Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Membantu Berjualan


__ADS_3

Naufal bertemu dengan kakek penjual keripik pisang dan berniat membantunya karna tidak tega, Tapi kakek tersebut menolak karna merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Kek, anggap saja saya sedang magang mencari pekerjaan, lagian juga ibu saya juga membantu orang berdagang, jadi saya tidak malu kalau harus berjualan" Jawab Naufal sambil tersenyum.


"Yah sudah terserah, kalau begitu mari kita jalan, kalau mantap di sini, belum tentu ada pembeli yang mendekat" Ajak Kakek itu.


Naufal membantu membawa keripik, sedang Kakek itu masih menawarkan dengan orang-orang yang lewat.


"Pik... keripik... keripik pisang buk... keripik pisang pak..." Kakek itu menjajakan dagangannya sedang Naufal hanya mengikuti dari belakangnya.


"Pak keripik... pak..." ada seorang ibu yang ingin membeli, karna dia sedang menunggu dagangannya juga, jadi dia meminta kakek itu untuk mendekat ke arahnya.


"Iya Buk, mau yang mana, yang bungkus kecil dua ribuan, yang sedang lima ribuan dan yang besar sepuluh ribuan" Kakek itu menunjukkan harganya.


"Yang sedang aja Pak 2 Bungkus" Jawab ibu tersebut.


Bapak itu lalu mengambilkan Dua bungkus sedang keripik pisang dagangannya dan memberikan kepada ibu yang membeli tadi.


Setelah mendapatkan uang sepuluh ribu, napak itu lalu menepukkan uang yang ia dapat ke dagangannya.


"Alhamdulillah laku... laku.... laris.... laris.... bisa beli beras" Ucap bapak itu seraya bersyukur.


Naufal merasa miris, ternyata masih ada yang lebih susah dari pada dia dan keluarganya, walaupun mereka sama-sama susah dalam mencari sesuap nasi, setidaknya Naufal dan keluarganya masih muda, tetapi kakek itu sudah tua, tentu tubuhnya juga tidak sekuat orang yang masih muda.


Dia pun berazam di dalam hatinya, jika nanti allah memberikannya rezeki yang berlimpah dia ingin membuat sebuah rumah yang akan menampung orang-orang tua yang tidak mempunyai orang yang akan mengurus dan menanggungnya, jadi para orang tua yang tinggal di rumah tersebut, tidak perlu bekerja lagi, hany boleh mempersiapkan dirinya untuk beribadah.

__ADS_1


"Kek, ini keripiknya buat sendiri atau beli kek?" Tanya Naufal sambil berjalan mengikuti kakek itu.


" Oh ini buat sendiri Nak, istri kakek yang membuat, pisangnya hasil panen batang pisang yang kakek tanam di belakang rumah" Jawab Kakek itu jujur.


Naufal ingin menanyakan keluarga kakek tersebut namun dia takut menyinggung perasaan kakek itu, jadi walaupun dia penasaran, dia tahan untuk menjaga perasaan kakek itu.


Hari itu Naufal mengahbiskan harinya untuk membantu Kakek itu menjual keripik pisang.


"Alhamdulillah Nak, Kakek dapat 100 ribu hari ini, terima kasih yah atas bantuannya, ini 10 ribu!" ucap Kakek itu saat duduk bersama Naufal di bawah pohon tempat tadi Naufal menolongnya.


"Tidak Kek, beneran Naufal ikhlas menolong Kakek, jadi Naufal tidak mau menerimanya!" Ucap Naufal yang merasa tidak enak, karna kakek itu memberi dia uang.


"Yah sudah kalau begitu, ini uang 10 ribu, kamu belikan air untuk kita minum yan!, Sepanjang kita berjalan tadi kita belum membasahi tenggorokan kita!" Perintah Kakek itu kepada Naufal.


Naufal menurut "Kakek minta dibelikan apa Kek?" Tanya Naufal yang tidak tahu membeli apa.


"Hehehe" Naufal hanya tersenyum mendengar ucapan kakek itu yang bisa bercanda juga.


Naufal segera pergi dan membeli 2 botol minum air mineral, satu dingin dan satu tidak.


