Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Tanggung Jawab Reza


__ADS_3

Sam memperingati Evi agar tidak memanggilnya dengan nama panjangnya.


"Baiklah Kak Sam..... sudin" Jawab Evi dilanjut tawa khasnya yang menggelegar.


"Evi Similikiti awas kamu yah, tunggu pembalasanku" ucap Sam sambil berlalu ke ruang rapat, karna dia tidak bisa membalas ejekan Evi, jadi dia memilih meninggalkan Evi yang masih tertawa, Sedang Nadira Sarah dan Reza hanya cekikikan dengan suara pelan takut Sam semakin kesal.


"Ya udah dek, Kakak masuk dulu sebelum kak Farhan menyusul, kalau sampai dia memanggil alarm peringatan berbunyi nanti, Hehehe" Reza pamit dan segera ke ruang Rapat.


Nadira dan Sarah mengembalikan alat kebersihan ke samping toilet dan langsung mencuci tangan di toilet, setelah itu mereka keluar ruang BEM dan Evi membawa plastik hitam yang diberi Reza.


Mereka memilih beristirahat di Mushollah sebentar sebelum pulang, untuk sedikit mengurangi penat setelah bersih-bersih.


Sambil beristirahat mereka mengobrol sebentar


"Eh kenapa kayaknya semua anggota BEM kayak segan banget sama kak Farhan, Si Sasa yang songong aja hilang sifat arogannya kala berhadapan sama Kak Farhan" Evi memulai obrolan.


"Evi, kamu ini kalau kasih julukan orang itu baik dikit kenapa?" Protes Sarah yang mendengar julukan Evi untuk Sasa.


"Biarin, emang tuh cewek songong, mentang-mentang cantik seenaknya aja ngatain orang bibik, Gue yakin deh tuh muka cantik karna polesan aja, penampilannya juga menang karna dia anak orang berduit, Kalau Nadira di poles dan berpenampilan kayak dia juga mungkin bakal jauh dibawah Nadira, kalau perbandingannya dari angka 1 sampai 10, Sasa itu 1 dan Nadira pasti 10" Evi berbicara panjang lebar mengungkapkan kekesalannya kepada Sasa.


"Udah Vi,Gak baik ngomongin orang terus nanti pahala kita berpindah ke orangnya, gak mau kan kita uda capek-capek ibadah pahalanya malah balik sama orang yang kita benci?" Nadira berusaha meredam amarah Evi, karna Evi kalau amarahnya lagi memuncak cuma ada 2 pilihan, kalau dia ngomong yah gak bakalan berhenti, kalau dia diam, bahkan satu kata pun sulit keluar dari mulutnya.


"Plastik hitam yang dari Kak Reza tadi mana vi, aku mau lihat isinya!" Pinta Sarah kepada Evi.


Evi yang masih kesal, hanya mengulurkan plastiknya kepada Sarah.


Sarah pun membuka plastik tersebut dan mendapati beberapa snack box dan juga minuman dingin.


"Apaan Sar isinya?" Tanya Evi yang penasaran.

__ADS_1


"Isinya tanggung Jawab Kak Reza" Jawab Sarah yang semakin membuat Evi penasaran.


"Ih Sarah, gak lucu tau!" Evi berkata sambil mendekat ke arah plastik yang sudah terbuka.


"Nah ini Tanggung Jawab yang pas, mending inilah daripada ke pelaminan, hahaha" Evi berkata sambil tertawa dan tangannya mengeluarkan satu kotak snack dan sebotol minuman dingin.


Dia langsung minum hanya menyisakan setengah isinya Saja.


"Astaghfirullah Evi, uda kayak kesurupan jin yang tinggal di neraka aja kamu minumnya,mana gak baca bismillah lagi" Sarah berkata sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf, haus banget habisnya!"Jawab Evi.


"Sini Plastiknya kita juga mau minim nih!" Seru Sarah sembari mengambil plastik hitam dari dekat Evi.


Sarah mengeluarkan dua botol minuman dingin, satu untuknya dan satu lagi diserahkannya kepada Nadira.


"Ini Ra, minum dulu kamu juga pasti haus, soalnya kan tadi kamu yang kerjanya paling banyak!"


