
Baru beberapa langkah Naufal berjalan, Nabil memanggilnya, "Naufal tunggu sebentar!"
Naufal menoleh. "Iya kak" Sahutnya.
Nabil meminta kantong plastik yang di tangan Reihan dan memberikannya kepada Naufal. "Ini Dek, tadi kak Nabil beli lebih, jadi kamu bawa aja!" Nabil memberikan sebungkus air kelapa muda untuk Naufal.
"Gak usah Kak" tolak Naufal.
"Enggak apa-apa bawa aja untukmu tapi bagi sama kakakmu yah, barangkali dia butuh penambah ion tubuh, untuk menghilangkan dehidrasi nya habis menangis." Tawar Nabil yang melihat Naufal sungkan.
"Iya Fal, bawa aja, kita kan teman, anggap aja itu pemberian dari temanmu ini". Reihan ikut membujuk Naufal.
"Baiklah, kalau begitu aku terima, Terima kasih yah Kak Nabil, Reihan" Naufal berkata sambil melihat ke arah Nabil dan Reihan satu persatu.
"Naufal pamit lagi nih, hehe" Naufal berkata sambil tertawa karna dia tadi sudah pamit.
"Assalamualaikum" Naufal mengucap Salam.
"Waalaikum salam" Jawab Nabil dan Reihan bersamaan.
Naufal berjalan agak cepat ke arah Nadira, dia melupakan kakaknya, karna dia asyik mengobrol dengan Reihan tadi.
Ternyata Nadira masih duduk di tempat tadi dia menangis.
"Hai Kak Dira, sudah selesai?" Safa Naufal yang melihat Nadira duduk dengan tidak tenang.
"Apanya?" Jawab Nadira jutek. "Harusnya Kakak yang bertanya, Kamu sudah selesai apa belum?"
"Hehe" Naufal menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karna dia tahu, dia sudah lama meninggalkan Nadira sendirian.
"Maaf Kak, asyik ngobrol sama Reihan, jadi lupa waktu". Jawab Naufal jujur.
"Jadi anak yang di kursi Roda tadi namanya Reihan?" Tanya Nadira.
"Iya." Jawab Naufal
"Yuk kita pulang Dek, mataharinya sudah mulai terik, kalau tambah siang nanti tambah panas". Nadira mengajak Naufal pulang, dia tidak bertanya lagi tentang Reihan karna Nadira tidak suka mengurus urusan orang lain.
"Yuk Kak". Naufal Setuju.
"Kak Dira haus gak?" tanya Naufal sebelum mereka beranjak.
"Lumayan, kayaknya kakak agak dehidrasi habis menangis, tapi kita gak punya botol minum karna uda kita tinggal sama bapak dan Ibu, makanya kita cepet pulang aja biar bisa minum." Nadira berkata sambil beranjak.
__ADS_1
"Tunggu Kak, kita minum ini aja dulu!" Naufal berkata sambil mengangkat plastik yang berisi air kelapa muda.
"Itu apa Dek?" Tanya Nadira yang tidak tahu.
"Air kelapa muda, bagus untuk memulihkan ion tubuh dengan cepat".Jawab Naufal.
"Kamu dapat dari mana Dek?" Tanya Nadira Lagi.
"Dari Reihan sama kakaknya, katanya untuk kakak juga untuk mengurangi dehidrasi habis menangis." Jawab Naufal cengengesan.
"Ih masa sih kak, aku bohong?, Emang uda berapa kali aku bohongi kakak?" Jawab Naufal yang merasa Nadira tidak mempercayainya.
"Sebentar yah kakak hitung dulu!" Jawab Nadira sambil menghitung.
"Ih Kakak mau gak nih?, Kalau enggak aku habisin aja sendiri". Jawab Naufal kesal.
"Hahaha, mau dong Dek!" Pinta Nadira.
"Ini Kak, kakak minumlah dulu!" Naufal menyodorkan plastik yang sudah dibukanya untuk Nadira.
Nadira menerimanya dengan senang hati, karna dia memang merasa haus sehabis menangis. Setelah tiga tegukan dia memberikannya kepada Naufal.
"Ini Dek, kakak uda selesai!" dia memberikan sisanya kepada Naufal.
"Udah Dek, dibawa pulang aja sisanya, kalau banyak minum nanti kita susah jalannya". Saran Nadira.
Naufal pun mengikat lagi air kelapa mudanya, dan membawa pulang seperti saran Nadira.
Mereka berjalan dengan santai karna tidak ada yang perlu mereka kerjakan di rumah.
