
Nadira sudah mengatakan keberatan pada rencana Pak Heru untuk menjadi kuli angkut, namun Pak Heru pun masih pada pendiriannya, lalu Pak Heru bertanya kepada Naufal "menurut kamu gimana dek?"
"Naufal sih terserah Bapak, ya mungkin gak apa-apa untuk di coba dulu, kalau belum di coba kan belum tahu" Naufal menjawab dengan gaya selengeannya sambil tertawa.
Naufal mengerti mungkin sebagai kepala keluarga Pak Heru merasa belum memberikan yang terbaik, maka bagi Naufal memberi kesempatan untuk Pak Heru melakukan usahanya sampai semaksimal mungkin adalah salah satu bentuk usahanya dalam mendukung bapaknya.
"Ya Sudah, sekarang kita tidur dulu nanti hari minggu kita berempat pergi ke pasar sambil melihat-lihat mungkin ada pekerjaan yang bisa kita kerjakan." Kata Bu Rita untuk menutup diskusi mereka malam itu, sepertinya, walaupun Bu Rita dan Nadira keberatan Pak Heru tetap pada pendiriannya, jadi Bu Rita memilih untuk memberi izin kepada suaminya untuk melaksanakan keinginannya.
Pada hari minggu setelah sholat subuh dan sarapan singkong rebus, mereka berjalan menuju pasar yang ada di kota di dekat kampus Nadira.
Kurang lebih satu jam mereka berjalan kaki, sampailah mereka di pasar, keadaan sudah mulai ramai tapi belum terlalu padat karna belum banyak pembeli yang datang, karna masih pagi juga.
Saat akan memasuki kawasan pasar, mereka berhenti sejenak, "Yakin Pak, mau melanjutkan?, kalau enggak, tidak apa-apa kita pulang aja!" ajak Buk Rita.
Pak Heru diam dan memejamkan matanya di dalam hatinya berkata " Ya Allah kuatkan lah aku, yakinkan hatiku untuk menapaki jalan ini dan semoga Engkau menjadikan setiap usahaku untuk mencari nafkah bagi keluargaku ini sebagai amal ibadah untuk mencari ridho dariMu"
Lalu ia membuka matanya dan menghembuskan nafasnya perlahan untuk mensugesti dirinya sendiri.
"Insyaallah Bu, semoga Allah mudahkan yah! sebaiknya Ibu, Nadira sam Naufal jalan-jalan aja, lihat-lihat pasar, kan jarang-jarang kita pergi kesini, semoga hari ini Allah kasih rezeki biar paling tidak kita bisa membeli lauk untuk siang ini".
"Aamiin" Jawab mereka berbarengan.
Pak Heru mulai melangkah dan memasuki pasar, dia terus mencari-cari melihat-lihat mungkin ada orang yang butuh bantuan untuk mengangkat barang-barang belanjaan.
Saat melihat ada mobil pick up yang terparkir, Pak Heru mendekat dan melihat banyak sayur-mayur yang masih berada di dalam karung yang tersusun, Pak Heru mencari-cari orang yang bisa ditanyai untuk ikut membantu menurunkan karung-karung tersebut, tak lama ada seorang bapak yang seumuran dengan Pak Heru, "Permisi Pak, apakah Bapak sopir mobil ini?"
__ADS_1
"Iya Pak, ada perlu apa?" jawab bapak tersebut.
"Maaf pak, apakah bapak butuh kuli angkut untuk menurunkan karung-karung sayur ini Pak?"
"Wah maaf Pak, saya sudah ada yang mbantu dua orang, itu sudah cukup untuk mengangkut semuanya".
"Oh baiklah Pak, terima kasih" Jawab Pak Heru, lalu terus menyusuri jalanan pasar sambil mencari peluang.
Hampir setengah jam Pak Heru berjalan dan bertanya, tetapi semua sudah punya kuli angkutnya masing-masing.
"Ya allah bahkan pekerjaan yang kasar, sudah penuh oleh orang yang mencari nafkah, hanya dengan bentuan dan kuasaMu hamba akan mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi nafkah keluarga hamba" gumam Pak Heru dalam hatinya.
Dia sudah hampir menyerah mencari peluang untuk menjadi kuli angkut, dan sudah berniat untuk menemui keluarganya, Saat dia berjalan ke arah luar pasar, Pak Heru melihat dua Orang yang sedang mendorong mobil tanpa dimintai tolong, dia berinisiatif langsung menolong dua orang tersebut, setelah mendorong beberpa meter akhirnya mobil tersebut hidup dan dapat berjalan.