Nadira pun segera membuka botol minuman itu dan meminumnya tidak lupa membaca bismillah dan setelah tiga tegukan Nadira berhenti, Walaupun rasanya dia ingin meminum airnya sepeti Evi, tetapi dia tahan karna dia ingin menjalankan ilmu yang dia pelajari.


Dan jika Merasa belum hilang rasa hausnya, barulah Nadira minum lagi dengan cara yang sama, yaitu dimulai dengan Bismillah dengan tiga tegukan dan diakhiri dengan hamdalah.


"Ayuk lah dimakan gak enak aku makan sendirian dari tadi!" Ajak Evi yang berucap dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Evi, Evi Kerja paling sedikit, makan paling duluan!" Omel Sarah.


"Perut mah gak kenal situasi Sar, kerja gak kerja kalau gak diisi yah lapar, kebetulan ada makanan, dimakan dong, sayang juga kalau dianggurin, tugas mereka kan memang dimakan, kalau gak dimakan nanti mereka dapat hukuman karna gak menjalankan tugas". Evi berkata sambil mengunyah makanannya.


"Evi, Evi pintar banget kamu kalau cari alasan". Sarah dan Nadira hanya menggelengkan kepala mereka mendengar ocehan Evi dan melihat tingkah konyolnya yang sudah berpindah ke snack box yang kedua.

__ADS_1


Nadira dan Sarah baru mau mulai makan, sedang Evi sudah menghabiskan 2 kotak snack dan meminum minumannya hingga tandas.


"He....k" Evi bersendawa dengan suara yang keras.


"Astaghfirullah..." Ucap Sarah yang semakin kesal dengan tingkah Evi hari ini.


"Ih Sarah kayak gak hafal aja, dimana-mana orang kalau bersendawa ucapnya alhamdulillah bukan astaghfirullah, kalau berbuat kesalahan baru astaghfirullah." Evi berkata tanpa merasa bersalah.


"Tau ah!" Ucap Sarah kesal.


"Iya Vi, betul ucapannya tapi harusnya kan, agak ditahan biar suaranya gak mengganggu orang lain, mana tahu ada orang yang sedang makan, dan siapa tahu suara sendawa kita membuat orang lain kehilangan nafsu makan, kasihan kan mana orangnya juga masih lapar tapi nafsu makannya terganggu dengan suara sendawa kita". Nadira menjelaskan kepada Evi dengan lembut.


"Udah Ra, Kamu jelasin panjang lebar sampai makan kamu terganggu, taunya penjelasan kamu masuk telinga kiri keluar telinga kanan, detik ini faham detik selanjutnya lupa". Sarah masih merasa sebal dengan Evi.


"Enggak gitu juga kali Sar, kan kalau masuk telinga kir itu, harus mutar-mutar syaraf otak dulu baru bisa sampai ke telinga kanan, jadi hitungannya paling tidak main menit bukan detik". Bantah Evi.


Sarah hanya memutar bola matanya malas, karna dia tidak bisa meladeni lagi ucapan Evi.


Nadira hanya tersenyum geli melihat perdebatan kedua temannya, dia bagai melihat dirinya dan Naufal kalau sudah berdebat yah tidak bisa berhenti selalu saja ada yang melanjutkan.


"Sar minta minuman dinginnya dong, lidahku masih terasa pedas habis makan bakwan pakai cabe" Evi yang kepedasan meminta air kepada Sarah.


karna Sarah masih kesal kepada Evi jadi dia tidak mau memberi Evi.


"Ogah ah, aku juga makan bakwan pake cabe, nanti aku kepedasan juga airnya kamu habisin lagi".


"Ini Vi minum minumanku aja, insyaallah aku gak punya Bakteri atau Virus atau penyakit menular lainnya" Nadira menyodorkan minumannya kepada Evi.


"Terima Kasih Nadira yang baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong" Evi berterima kasih kepada Nadira karena dia sangat ingin minum untuk menghilangkan rasa pedas di lidahnya.

__ADS_1


"Makanya kalau makan dan minum itu, inget-inget dong Vi!" Protes Sarah.


"Iya, iya Sarah sahabatku yang manis, sholihah lagi pemaaf"... "hahaha" Mereka tertawa bersama sambil menikmati bentuk tanggung jawab Reza uang dia berikan untuk Nadira, Sarah dan Evi yang sudah terganggu waktu istirahatnya.


__ADS_2