Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Sakit Pak Heru


__ADS_3

Keesokan harinya, Nadira dan Naufal mengajar Reihan mengaji, sebelum mulai mereka disuguhi minuman dan cemilan, begitupun setelah selesai mereka mendapat minum dan makan.


Sungguh setelah berkenalan dengan Reihan banyak rezeki yang mereka terima, bahkan terkadang mereka membawa makanan untuk di bawa pulang.


Pada hari minggu mereka tetap melakukan piknik di taman dekat pasar, selagi Pak Heru dan Buk Rita berjualan mereka di taman, Karna Naufal dam Reihan sama-sama kelas 1 SMA jadi pelajaran mereka sama dan mereka jadinya belajar bersama, saat mereka tidak mengerti maka Nadira akan membantu menjelaskan kepada mereka.


"Fal bisa gak yah aku sekolahnya sama kamu aja, misala aku daftar di sekolah kamu, di sana menerima gak yah siswa seperti aku?" Tanya Reihan tiba-tiba.


Setelah berteman dengan Reihan, sungguh banyak perubahan pada Reihan, dia yang sering murung dan mengurung diri perlahan kembali kepada dirinya saat sebelum kecelakaan itu.


Dan sekarang dia ingin sekolah seperti Naufal.


"Hem, mungkin mau aja Rei, coba nanti besok senin aku tanya sama guru disana?". Jawab Naufal yang senang karna Reihan punya keinginan untuk sekolah dan bersosialisasi lagi.


Keesokan harinya saat mengaji, Reihan bertanya lagi kepada Naufal


"Bagaimana Fal? sudah kamu tanyakan?"


"Sudah Rei, boleh, tapi nanti saat semester kedua baru boleh masuk!" Jawab Naufal.


Keesokan harinya Mama Reihan membuat masakan yang enak untuk mengajak Nadira dan Naufal makan, karna dia sangat senang Reihan mau pergi ke sekolah lagi, walaupun sekolahnya terletak di pinggiran kota atau lebih tepatnya di kampung, yang terpenting bagi Mama Reihan, Reihan sudah mau bergaul dengan orang lain.


"Wah Mama ini masakannya enak-enak" Seru Reihan saat melihat hidangan di meja makan.


"Iya Nak, ini sebagai tanda syukur Mama karna kamu mau pergi ke sekolah lagi" Jawab Mama Reihan.


"Terima Kasih yah Nadira, Naufal, sudah memberikan semangat lagi kepada Reihan". Lanjut Mama Reihan.


"Alhamdulillah Tante, semua karna Allah yang maha membolak-balikkan hati" Jawab Nadira.


Saat pulang Nadira dan Naufal membawa semua makanan yang tadi di sediakan oleh Mama Reihan, tapi karna makanannya banyak, Buk Rita membagi-bagikab kepada tetangganya dan menyisakan secukupnya untuk mereka.


Hari berlalu dengan cepat, Nadira, Evi dan Sarah juga sudah melaksanakan Ujian Akhir Semester.


"Bakalan kangen kalian deh, kita liburnya selama 2 bulan, jadi lama deh gak ketemu" Ucap Evi saat mereka melaksanakan ujian hari terakhir.


"Yah udah liburan di sini aja Vi, jadi hak kangen sama aku" Jawab Nadira.

__ADS_1


"Kalau ada kegiatan sih, aku mau aja. Di rumah paling aku di dapur aja, malas banget tau" Curhat Evi.


"Ih Evi mumpung liburan kali, bisa membantu orang tua di rumah, ntar lulus kuliah ada yang melamar terus nikah, dah gak bisa lagi bantuin orang tua, jadi selagi ada waktu manfaatkan aja". Nasihat Sarah.


Sedang Nadira hanya tersenyum mendengar ucapan Evi dan Sarah.


"Ya udah liburan ini kita manfaatkan untuk bekerja di rumah membantu orang tua kita, nanti liburan semester depan kita berdoa semoga di beri kegiatan yang bermanfaat untuk kita" Ucap Nadira yang diaminkan oleh Sarah dan Evi.


Setelah itu mereka berpisah, Nadira langsung pulang ke rumahnya, Sarah dan Evi juga pulang ke kosan mereka, untuk bersiap-siap pulang ke rumah mereka.


Sebenarnya Nadira juga bingung mau melakukan apa saat liburan nanti, karna dua bulan adalah waktu yang cukup lama tanpa kegiatan.


