janji nya dulu pada Aldi. Saat itu, saat Michele berkunjung ke korea, saat itu ia sedang liburan sekolah saat kelas empat SD.


Dan saat mereka tengah berjalan- jalan di sebuah taman bersama orang tua Michele, kedua nya tampa sengaja melihat sepasang kekasih yang tengah berciuman mesra di pinggir jalan. Dan seelah itu mereka berpelukan, saat itu Aldi dan Michele masih kecil jadi tidak berani melakukan seperti itu.

__ADS_1


‘Nanti kalau Aldi pulang ke Indonesia, seragam kita udah ganti ( maksud nya bukan seragam SD lagi ) nanti Icel cium Aldi juga disini.” Ucap Michele saat itu sambil menyentuh bibir Aldi.


“Aldi gak mau!” jawab Aldi menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Harus mau, karena itu berarti Icel pacar nya Aldi. Kaya Mama sama papa juga cium cium, tapi disini.” Ucap nya sambil menyentuh kening nya sendiri. Memang Michele sering melihat Farel mencium kening Crystal saat hendak berangkat kerja atau pulang kerja.


Bayangan – bayangan masa lalu akan keduanya, seketika membuat Michele menelan saliva nya sendiri dengan kasar. Ia menatap Aldi yang tengah tersenyum mengejek ke arah nya. Memang benar ia akan memberikan first kiss nya pada Aldi, namun itu dulu, harus nya Aldi pulang saat SMP, bukan sekarang saat sudah mau lulus SMA. Lima tahun Aldi ngaret akan janji nya pada Michele. Dan bagi Michele, penawaran nya itu sudah tidak berlaku, tapi percuma karena Aldi sudah berhasil merebut ciuman pertama nya.


“Bagaimana?” tanya Aldi membuat Michele kembali memanyunkan bibir dengan kesal.

__ADS_1


“Itu udah kadaluarsa!” seru Michele kesal, “Lo janji bakal balik saat SMP kan, itu berarti lima tahun yang lalu harus nya lo kembali. Tapi lo baru balik sekarang! Ibarat makanan, sudah basi, sudah lewat jauh masa itu, dan lo udah gak berhak nagih janji itu sama gue!”


“Oh ya? Kadaluarsa?” gumam Aldi mengangguk anggukkan kepala nya seperti sedang berfikir, membuat Michele bernafas lega dan hendak pergi.


“Tapi aku suka yang kadaluarsa, bagaimana?” ucap Aldi yang langsung menarik tangan Michele hingga membuat gadis itu terjatuh menimpa tubuh nya di atas tempat tidur. Aldi menatap lekat mata Michele, begitu pun denan Michele yang semakin gugup saat melihat sorot mata Aldi.


“Kamu akan tahu alasan nya nanti, dan semoga kamu bisa mengerti nantinya,” gumam Aldi pelan sambil tangan nya menyelipkan beberapa anakan rambut ke belakang telinga Michele dengan lembut.


“Satu hal yang harus kamu tahu dan ingat selalu, disini masih sama seperti dulu.” Imbuh nya sambil mengambil tangan Michele dan meletakkan nya di dadaa nya. Michele bisa merasakan bagaimana kerja keras jantung Aldi yang ternyata memang sama dnegan nya. Keduanya hanyut semakin dalam, hingga tiba – tiba suara cempreng nan nyaring langsung mengejutkan keduanya, membuat Michele dan Aldi langsung bangun dan memisahkan diri.

__ADS_1


__ADS_2