Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Teman


__ADS_3

Jam mata kuliah ke 2 sudah selesai, dan sekarang waktunya istirahat, Evi langsung mendekati Nadira.


"mau kemana Ra, ke mushollah atau k perpus?"


"kayaknya aku mau ke mushollah aja vi, mau sholat dhuha, kali aja bisa rebahan sebentar."


"oh, ya udah, aku caw dulu ya" (bahasa evi kalau mau pergi 😀)


"siip Vi".


Evi mau pergi ke kantin, karna dia sangat lapar habis persentasi, dia memang belum makan sama sekali sejak pagi karna dia deg-degan memikirkan persentasinya, dan sekarang setelah selesai perutnya baru terasa lapar sekali. Sebenarnya dia mau mengajak Nadira, karna tadi uda bantuin dia menjawab pertanyaan Winda, tapi Nadira ga mungkin mau, sebab dia selalu menolak kalau di ajak ke kantin.


Saat berjalan ke kantin, Evi melihat Sarah teman satu kosnya.


"Sarah ! "panggil Evi.


Sarah menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari asal suara.


"woi,,," Evi menepuk bahu Sarah. "nyari siapa sih?"


"nyariin yang manggil lah masak nyari yang mati."


"jahat amat sih nyumpahin aku mati,"


"lah siapa yang nyumpahin kamu mati sih,?"


" kan yang manggil kamu itu, aku."


"oh kirain siapa,"


"emang gak hafal suara ku sih."


"heheh maaf Vi, tadi suaranya terdengar sayup-sayup."


"kayak lagu aja. uda ah ngobrolnya, kita ke kantin yuk, temenin aku makan."


"loh emang teman sekelas mu mana, ga da yang ke kantin?"


"uda ah nanti aja banyak tanyanya, uda lapar banget nih."


"ya udah ayuk."


Evi menarik tangan sarah ke kantin, dan berjalan dengan langkah 1000.


"aduh Vi, pelan aja, kayak belum makan 1 tahun aja."


"bodoh amat ah, kan sekarang lagi istirahat, nanti kantinnya penuh, ga dapet tempat duduk."


"iya iya, tapi jangan di tarik-tarik gitu nanti kita jadi bahan tontonan kampus."


Dan benar saja, belum selesai Sarah ngomong, Evi menabrak tiga orang pria yang sedang berjalan membawa minuman kaleng, sehingga kalengnya terjatuh dan mengeluarkan suara yang gaduh.


Semua orang disana, melihat ke arah Evi, Sarah dan 3 orang pria yang di tabraknya. Tidak terkecuali Nadira yang hendak pergi k toilet untuk berwudhu.


Evi dan Sarah memungut minuman kaleng yang terjatuh, melihat temannya yang dalam masalah, Nadira segera mendekat dan membantu mengumpulkan minuman kaleng yang berhamburan.


Setelah terkumpul Evi meminta maaf.


"maaf mas! " ucap Evi.


"mas,, mass, aku bukan orang jawa"


"maaf bang," Evi mengulangi


"apa ? bang! kamu pikir aku tukang bakso"

__ADS_1


Semua orang tertawa mendengar jawaban lelaki tersebut.


"adu apa dong tanya evi." maaf a' " ucap Evi sekali lagi.


"cie cie" seru semua orang yang menyaksikan, mendapat olokan dari semua orang Evi dan lelaki itu jadi salah tingkah.


Dengan terbata lelaki itu menjawab


"eh,, panggil aku aa' emang kamu adekku."


Semua orang masih cekikikan melihat kejadian itu.


"maaf kak , maaf kak"


"nah itu baru benar, masak ga inget, kalian baru semester satu kan? kami yang ngospek kalian, berani-baraninya nabrak kami, jatuhin minuman kami, terus salah panggil lagi,"


"aduh maaf kak, maaf aku ga sengaja" jawab Evi, "suwer kak, gak sengaja " Evi berkata sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"kamu tahu ga ini minuman untuk acara BEM kampus ini tau, jatuh kan jadi kotor, kamu yang nabrak harus ganti, paham."


"aduh itu 3 lusin minuman harganya mahal kak bisa habis uang jajanku selama sebulan."


"kita ga mau tau yah, salah siapa nabrak kita, makanya kalau jalan pakai mata juga jangan pakai kaki aja."


"aduh gimana nih" ucap Evi dalam gati. Evi bingung dan hampir menangis, air matanya sebentar lagi keluar mana dilihat satu kampus, melihat temannya yang hampir menangis Nadira bersuara


"maaf kak teman saya ga sengaja, sebelumnya maaf juga kalau saya lancang, minumannya kan masih tertutup jadi cukup di lap aja, insyaallah bersih kak, kalau beli baru, yang ada kan jadi mubazzir kak."


"oh pinter kamu yah nyeramahin kita, kamu belom tahu siapa kita ha?"


lelaki yang satunya lagi ikut bersuara.


"udah deh Sam, ngomong terus gak bakalan selesai nih masalah, yang ada kita jadi lama dan


ditungguin teman-teman yang lain,"


"tanya si Farhan aja deh, biasanya dia punya solusi," jawab Reza.


"gimana ni han?" farhan yang dari tadi hanya mengutak-atik hpnya, akhirnya mengangkat kepalanya, dan melihat ketiga adik tingkat mereka yang ketakutan, dan hampir menangis.


"gini aja. bener juga nih kata cewek ini, kan minumannya masih tertutup cukup dilap aja dan debunya hilang. Tapi kan kita ga ada waktu untuk ngelap minuman kaleng sebanyak itu, jadi kalian bertiga harus ikut kami untuk mengelap semua minumannya, paham!"