Saat hari Minggu seperti biasa dia di taman bersama Naufal, tapi Reihan tidak datang karna keluarga mereka pergi berlibur.


Dia sedang membaca buku, ketika handphonenya berbunyi, dia terkejut dan berfikir siapa yang menelpon karna hpnya selama ini tidak pernah ada yang menelpon kecuali Evi dan Sarah.


Dia melihat dari nomor yang tidak dikenal, lalu dia segera menekan tombol hijau.


"Halo" Suara di seberang sana terdengar khawatir.


"Iya" Jawab Nadira yang masih bingung.


"Iya, saya anaknya, ada apa Pak?" Tanya Nadira yang merasakan perasaan yang tidak enak karna orang tersebut menyebutkan nama Pak Heru dengan nada khawatir.


"Pak Heru sedang kesakitan di tempat dia mengangkut barang, bisakah kalian segera ke sini?" Orang tersebut memberi tahu Nadira.


"Astaghfirullah, baik Pak kami segera ke sana". Jawab Nadira.


Dia segera membereskan buku-bukunya dan memberitahukan kepada Naufal tentang telpon tadi.


"Emang Bapak sakit apa Kak?" Tanya Naufal sambil membantu Nadira berberes.


"Kakak juga gak tahu, Dek, orang tadi cuma bilang Bapak lagi kesakitan. Ayo kita kasih tahu ibu sekalian menuju ke tempat bapak!" Ajak Nadira.


Mereka berjalan tergesa-gesa dan saat melewati lapak Mbah Wati mereka mampir dan memberi tahu Buk Rita, Buk Rita meminta izin kepada Mbah Wati lalu pergi bersama Nadira dan Naufal ke tempat Pak Heru.


Saat datang mereka melihat Pak Heru terduduk di bawah pohon biasa dia beristirahat sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"Pak" Ucap merek berbarengan melihat Pak Heru yang kesakitan.


Pak Heru menoleh ke arah mereka tanpa mengucapkan sepatah kata, karna dia menahan rasa sakit di perutnya.


"Kita ke puskesmas saja yah Pak" ajak Buk Rita.


Pak Heru hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Saat Naufal dan Buk Rita membantu Pak Heru berdiri, Pak Heru merasakan sakitnya bertambah.


"Maaf Bapak tidak kuat berjalan rasanya sakit sekali" Pak Heru memberi tahu mereka.


"Terus gimana Pak?" Tanya Buk Rita.


"Naufal kamu jaga di jalan kalau ada angkot kamu stopkan , biar kita bawa Bapak pakai angkot saja!" Perintah Buk Rita.


Tanpa berkat Naufal menunggu di jalan, tidak berapa lama ada angkot yang lewat, Naufal segera menyetopnya, lalu segera membantu Pak Heru ke angkot


"Bapak tahan dulu, kita berjalan sebentar yah!" Ucap Buk Rita.


Buk Rita dan Naufal meletakkan tangan Pak Heru di bahu mereka untuk membantu Pak Heru berjalan.


Pak Heru hanya memejamkan matanya untuk menahan rasa sakitnya.


Nadira hanya membuntuti dari belakang karna dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Butuh waktu setengah jam untuk sampai ke puskesmas terdekat, dan jalan yang mereka lalui juga tidak terlalu bagus, saat ada lobang dan mobilnya terantuk Pak Heru merasakan sakitnya bertambah, ingin rasa dia berteriak, tapi dia hanya menahannya dengan memejamkan matanya.


Sampai di puskesmas mereka turun, Buk Rita menyuruh Nadira mengambil uang di saku Buk Rita untuk membayar ongkosnya.


Tetapi saat sampai di Puskesmas, puskesmas nya tutup, hanya UGD yang buka, mereka lalu masuk ke UGD, namun hanya ada petugas piket.


"Maaf Buk, Ini kenapa?" tanya petugasnya.


"Gak Tahu Buk, tadi saat bekerja , tiba-tiba kami di telpon kalau Bapak Sakit" Jawab Buk Rita.


"Aduh gimana yah Buk?, karna ini hari minggu dokternya pada libur, besok baru datang bekerja" Jawab petugas tersebut.

__ADS_1


Buk Rita, Nadira dan Naufal hanya saling lihat, karna bingung harus berbuat apa.


__ADS_2