
****
“Terimakasih ya Kak,” ucap Michele dengan tulus.
“Apapun untuk kamu, pasti akan lakukan.” Kata Rasya dengan tangan mengusap pipi Michele dengan lembut.
“Ah iya, kakak mau mampir?” tawar Michele namun Rasya menolak.
“Aku masih ada urusan, maaf Sayang. Besok besok aku pasti mampir. Lagi pula orang tua kamu belum di rumah kan?”
Michele menganggukkan kepala nya, memnag benar hingga kini papa Farel belum sembuh dan masih di rawat di rumah sakit. Baiklah, ingatkan Michele besok untuk membawa Rasya ke rumah sakit saja kalau begitu.
Saat Michele hendak turun dari mobil, dahi nya sedikit mengkerut karena melihat seorang gadis keluar dari rumah nya, begitu pun dengan Rasya yang juga bertanya siapa gadis itu.
“Bukankah adik kamu laki laki?” tanya Rasya masih dengan menatap gadis yang berjalan keluar sambil memegang HP tersebut.
__ADS_1
“Iya. Itu adik sepupu aku. Tapi kok dia disini yah?” tanpa banyak berkata lagi, Michele segera turun dari mobil dan menghampiri sepupu nya. Yah, dialah Anna. Masih mengenakan seragam SMP.
“Anna!” panggil Michele seketika membuat langkah Anna berhenti dan langsung menatap ke arah Michele.
“Kakak baru pulang?” ucap nya malah balik bertanya.
“Tumben kamu kesini? Gak ngabarin kakak dulu lagi.” Kata Michele sedikit cemberut.
“Hehehe, tadi Anna buru buru kak. Tadi nya Anna mau nginep, tapi gak jadi. Kasian papa sendirian di rumah.”
“Sudahlah, capek ngomong sama kakak. Anna pulang dulu ya kak, udah pesen taxi online tadi.” Kata nya lalu mencium tangan Michele dan berpelukan.
“Kamu naik taxi online?” pekik Michele terkejut, “Kamu jangan gila Anna, kalau papa kamu tahu aku yang habis!”serunya lagi sambil menggaruk kepala nya.
“Papa gak akan tau kalau kakak gak kasih tau!” ucap Anna percaya diri.
__ADS_1
“gak! Kamu gak boleh naik taxi,” kata Michele menggelengkan kepala lalu ia menatap ke arah Rasya yang sedari tadi hanya diam melihat perdebatan kakak dan adik di depan nya, “Kak ... “ ucap nya sambil memasang senyuman manis.
“Iya,” jawab Rasya mendekati Michele.
“Kakak rumah nya searah sama rumah Anna. Boleh sekalian tolong anterin Anna gak? Kalau kakak gak mau, ya udah aku aja yang anterin tapi naik motor.” Ucap Michele memohon.
“Gak!” jawab Rasya dengan cepat, “Kamu gak boleh bawa motor sendiri, biar Anna kakak sekalian anterin, kamu jangan macem macem. Aku gak mau kamu kenapa napa.” Kata Rasya mulai posesif membuat Michele terkekeh dan segera memeluk lengan Rasya.
“Oke Anna, kamu pulang sama kak Rasya.” Tekan Michele, namun Anna masih diam karena bingung dengan siapa laki laki di depan nya ini, “Ah iya kenalin ini kak Rasya, dia pacar kakak.” Ucap Michele lalu menyuruh Anna dan Rasya berkenalan.
Setelah kedua nya berjabat tangan, Rasya pun segera pamit untuk mengantar Anna terlebih dulu. Karena memang dia sebenarnya masih ada beberapa urusan, hanya saja karena tidak enak dan juga searah ya sudah, ia mau mengantarkan Anna.
“kakak hati hati bawa mobil nya, jangan ngebut. Love you,” ucap Michele lalu mengecup pipi Rasya sekilas.
“Love you to Sayang,” jawab Rasya yang juga mencium kening Michele.
__ADS_1