"baik kak" jawab Nadira.


Evi mau membuka mulutnya ingin bicara,namun tangannya ditahan Nadira, jadi gak jadi.


Sam, Reza dan Farhan berjalan melewati ketiga gadis yang masih tertunduk, ketika mereka sudah lewat, barulah Nadira, Evi dan Sarah mengangkat kepala mereka, sambil menghembuskan nafas karena lega. saat saling toleh


"Nadira..."


"Sarah ..."


Nereka ingin saling berpelukan tetapi karna mereka sama-sama memegang kaleng minuman jadi mereka hanya berjingkrak-jingkrak karna senang.


Evi yang berada ditengah pun hanya bisa melihat Nadira dan Sarah secara bergantian.


Ka....


Evi yang mau bertanya, terhenti karna mendengar suara Sam yang marah.


"Mau sampai kapan kalian disana, ayo cepat jalan, kami ga da waktu nungguin kalian. Ayo cepat!" ucap Sam sambil melotot ke arah mereka.


Nadira, Evi dan Sarah, hanya terdiam sambil memendam rasa mereka masing-masing. Mereka pun berjalan mengikuti tiga lelaki di depannya.


Sesampainya di ruang sekretariat BEM kampus, Sam, Reza dan Farhan langsung masuk dan menutup pintu. Sedang Nadira, Sarah dan Evi di biarkan di luar tanpa ada perintah.

__ADS_1


Mereka bingung, Nadira lalu melihat ada meja di ujung teras, dia mengajak Evi dan Sarah untuk meletakkan minuman kaleng yang mereka bawa dari tadi di atas meja tersebut.


Setelah tangan mereka kosong, Sarah dan Nadira langsung berpelukan melepaskan kerinduan mereka. Sedangkan Evi hanya melihat sambil memijat-mijat tangannya yang terasa pegal-pegal.


"gila! pegel juga ni tangan bawa minum sebanyak itu. dasar laki-laki ga berperasaan, masa kita di suruh bawa minuman buat mereka!" omel Evi.


"Udah Vi ga apa apa, masih mending cuma disuruh bawa aja, kalau mereka kekeh minta ganti gimana coba.?"


"iya yah Ra, makasih ya Nadira yang baik hati, kalau ga, bakal ga jajan selama sebulan aku."


"Kamu juga si Vi, jalan cepet-cepet sambil tarik-tarik tanganku lagi, jadi nabrak kan kita, bukan kenyang malah tambah lapar nih perut jadinya." omel sarah.


"woi yang di luar bisa diem ga?, kita mau rapat nieh, jadi jangan berisik, kalau mau ngobrol nanti setelah pekerjaan kalian selesai!".


Mereka terkejut mendengar suara Sam dari dalam. Ternyata mereka ngobrol di samping jendela kaca, mereka tidak sadar karna mereka terlalu fokus untuk meletakkan minuman kaleng yang mereka bawa.


Mereka hanya saling pandang dan menahan tawa sambil tersenyum-senyum.


"ya uda ayo cepat kita lap minumannya, biar kita bisa cepat pergi dari tempat yang menguji adrenalin ini," ucap Sarah setengah berbisik.


"tapi gimana kita ngelap ya? mau pakai apa coba?" tanya sarah.


"ntar aku cari-cari dulu ucap nadira mungkin ada kain-kain ga terpakai yang bisa dijadiin lap." setelah mencari-cari Nadira tidak menemukan apapun.


"giman Ra? tanya evi


Nadira hanya menggelengkan kepalanya.


"Vi, coba kamu ketok pintu, minta tissu gih sama aa' kamu tadi!" pinta sarah.


"apaan sih sar! "Evi memanyunkan bibirnya.


"lah kan tadi kamu panggil aa'. hahahaha" Sarah tertawa.


"hush, jangan ribut nanti kena marah lagi kita". Nadira meletakkan jari telunjuknya di bibir.


ya udah deh, aku coba ketuk pintu.


tok,,, tok,,, tok,,,


Evi mengetuk pintu


setelah beberapa menit pintu terbuka, dan terlihatlah muka Sam, yang sangat menyebalkan bagi Evi.


"apa?" tanya Sam dengan nada tak ramah.


"maaf mas, eh bang eh a'"


"aduh nih mulut," Evi merutuki dirinya sambil memukul mulutnya.


Teman-teman Sam cekikikan dari dalam ruangan melihat tingkah Evi.


"apaan sih?" tanya Sam, yang pura-pura jengkel dengan Evi.


Evi mengatur jantungnya yang deg-degan karna ketakutan.


"maaf kak, ada tissu gak?, buat ngelap kaleng minumannya.?"


"kamu ini yah, udah nabrak , jatuhin kaleng minuman, jalannya lambat, banyak ngobrolnya, dan sekarang ni gangguin acara rapat kami cuma untuk nanyain tissu, mikir dong! katanya anak kuliahan, beli kek, cari apa gitu!"


"aduh kak, saya kan cuma tanya tissu, tinggal jawab ada atau enggak, jawabnya panjang kali lebar jadi luas banget gitu."


hap, Evi langsung menutup mulutnya, "maaf kak! ni mulut memang ga bisa dikontrol. ga papa kak, lanjutin aja rapatnya. maaf yah kak uda ganggu."


Evi langsung berlari pergi secepat kilat dari hadapan Sam.

__ADS_1


Sam, Nadira dan Sarah yang melihat saling pandang karena bingung ada apa dengan Evi.


__ADS_2