My Spesial Brother

My Spesial Brother
Seoul


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kini akhirnya pesawat yang di tumpangi Michele sudah sampai di bandara Seoul Incheon International. Saat sampai di sana,Michele sedikit tertegun dengan beberapa pengawal yang sudah siap menyambut kedatangan mereka.


“Om, ini banyak banget orang nya?” tanya Michele dengan suara lirih.


“Kau lupa siapa aku Baby?” goda Vino sambil menyeringai dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Michele langsung berdecak dan memanyunkan bibir nya.


“Sudahlah, kita istirahat dulu. Nanti sore baru kita ke alamat yang kamu mau,” kata Vino sambil merebahkan kepala nya pada sandaran kursi mobil.


“Emang gak bisa sekarang langsung ke sana?” tanya Michele dengan tampang memelas nya.


“NO!” jawab Vino dengan cepat, “Aku masih lelah, dan aku tidak ingin kemana pun. Aku yang membawa mu kemari, jadi kamu harus menurut dengan ku. Kau belum istirahat sama sekali, jangan sampai kamu sakit. Kau tau bukan apa artinya kalau aku tak bisa menjaga mu? Maka aku harus berhadapan dengan keluarga mu.”cibir Vino panjang-lebar.


“Bilang saja om takut sama keluarga ku,” kata Michele membuang muka.


“Bukan aku takut, hanya saja malas menghadapi beberapa sepupu kamu yang terlalu banyak gaya itu,”

__ADS_1


“Who?” tanya Michele langsung menatap tajam pada Vino.


“You Know lah Baby.”


Michele hanya mendengus kesal, lalu ia kembali menyandarkan kepala nya pada kaca jendela, ia memilih menikmati pemandangan jalanan kota daripada harus berdebat dengan om om, pikirnya.


Sementara itu, di rumah keluarga Pranata tepatnya kediaman Michele, sejak semalam Farel dan Crystal kelabakan mencari keberadaan Michele. Pasal nya, semua sahabat Michele sudah di hubungi dan tidak ada yang tahu dimana keberadaan putri nya.


“Mas, bagaimana ini? Michele kemana?” tanya Crystal dengan raut wajah khawatir.


“Gimana aku bisa tenang kalau begini! Anak kita mas, dia anak gadis loh, pergi menghilang dari rumah. Ini semua gara- gara kamu pokoknya. Kalau kamu tidak mengatakan hal seperti itu tentang Aldi tentu saja Michele tidak akan se hancur ini!” seru Crystal sambil menangis terisak.


“Harusnya kamu diam saja, tidak perlu mengatakan apapun pada Michele hiks hiks, biarkan dia tahu dengan sendirinya hiks hiks.”


“Iya iya, aku salah. Aku minta maaf, sudah dong jangan nangis terus. Michele pasti baik-baik saja kok. Sudah yah,” kata Farel yang langsung memeluk istri nya.

__ADS_1


***


“Woaahh, ini rumah siapa om?” tanya Michele menatap kagum bangunan mewah di depan nya.


“Jangan norak Chel, jangan seperti orang gak mampu yang baru melihat rumah besar begini!” decak Vino menggelengkan kepalanya, lalu ia melenggang masuk ke dalam rumah.


“Bukan orang susah Om, tapi ini di Korea, aku baru tahu kalau om Vino juga punya rumah disini. Ku pikir om Vino Cuma kaya di Indonesia saja,” kata Michele terkekeh sendiri.


“Perusahaan utama ku ada disini, dan Indonesia hanya cabang. Masa kecil ku habiskan di rumah ini,” ujar Vino yang langsung merebahkan dirinya di sofa.


“Ohhh begitu. Berarti kalau om nanti menikah, maka istri om bakal tinggal disini? Atau di Indonesia?” tanya Michele seketika membuat Vino langsung Membuka matanya dan menatap ke arah gadis itu.


“Kecerewetan mu sudah kembali, berarti kamu gak sedih lagi. Yok pulang sja tidak usah jadi ketemu laki-laki itu.” Kata Vino hendak beranjak dari duduk nya.


“Gak mauuuuu!” teriak Michele langsung memeluk tangan Vino dan bergelayut.

__ADS_1


‘Enak aja pulang, baru juga sampai. Gue kan belum ketemu Olaf, dasar om om baperan!’ gumam Michele dalam hati.


__ADS_2