Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Kak Risma


__ADS_3

Evi keluar dan mengambil air wudhu, tak lama setelahnya terdengar suara adzan, Nadira terpana mendengar suara yang begitu merdu melantunkan adzan, dengan nada yang hampir sama dengan nada Naufal, lantunan adzan Syaikh Misyaari Rasyid.


Nadira memejamkan matanya dan menghayati lantunan adzan yang berkumandang, sambil tidak lupa untuk menjawab suara adzan tersebut,


"Alla...hu akbarullaaahu akbar"


"allahu akbar" Nadira menjawab


"allaahu akbarulla.....hu akbar"


"Allahu akbar" Jawab Nadira


Sampai lantunan terakhir Nadira masih memejamkan matanya dan merasakan kedamaian di dalam hatinya.


Setelah itu Nadira membaca doa setelah adzan lalu dia berdiri untuk melaksanakan sholat sunnah sebelum dzuhur.


Selesai sholat sunnah Nadira melihat ke sekelilingnya, mencari Evi." Kok Evi belum balik yah, kenapa ambil wudhunya lama banget, apa langsung pulang, tapi tasnya masih ada di sini, tak lama setelah itu terdengar suara iqomah menandakan sholat jamaah yang akan segera dimulai.


Nadira berdiri dan mendekat ke arah jamaah yang lain, karna kalau sholat berjamaah tidak boleh ada jarak antara makmum yang satu dan makmum yang lainnya, selain itu juga sunnah untuk memindahkan sedikit tempat sholat sunnah dan sholat wajib, makanya tadi Nadira sholat sunnahnya agak ke sudut, jadi saat sholat wajib Nadira bergerak ke arah para jamaah.


Selesai sholat Nadira melihat Evi sedang melaksanakan sholat "ternyata si Evi masbuq (ketinggalan sholat berjamaah)" pikir Nadira dalam hatinya.


Nadira mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a dan terdengar suara yang merdu tadi lagi membaca doa, Nadira pun memejamkan matanya menghayati bacaan do'a tersebut dan mengaminkannya.


Nadira begitu penasaran dengan orang yang melantunkan adzan dan membaca do'a tersebut, namun dia tidak berani untuk melihat ataupun bertanya. "Masyaallah ternyata di kampus ini juga ada orang yanh bisa adzan dan membaca doa dengan merdu, ingin rasa mengenal orang sholeh tersebut" Pikir Nadira. Kemudian dia beristighfar karna tidak seharusnya dia memikirkan seorang lelaki, meskipun itu lelaki yang sholeh.


Yah begitulah Nadira jangankan seorang pacar, teman lelaki pun Nadira tidak punya, paling dengan teman sekelasnya Nadira hanya berbicara hal yang memang mendesak.


Saat mereka selesai membereskan mukenah, dan keadaan mushollah sudah mulai sepi, seorang mahasiswi cewek membuka tirai pembatas jamaah laki-laki dan jamaah perempuan.


Di tengah2 terlihat mahasiswi tersebut tidak bisa mendorongnya, karna ada yang tersangkut, lalu Nadira langsung bergegas melepaskan tirai yang tersangkut.


"Terima kasih mba!" Ucap mahasiswi tesebut kepada Nadira sambil tersenyum


"Sama-Sama" Jawab Nadira dengan tersenyum pula.

__ADS_1


"Maaf mba, ada acara apa di mushollah ini, bisanya tidak pernah di buka tirai pembatasnya?" tanya Nadira yang merasa heran.


"Oh Adek mahasiswi baru yah?" tanya mahasiswi itu.


"Iya kak, baru semester satu"Jawab Nadira.


"Memang di Kampus kita LDK mengadakan pengajian setiap 1 bulan sekali, jika kamu tidak lagi ada mata kuliah boleh hadir, karna ini terbuka untuk umum."


"Maaf kak, LDK itu apa yah kak?" tanya Nadira karna dia memang belum tahu kegiatan yang ada di kampus.


"LDK itu singkatan Lembaga Dakwah Kampus, kakak salah satu anggotanya."


"Oh, tapi bulan kemarin tidak ada pengajian kak?"


"emmm" mahasiswi itu tampak berfikir. " oh iya dek, kakak lupa bulan kemarin kan waktunya berdekatan sama ospek, jadi kami masih sibuk membantu kegiatan ospek, baru bulan ini lah di mulai kegiatannya. "


" Oh iya, kenalin dulu, Risma, panggil aja Kak Risma."


