
“Kakakkkk!” teriak Mike di ambang pintu membuat Michele langsung bangun dan berdiri tegak. Jantung nya berdetak begitu cepat, tubuh nya sedikit bergetar karena takut. Yah, ia sangat takut, bagaimana tidak bila ini adalah kali kedua dirinya kepergok oleh adik nya sendiri.
“Mike, sejak kapan kamu di situ?” tanya Michele dengan gugup.
“Kakak ciuman sama kak Aldi. Mike aduin mama!” ancam Mike membuat Michele dengan cepat menghampiri anak tuyul satu itu.
“Kamu mau apaan?” tanya Michele to the point dan langsung mendapatkan seringai licik dari wajah Mike, “Gak usah macem macem.”
“Satu macem, tapi ... “ Mike langsung menarik seragam Michele agar kakak nya menunduk, lalu ia segera membisikkan sesuatu kepada Michele.
“What! Mike kamu minta di apain sih!” seru Michele marah.
“Kalau mau, kalau tidak. Mike bisa minta sama Papa. Tuh papa udah di bawah,” jawab Mike santai lalu ia hendak berbalik.
“Papa udah pulang?” tanya Michele lagi semakin terkejut.
“Udah, makanya Mike tadi mau ngasih tahu kakak kalau Papa udah pulang. Tapi ternyata ... Mike malah dapat ajaran sesat!” ucap nya sambil cemberut namun juga terkekeh.
“Olaf, tanggung jawab!” seru Michele menatap Aldi yang sedari tadi hanya diam dan cuek.
“kamu gak lihat kaki aku? Tega kamu minta pertanggung jawaban sama orang yang kaki nya sedang patah?” tanya Aldi menautkan kedua alis nya.
__ADS_1
“Oke, gue gak minta tanggung jawab sama lo. Tapi ... “ Michele menyeringai lalu mendekati Aldi.
“Apa?” tanya Aldi penasaran dan sedikit curiga.
Tanpa berkata lagi, Michele langsung mengambil dompet Aldi yang masih tergeletak di meja samping tempat tidur. Michele mengambil kartu ATM milik Aldi dan segera pergi.
“Ini adalah bukti dari tanggung jawab lo!” ucap nya cemberut lalu segera mengajak Mike keluar dari kamar Aldi.
Aldi tidak marah, ia hanya terkekeh kecil, lalu ia mengambil tongkat nya dan perlahan keluar kamar untuk menemui Farel dan Crystal di lantai bawah.
****
“Sama – sama,” jawab Rasya tak kalah ramah, “jadi kamu adik nya Aldi?”
“Hehehe iya kak,” kata Anna.
“Baiklah, kakak duluan yah. Hati hati,” ucap Rasya malah membuat Anna terkekeh.
“Harus nya yang bilang begitu Anna, kan kakak yang mau pergi hihihi. Kakak hati hati di jalan,” ujar Anna terkikik geli.
“Oh iya,” kata Rasya menggaruk tengkuk nya, “Baiklah, duluan yah.” Anna hanya menganggukkan kepala nya lalu ia segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Sayang, aku sudah mengantarkan Anna sampai di rumah dengan selamat.” Tulis Rasya di chat wa kepada Michele, namun hingga beberapa saat belum juga di buka.
Akhirnya Rasya pun segera bergegas tancap gas dan meninggalkan rumah Anna. Tujuan nya saat ini adalah berkumpul bersama teman teman nya. Ia sudah janji akan segera datang karena memnag ada beberapa hal yang harus mereka bahas. Namun karena waktu nya ia pending untuk mengantar Anna dulu, jadi dia sedikit telat.
“Pacaran aja terus, gak usah inget temen lagi!” ucap Leo saat melihat kedatangan Rasya.
“Sorry, tadi nganterin adik nya Aldi dulu.” Jawab Rasya lalu mendudukkan dirinya di samping Angga.
“Adik nya Aldi?” tanya Leo dan Angga bersamaan.
“Huum,” jawab Rasya yang langsung meneguk minuman milik Leo tanpa permisi, “Jadi gimana?” tanya nya membuat kedua teman nya langsung terdiam dan menatap Rasya dengan tatapan yang sulit di mengerti.
.
.
.
Jangan lupa Vote, like dan komen nya yah.
Biar mommy makin semangat nulis nya, nanti mommy kasih bonus update, kalau banyak yang like, komen dan vote 😍😍😍😍
__ADS_1