Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Nasi Bungkus


__ADS_3

"Kalian sudah selesai?" tanya Reza kepada Nadira Sarah dan Evi.


"Iya kak sudah" jawab Nadira.


"semuanya uda bersih kak, mulai dari ruang rapat sampai ruang ini sudah kami bersihkan semua, kayaknya uda lama banget gak di bersihkan yah kak, debunya berterbangan sampai bersin-bersin tadi kami membersihkannya" ucap Evi.


Nadira dan Sarah melihat Evi dan menggelengkan kepala.


Evi nyengir dan meminta maaf "maaf kak keceplosan"


Reza tertawa "gak apa-apa dek memang begitu kenyataannya. karna uda selama yang bersih-bersih cuti gak pernah di bersihin".


"uda Za ngobrolnya, aku laper nih", seru Sam yang dari tadi hanya diam.


"oh iya sampai lupa, yuk kita makan tadi kami uda beli nasi bungkus untuk kita makan"


"kalau begitu silahkan makan kak kami pamit maupulang" ucap Nadira.


"eh kok pulang, makan dulu tadi kami uda beliin juga buat kalian bertiga!"


"gak usah kak, kami ikhlaas kok bersih-bersih tadi".


"emang kak Reza beli berapa bungkus?" tanya Evi.


"6 bunglus dek, kami 3 kalian 3"


"udah yuk Ra kita makan aja yuk, uda laper juga nih perut, setuju kan Sar?" tanya Evi kepada Sarah sambil mengedipkan sebelah matanya sebagai isyarat agar Sarah ikut membujuk Nadira supaya mau menerima nasi bungkus dari kak Reza.


"iya dek gak apa-apa, kami tahu kalian ikhlas bantuin kami, tapi kami juga ikhlas traktir kalian, ayuk kita makan aja, dari pada mubazzir kan Nadira, kami mana sanggup menghabiskan dua bungkus."


Mendengar kata-kata mubazzir Nadira akhirnya menyetujui untuk makan nasi yang dibeli Reza dan Sam. Tapi dia mengajak Sarah dan Evi untuk makan di tempat lain aja, karna Nadira gak biasa makan bareng orang lain apalagi sama cowok.


"kak boleh ga nasinya kami bawa aja?" tanya Nadira "kami mau makan dekat masjid aja, biar bisa langsung sholat zuhur."


"oh boleh dek, bawa aja tapi kak Reza gak beli minum soalnya kak Reza kira kalian mau makan disini."


"gak apa-apa kak, Nadira bawa minum dari rumah."

__ADS_1


"terus Sarah sama Evi gimana?"


"gampang kak, nanti aku beli aja di kantin" jawab Evi.


"oh iya baiklah, ni bawa aja, terima kasih ya dek uda bantuin kami. Tapi nanti kalau kami minta bantu lagi bisa kan?"


"insyaallah kak" jawab Nadira.


Mereka pun pergi dengan membawa tiga bungkus nasi yang di beri oleh Reza tadi.


Mereka mampir dulu di kantin untuk beli air mineral, lalu mereka makan di samping masjid tempat dimana Nadira biasa makan.


"wah enak nih, nasi rendang". seru Evi.


Dia langsung menyantap nasi bungkusnya begitu juga Sarah, sedang Nadira masih memandang nasinya.


"ayo Ra dimakan nanti keburu dingin" ucap Sarah.


"iya Ra, apa kamu gak laper, tadi kan kamu yang kerja yang paling berat. ayok gih di makan!" sambung Evi.


"Ra, Nadira" panggil Sarah.


" ayok di makan Ra, kalau mau di bawa pulang nasinya bakal basi Ra, kalau basi nanti nasinya gak bisa dimakan kan mubazzir Ra!" ucap Sarah lagi.


Sarah tahu apa yang dipikirkan Nadira. Karna dia mengenal Nadira dan tahu bagaimana kehidupan Nadira dan keluarganya.!