"Saya Nadira kak!" Nadira juga mengenalkan dirinya.


"Tidak usah terlalu formal dek, anggap aja kita teman biasa". Ucap Risma kepada Nadira, karna dia merasa lucu dengan Nadira yang bersifat formal kepadanya.


"Masalah keagamaan aja dek, kalau penasaran dan lagi gak ada kegiatan, ikut aja dek sekalian menambah wawasan keagamaan kita, selain itu kita niatkan aja ibadah menuntut ilmu agama." Saran Risma kepada Nadira.


"Wah kayaknya menarik Kak, sebenarnya saya ingin ikut kak, tapi saya mau makan siang dulu, terus mau nanyain temen saya mau ikut juga atau enggak, selain itu biasanya kami jam segini masih ada mata kuliah" Jawab Nadira dengan rasa menyesal.


"Tidak apa-apa dek, jadwalnya dimulai pukul dua siang, ini kami mau rapat anggota dulu makanya tirainya dibuka, kalau pengajian akan dimulai biasanya tirai di tutup lagi".


"Terima kasih kak infonya, Insyaallah Nadira ingin ikut pengajian hari ini" Nadira menjawab dengan antusias karna dia memang suka mendengar acara pengajian, dulu saja pada saat Madrasah Aliyah dia ikut menjadi anggota Rohis, jadi pada saat dia tahu ada organisasi keagamaan seperti ini dia sangat antusias untuk mengikutinya.


"Saya permisi dulu kak, mau makan siang dulu!" Nadira pamit kepada Risma.


"Oh ya silahkan Dek! Kalau ada teman sekalian di ajak aja dek, karna kan barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sama seperti orang yang mengerjakannya!" Risma berucap dengan tersenyum ramah kepada Nadira.


"Insyaallah Kak!, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarakatuh" Jawab Risma.


Nadira keluar mencari Evi, karna dia tidak menemukannya di dalam mushollah, dia melihat Evi yang duduk lemas bersandar ke dinding mushollah.


"Loh Vi, kok lemas begitu?" tanya Nadira


"Aku capek Ra habis BAB, kakiku kesemutan karna kelamaan jongkok" Evi berbicara tanpa menyaring lagi ucapannya.


"Hush Evi, banyak orang nih, malu ah bicara urusan itu, di dengar banyak orang tau" Ucap Nadira yang merasa tidak enak mendengar ucapan Evi.


Evi hanya nyengir dan menggaruk kepalanya.


"Mau aku bantu mengurangi kesemutannya?" tawar Nadira kepada Evi.


"Emang kamu bisa Ra?


"Gak tahu juga, cuma kalau lamu mau, coba aja dulu, kata ibuku kalau kesemutan dipijit-pijit aja jari jempol kaki, biar sedikit mereda"


"Ih janganlah Ra, gak enak lah kamu pegang-pegang jempol kaki aku?


"Gak Enak kenapa Vi?"


"yah masak kamu, pegang jempol kaki, kan kotor Ra!"


"Emang tadi kamu injak pup kamu pakai kaki apa?"


"Ih enggaklah Ra, Aku ini masih waras, masak injak-injak pup sih!"


"Nah makanya sini, gak apa-apa aku pijitin biar berkurang!"


" Ya udah kalau kamu memaksa" Ucap Evi seperti terpaksa tapi dia memang sebenarnya ingin di pijit agar kesemutan di kakinya berkurang, dia hanya tidak enak dengan Nadira.


"Ayok sini luruskan kakinya! Perintah Nadira.


Evi lalu meluruskan kakinya "Aw" Evi mengaduh. "ais kalau kesemutan gini, digerakkan sedikit aja gak enak rasanya.

__ADS_1


Nadira mulai memijat-mijat jempol kaki Evi, untuk sebagian orang mungkin memegang jempol kaki orang lain akan merasa jijik, tapi tidak dengan Nadira, selagi bersih dan dapat membantu orang lain, maka dia akan senang hati melakukannya.


Biasanya kalau dia kesemutan maka Buk Rita akan melakukan hal yang sama kepada Nadira, dan memang bagi Nadira hal itu akan sedikit mengurangi rasa kesemutan sampai hilang dengan sendirinya.


__ADS_2