
Sesuai rencana, hari ini Michele sudah siap dengan outfitnya. Ia mengenakan celana jeans di atas lutut dengan kaos merah berlengan panjang. Setelah mengikat tali sepatu nya, ia pun segera bergegas keluar untuk memanggil Anna. Yah, tadi pagi Anna sudah di antar oleh Tian, dan langsung pergi ke halaman belakang.
Begitulah Anna, setiap kali mendatangi rumah Michele, bukan menghampiri Michele di kamar, ia lebih memilih bermain dengan kelinci di halaman belakang. Itu adalah kelinci yang di belikan oleh Aldi untuk Michele. Sebenarnya Anna juga sangat ingin memelihara kelinci, namun papa nya selalu melarang. Ia tidak mau ada satu binatang pun ada di rumah nya.
“Anna, kamu mau ikut kakak atau mau main sama mereka hem?” tanya Michele sambil berkacak pinggang dari dekat gazebo.
“Hehehe,” Anna hanya menyengir kuda, lalu ia segera berlari menuju Michele dan langsung memeluk lengan nya, “Uh jelek banget kakak ku ini kalau cemberut hihihi.”
“Dasar bocil,” ucap Michele gemas dan langsung mengacak acak rambut Anna.
“Kak Michele ihhh!”seru Anna dengan kesal.
“Udah yok jalan.” Michele segera menggandeng tangan Anna dan mengajak nya keluar rumah karena sejak tadi Rasya sudah menunggu di ruang tamu.
“Nah ini dia yang di tunggu. Ckckck,” kata farel berdecak saat melihat putri nya baru muncul.
Yah, sedari tadi Rasya sudah menunggu dan di temani oleh Farel. Rasya juga sudah mengatakan pada Farel tentang hubungan nya dengan Michele. Dan orang tua Michele tampak biasa saja, memang benar karena Farel maupun Crystal selalu mendukung apapun yang akan putri nya mabil.
Walau sebenarnya Crystal sangat menyayangkan, karena gagal memiliki menantu sebaik dan sepintar Rasya. Tapi apa mau di kata bila memang mereka tak jodoh.
__ADS_1
“Ya udah Pah, Michele jalan dulu.” Michele berpamitan dnegan papa nya, lalu ia segera pergi dengan terus menggandeng tangan Anna.
****
“Kalian mau makan dulu atau mau langsung main?” tanya Rasya saat sudah memasuki sebuah Mall.
“Anna?” tanya Michele menatap Anna.
“Anna mau main, tapi apa gapapa? Kakak jangan bilang Papa yah?” bisik Anna di telinga Michele, namun masih mampu di dengar oleh Rasya.
“memang kenapa?” tanya Rasya mengerutkan dahi nya menatap Anna.
“Kita makan dulu, abis itu baru main. Papa kamu udah chat kakak dari tadi, nih.” Michele menunjukkan isi chat yang di kirimkan oleh om Tian kepada Anna.
Rasya hanya mengangguk, lalu ia menggandeng tangan Michele, dengan Michele menggandeng tangan Anna. Mereka berjalan menuju salah satu restauran yang berada di lantai lima Mall tersebut.
Saat ketiganya sedang asik makan, tiba tiba Michele di buat tersedak saat mendengar suara memanggil nama nya. Tak hanya Michele yang langsung menoleh, namun rasya dan Anna juga langsung menatap ke arah sumber suara.
“Tuyul, ngapain lo disini?” pekik Michele sambil mengelap mulut nya dengan tisu.
__ADS_1
“Itu anu emmt, itu sendiri.” Jawab nya sedikit gugup namun juga menyengir.
“Pacaran lu ya?” tebak Michele menatap licik ke arah sepupu nya yang tengil itu.
“Jangan ember!” saut nya dengan cepat, “Lo sendiri ngapain? Beuh enak banget bang Rasya, sekali kencan dapet dua bidadari.” Imbuh nya tengil menatap Rasya.
“Tunggu, kalian saling kenal?” tanya Rasya menatap Michele dan laki laki yang tiba-tiba saja langsung duduk di samping Anna.
“Dengan sangat menyesal, aku katakan IYA bang.” Jawab lelaki itu membuat Michele spontan langsung menendang kaki nya.
“Monyet lo emang. Mending lo pergi sekarang, atau gue telfon bang Arshen,” ancam Michele mengambil HP nya, “Eh tunggu, bang Arshen masih di luar. Lo kesini sama siapa sih serius.” Tanya Michele penasaran.
“Sama adek lo noh. Lagi beli daleman.” Saut nya sambil mendengus kesal.
“Chyra?” tebak Michele lagi dan membuat lelaki itu semakin mendengus,”Dia adek lo juga nyet!” Michele langsung menimpuk kerupuk ke wajah sepupunya dengan kesal, lantaran ia selalu terlihat selalu membeda-bedakan kedua adiknya.
.
.
__ADS_1
Hayoo, ada yang masih ingat atau tau siapa sepupu Michele yang ini? Yang memiliki saudara abjad, A, B, C & E.