Sesampainya di rumah, Nadira meminta air kelapa muda yang di bawa Naufal, dia membuka ikatannya dan meletakkannya di dalam teko dan diletakkannya di dapur, nanti setelah Pak Heru dan Buk Rita pulang dia akan membeli es batu, untuk mereka minum bersama-sama.
Setelah beristirahat sebentar Nadira mulai memasak untuk makan siang mereka.
Jam 13.00 Pak Heru dan Buk Rita sudah pulang, mereka menuruti saran Nadira untuk naik angkot jadi perjalanan pulang hanya lebih kurang 20 menit.
Mereka pulang dengan wajah sumringah, karna hari ini mereka dapat membawa uang lebih banyak dari minggu kemarin, dan juga Buk Rita mendapat sayur seperti kemarin, jadi untuk lauk beberapa hari ke depan mereka tidak perlu membeli.
"Nadira mengambil uang 10.000 yang diberi buk Rita minggu kemarin dan meminta tolong kepada Naufal untuk membeli es batu.
"Dek tolong beli es batu di warung depan yah?"
"Untuk apa kak?" Tanya Naufal.
__ADS_1
"Untuk mengepel lantai" Jawab Nadira asal.
"Memang lantainya terbuat dari api yah kak, harus di pel pakai es batu?" Jawab Naufal lebih asal lagi dari Nadira.
"Aduh Dek, Nanti lagi deh debatnya, sekarang tolong beli es batu dulu biar kita bisa minum es kelapa muda". Nadira mulai kesal.
Mendengar es kelapa muda,Naufal segera beranjak dan mengambil uang dari tangan Nadira "Sekalian susu kental manis juga yah Kak" Pinta Naufal dengan wajah memelas.
Walaupun sebenarnya Nadira ingin berhemat tapi dia tidak tega mendengar permintaan adiknya yang seperti itu."
"Iya Dek, tapi Dua aja yah!" Jawab Nadira.
"Siap Kak!" Jawab Naufal yang segera pergi ke warung.
Selesai Pak Heru dan Buk Rita sholat dzuhur, Nadira menyiapkan makan siang dan menghidangkan es kelapa muda yang sudah ditambah susu.
"Eh ada es?, Es apa itu?" tanya Buk Rita yang memegang teko yang dingin.
"Es kelapa muda Buk!, Naufal dikasih sama temannya di taman dekat pasar tadi". Jawab Nadira.
"Iya buk baru kenal tadi, namanya Reihan, kasihan Buk, dia memakai kursi roda, wajahnya terlihat sendu, jadi Naufal ajak kenalan aja, mungkin dia butuh teman, karna tadi hanya sendirian di taman". Sambung Naufal.
"Oh bagus itu, berarti adek punya rasa empati kepada sesama, tapi hati-hati yah Dek kalau berbicara sama orang yang istimewa seperti dia, biasanya perasaannya lebih sensitif!" Nasihat Buk Rita yang mendengar cerita Naufal.
"Ya sudah ayo kita makan!" Ajak Pak Heru.
Mereka menikmati makan siang itu dengan suka cita dan rasa syukur atas nikmat yang mereka dapatkan.
Minggu depannya Pak Heru dan Buk Rita akan pergi ke pasar seperti biasa, saat sarapan sebelum berangkat, Pak Heru bertanya kepada anak-anaknya.
"Kalian mau ikut ke pasar lagi?" tanya Pak Heru
Naufal dan Nadira saling pandang.
"Aku mau ikut Pak, aku mau ketemu Reihan" Jawab Naufal yang sudah berjanji kepada Reihan minggu lalu.
"Kamu Ra?" Pak heru bertanya kepada Nadira.
"Sebenarnya Nadira malas Pak, enakan di rumah bisa istirahat, disana juga gak ada kerjaan, tapi gak enak di rumah sendirian, jadi Nadira ikut adek aja, kita di taman kayak kemaren tapi hari ini kita bawa bekal, bawa minum jadi kayak piknik, hehe" Nadira tertawa.
"Hahaha iya, lumayanlah piknik gratisan" Sambung Naufal.
Mereka tertawa. Setelah membereskan sisa makanan mereka memasukkan singkong rebus seperti biasa, walaupun mereka sudah ada rambahan penghasilan selain mengajar tetapi mereka tetap berhemat makan secukupnya dan seadanya asalkan bisa menegakkan punggung karna mereka tidak tahu apakah yang akan terjadi di masa mendatang.
__ADS_1