"Ini Kek!" Naufal menyerahkan air mineral yang tidak dingin kepada Kakek itu, tidak lupa sudah dibukanya terlebih dulu.


Diapun segera meminum air mineral yang dingin yang dia beli untuknya, karna jujur dia juga merasa sangat haus setelah berkeliling pasar.


"Kamu langsung pulang Nak, setelah ini?" Tanya Kakek itu.

__ADS_1


"Belum Kek, mau menunggu ibu menyelesaikan pekerjaannya dulu, kasihan kalau ibu pulang sendirian!" Jawabnya sambil memandang ke depan.


"Kakek setiap minggu jualan keripik pisang di sini?" Tanya Naufal.


"Tidak Nak, hanya saat ada keripik saja, Baru minggu ini Kakek mulai, karna pisangnya baru bisa di panen, beberapa minggu ke belakang, Kakek tidak jualan karna tidak ada pisangnya, Kalau pisang sendiri gak butuh modal, tapi kalau pisang orang kan harus beli, Kakek tidak punya modal!" Kakek itu menjelaskan kepada Naufal.


"Oh pantesan beberapa minggu kebelakang saya tidak pernah melihat Kakek berjualan". Seru Naufal.


"Minggu depan Kakek mau berjualan lagi atau tidak?" Tanya Naufal lagi.


"Iya Nak, ini keripiknya masih banyak sisanya, jadi insyaallah minggu depan masih berjualan". Jawab Kakek itu.


"Ya sudah Nak, mumpung belum terlalu siang, kakek mau pulang dulu, mau beli beras sama lauk untuk makan" Kakek itu pamit kepada Naufal.


"Iya Kek Hati-hati" Jawab Naufal yang memandang kepergian kakek itu sendu.


'Ya Allah mudahkanlah rezeki Kakek itu, mudahkanlah ia dalam mencari rezeki, Dan Ya Allah jika Engkau berkenan berikanlah kepada hamba rezeki yang berlimpah agar bisa menafkahi kedua orang tua hamba di usia senja mereka, agar usia senja mereka hanya untuk beribadah kepadaMu' Naufal berdo'a di dalam hati, karna hatinya begitu terharu melihat usaha kakek itu.


Naufal pergi ke tempat Buk Rita berjualan membantu Mbah Wati, Dagangan Mbah Wati sudah hampir habis, karna hari juga sudah siang, mereka sudah mulai berberes-beres untuk menutup dagangannya.


Naufal dengan sigap membantu, memasukkan sisa sayur ke dalam karung, setelah itu melepas penutup terpal dan melipatnya, setelah itu membantu Buk Rita menyapu area mereka tadi berjualan, terakhir saat mobil yang biasa ditumpangi Mbah Wati datang, dia membantu mengangkat karungnya ke atas mobil.


Buk Rita sendiri membawa dua kantong sayur sisa, walaupun tidak semuanya bisa dimasak, tapi Buk Rita membawanya pulang semua, karna dia baru akan memilah yang bisa di masak di rumah, kalau dipilah di pasar, akan butuh waktu lama, sedangkan dia ingin pulang cepat.


Karna hanya Buk Rita yang bekerja, uang yang didapat hanya dua puluh lima ribu, jadi dia harus berhemat untuk bisa menabung, jika biasanya dia bersama Pak Heru akan pulang naik angkot, hari itu dia bersama Naufal pulang dengan berjalan kaki, dan itupun Buk Rita tidak tahu apakah bisa menabung atau tidak, selain itu pengeluaran mereka pun akan bertambah karna harus menemani Pak Heru untuk kontrol ke rumah sakit minggu depan.

__ADS_1


"Maaf Nak Yah!, kita pulangnya jalan kaki!" Ucap Buk Rita kepada Naufal dalam perjalanan pulang mereka.


"Tidak apa-apa Buk, sekalian menguatkan fisik Naufal, kan Naufal anak lelaki, yang akan menjadi pelindung keluarga, jadi Naufal harus mempunyai fisik yang kuat agar bisa melindungi kelurga". Jawab Naufal meyakinkan Buk Rita.


__ADS_2