"Tapi sar, aku gak bisa telan makanannya kalau inget keluargaku."


"Ra, ini nasinya uda di campur sama kuah bakal cepet basi kalau gak segera di makan, gini deh dengerin aku yah! sekarang kamu makan dulu, sebelum makan kamu berado'a semoga besok-besok kamu dapat rezeki untuk makan nasi kayak gini bersama keluargamu, oke!"


Nadira mengangguk dan mulai berdo'a lalu dia menyuapkan nasinya ke dalam mulutnya. Sambil makan dia meminta maaf kepada keluarganya karna dia hanya makan enak sendirian, dan dia juga bersyukur kepada allah atas nikmat yang diterimanya hari ini.


Selesai makan mereka sholat zuhur, kemudian pulang. Seperti biasa Nadira mampir dulu ke perpustakaan untuk membaca buku sambil mengistirahatkan badannya yang terasa lelah.


dan seperti biasa saat perpustakaan tutup Nadira baru pulang, saat berjalan pulang selalu ada seorang misterius yang mengikuti Nadira sampai ke depan rumahnya tanpa di sadari Nadira.


Selesai mandi nadira mendekati bu rita dan meminta maaf.

__ADS_1


"bu maaf yah!"


"maaf untuk apa Ra?" tanya bu Rita


"tadi Nadira makan nasi bungkus di kampus."


"emang dapat dari mana?" sebenarnya bu Rita sangat meyakini jika anak-anaknya ga mungkin makan makanan yang tidak halal, tapi dia hanya ingin Nadira mengeluarkan kata-kata yang menjadi uneg-uneg di hati Nadira.


"tadi Nadira bantuin kakak anggota BEM kampus untuk membersihkan ruang sekretariat BEM, setelah selesai kakaknya beliin kita nasi bungkus, sebenernya tadi Nadira pingin bawa pulang aja niar bisa kita makan bersama, tapi kata Sarah nanti nasinya basi, jadi Nadira makan aja."


"Sarah? kayak nama temen kamu pas MA dulu di kampung? Sarah temen kamu sama susi dulu?"


"Ibu masih ingat?" tanya Nadira.


"iyalah nak, kamu gak pernah ajak teman ke rumah kecuali Susi dan Sarah, jadi insyaallah ibu ingat mereka berdua".


"Sarah yang ini, Sarah yang sama buk"


" maksud kamu Sarah yang MA dulu satu kampus juga sekarang sama kamu?"


"iya bu, ternyata Sarah itu satu kos sama teman satu kelas Nadira, jadi kita bertemu lagi sekarang"


"alhamdulillah nak, qodarullah kamu bisa ketemu dan berteman lagi sama Sarah"


"alhamdulillah bu". "Sekali lagi maaf ya bu! Nadira makan nasi, sedang ibu, bapak sama Naufal makan singkong rebus".


"Nadira, anak ibu. gak apa-apa nak, artinya itu rezeki Nadira, rezeki ibu, bapak sama Naufal ya singkong rebus, alhamdulillah walaupun singkong rebus, sama aja kayak nasi, kalau uda masuk perut insyaallah mengenyangkan dan bisa menopang tubuh untuk bekerja" jelas buk Rita kepada Nadira.


"tapi Nadira gak enak bu, ibu sama bapak kalau ada makanan yang enak selalu dibawa pulang untuk Nadira dan Naufal, sedang Nadira seolah makan enak sendirian" Nadira berbicara sambil meneteskan air mata


"udah yah nak, gak apa-apa, gak usah dipikirkan lagi, jangan menyesali rezeki yang sudah kamu dapatkan nak, insyaallah nanti kalau allah kasih rezeki kita bisa makan nasi bungkus berempat."


"aamiin" jawab Nadira.


"ya udah, sekarang kita siap-siap sholat yuk!"


Nadira mengangguk lalu berjalan ke toilet untuk berwudhu.

__ADS_1


__ADS_2