"Terima Kasih Pak atas bantuannya" ucap salah seorang yang tadi mendorong mobil.
"Kalau begitu saya pamit dulu pak" ucap Pak Heru lagi.
"Silahkan!" Jawab orang tersebut.
Pak Heru pun berjalan mencari-cari keberadaan Bu Rita, Nadira dan Naufal, karna tidak melihat mereka, akhirnya Pak Heru memilih duduk di bawah pohon untuk beristirahat sambil melihat jikalau keluarganya lewat.
Setelah duduk beberapa waktu, Pak Heru tidak melihat tanda-tanda kemunculan keluarganya, akhirnya dia memutuskan untuk berjalan ke dalam pasar lagi, selain mencari keluarganya barangkali bisa menemukan pekerjaan untuk dilakukannya.
Saat berjalan ke dalam pasar, keadaan pasar sudah sangat ramai karna banyak pembeli yang mulai datang untuk berbelanja sehingga jalanan padat, jadi Pak Heru tidak bisa berjalan dengan cepat, karna berjalan dengam lambat Pak Heru bisa melihat Bu Rita yang duduk di bawah tenda terpal yang di pasang untuk bertuduh para pedagang, Pak Heru segera mendekat ke arah Buk Rita "Ibu sedang apa?" tanya Pak Heru.
__ADS_1
"Eh Bapak, ini Pak ibu dapat bagian bantuin mbah Wati buat sayur asem, karna yang biasa bantu mbah lagi sakit, jadi ibu menawarkan diri aja, sambil nungguin bapak gitu. Gimana Bapak uda Selesai?"
"Belum Buk, ibuk lanjut aja nanti kita ketemuan aja di bawah pohon depan tadi tempat kita berpisah tadi. Oh ya buk, anak-anak dimana?"
"sudh tak suruh pulang aja, kasihan disini gak ada pekerjaan, mending di rumah bisa belajar."
"Oh ya sudah, Bapak kesana dulu ya buk!"
"Iya Pak" Jawab Buk Rita sambil tersenyum.
Pak Heru terus melangkah tanpa ada tujuan, dalam hatinya berkata" yang ingin mencari pekerjaan saya, tapi sampai sekarang belum dapat, sedang ibu yanh hanya ingin melihat-lihat sudah ada pekerjaan, ya allah semoga Engkau memantapkan hati dan langkah hamba untuk melalui jalan kehidupan ini". Pak Heru berjalan dengan pikiran yang tidak menentu hingga tanpa sengaja menabrak orang yang berjalan di depannya, "Maaf Pak! saya tidak sengaja" ucap Pak Heru sambil membungkukkan badaannya.
Orang tersebut membalikkan badannya dan menghadap ke arah Pak Heru, saat Pak Heru mengangkat kepalanya, "loh ini bapak yang tadi menolong saya dorong mobil kan?" seru orang tersebut.
" Eh iya Pak, maaf Pak, saya gak sengaja, saya sedang banyak pikiran jadi melamun, sekali lagi maaf Pak!"
"Tidak apa-apa Pak! tidak sampai jatuh juga sayanya, Oh iya Pak, saya Sugeng, panggil saja mas sugeng!" Pak Sugeng mengenalkan dirinya kepada Pak Heru.
"Saya Heru Pak!"
"Saya panggil mas saja yah!"
"iya mas sugeng, terserah saja mana enaknya!"
"Saya perhatikan kayaknya lagi mencari-cari sesuatu yah Mas?, jalannya sambil menoleh ke kiri dan ke kanan." Tanya Pak Sugeng kepada Pak Heru yang memang sedang dalam kebingungan.
__ADS_1
"hehehe, kelihatan yah mas?" Jawab Pak Heru sambil tersenyum malu. "Iya mas, sebenernya saya ke pasar untuk mencari pekerjaan, seperti kili angkut begitu, tapi semua pasar sudah saya kelilingi, namun semuanya sudah ada kuli angkut masing-masing, jadi saya berputar-putar sekali lagi barangkali ada yang butuh orang untuk bekerja, terserahlah pekerjaan apapun. Aduh maaf Mas, jadi curhat saya"
"Hehehe" Pak Sugeng tertawa, " kalau begitu mari ikut saya" ajak Pak Sugeng kepada Pak Heru.