Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Nadira mempercepat langkahnya melihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnya, dia khawatir bapaknya yang masih dalam masa pemulihan harus menyambut tamu sendirian.


"Assalamualaikum" Nadira mengucap salam ketika sudah sampai ke depan pintu.


"Waalaikum salam" Jawab para tamu yang tidak lain adalah Papa Sarah, Mama Sarah, Sarah dan Evi.


"Masyaallah Sarah, Evi" Nadira terkejut sekaligus senang karna kedua sahabat baiknya datang ke rumahnya.


"Hai Ra" Sapa Evi sambil melambaikan tangannya dan menampakkan giginya.


Nadira langsung masuk dan memeluk Evi dan Sarah.


"Terima kasih sudah datang, kangen kalian!" Ucap Nadira.


"Sama-sama Ra" Jawab Sarah dan Evi bersamaan.


"Ehem". Mama Sarah berdehem membuat mereka mengurai pelukan mereka.


"hehehe, apa kabar Ma, Pa?" Nadira menyalami Mama Sarah dan Papa Sarah bergantian.


"Alhamdulillah kita sehat Nak." Jawab Mama Sarah.


"Ra buatkan minum untuk tamu kita, masa orang datang jauh-jauh tidak dibuatkan apa-apa!" Perintah Pak Heru.


"Hehehe iya Pak!" Nadira langsung beranjak, dia terlalu senang melihat Sarah dan Evi jadi dia lupa untuk mengambilkan minum untuk tamunya.


Nadira membuatkan teh dan menghidangkan keripik singkong buatannya.


Selagi Papa, Mama Sarah dan Pak Heru mengobrol, Nadira, Sarah dan Evi juga mengobrol.


"Sarah, Evi, terima kasih yah bantuan kalian sama kak Farhan, kak Reza dan Kak Sam kemarin, sungguh berguna, kalau gak ada uang itu mungkin kami gak bisa menebus obat buat Bapak". Ucap Nadira pertama-tama.

__ADS_1


"Aduh Ra, biasa Aja, itulah fungsinya teman, terkadang aku suka merasa gal dianggap teman sama kamu, soalnya kamu jarang memberi tahu kesulitan kamu sama aku" Ucap Evi pura-pura merajuk.


"Hehehe gak begitu juga kali Vi, kalian memang sahabat yang paling perhatian sama aki, sebenarnya aku kemarin mau meminta bantuan kalian, tapi karna kalian sangat perhatian sama aku, sebelum aku meminta bantuan kalian sudah memberikannya terlebih dahulu, sekali lagi terima kasih yah Vi, Sar!" Ucap Nadira sambil memegang tangan kedua sahabat baiknya itu.


"Tapi Ra, yang mengajak kita bantu kamu itu, sebenarnya Kak Farhan, kalau Kak Farhan gak kasih kita kabar, kita gak tahu kalau kamu lagi butuh bantuan!" Jelas Sarah.


"Kak Farhan?" Tanya Nadira bingung.


"Iya, jadi pas hari selasa atau rabu itu, Kak Farhan nelpon kita semua termasuk Kak Reza, Sama Kak Sam, dia bilang kalau Pak Heru sudah bisa pulang tapi terkendala biaya perawatan, makanya dia ngajakin kita buat bantu-bantu sebisa kita gitu!" Jelas Evi.


"Iya, terus kita transfer deh ke rekeningnya Kak Farhan, tapi maaf yah Ra, kalau jumlahnya gak seberapa!" Lanjut Sarah.


"Masyaallah terima kasih sekali lagi yah, uangnya itu berjumlah Dua juta lima Ratus Ribu Rupiah, kemarin kami pakai untuk menebus obat Bapak, rencananya sisanya untuk nanti biaya kontrol Bapak sekitar satu minggu lagi". Nadira menyebutkan jumlah uang yang diberikan Farhan.


"Alhamdulillah Ra, kami senang kalau bantuan kami bermanfaat" Ucap Sarah sambil menggenggam tangan Nadira.


"Dan Ra, lain kali jangan sungkan yah sama kita, masa kita tahunya dari Kak Farhan kalau kamu butuh sesuatu, kita kan jadi gak enak, seolah-olah kita gak perhatian sama kamu!" Omel Evi.


Nadira menceritakan mulai dari pertemuannya dengan Kakek Suryo sampai dia dan Farhan sama-sama terkejut, dan sampai terkahir Farhan membawa mobil untuk mengantar mereka pulang.


"Wah benar-benar baik yah Kak Farhan, atau mungkinkah Kak Farhan ada sesuatu sama kamu Ra?" Tebak Evi.


"Sesuatu gimana Vi?" Tanya Nadira tidak mengerti.


"Yah sesuatu yang ada di hatiku, sesuatu yang di banakmu sesuatu...." Evi menjawab sambil bernyanyi ala artis sy*hrini.


Evi lupa kalau mereka masih satu ruangan dengan Papa Sarah, Mama Sarah dan Pak Heru, dan tanpa dia sadari, mereka semua menoleh ke arah Evi yang bernyanyi.


"Hehehe, Maaf Ma, Pa, Pak!" Evi meminta maaf karna sudah menganggu obrolan mereka dengan suaranya yang cempreng.


"Enggak apa-apa Vi, suara kamu bagus kok, tapi lebih bagus lagi kalau enggak nyanyi, hehehe" Ucap Mama Sarah sambil tertawa.

__ADS_1


Dan semua orang ikut tertawa mendengar ucapan Mama Sarah.


"Jangan marah yah Vi, Mama bercanda aja!" Ucap Mama Sarah.


"Santai ma" Jawab Evi. sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Mereka terus mengobrol kesana kemari, sambil membungkus keripik singkong sesuai rencananya.


Tidak lama Papa dan Mama Sarah mengajak Sarah dan Evi pulang, karna mereka masih ada urusan, mereka menyempatkan ke sana begitu mendengar kabar Pak Heru masuk rumah sakit.


"Kami permisi dulu yah Heru!, Ingat kalau butuh sesuatu, jangan sungkan beritahu kami, kalau bisa insyaallah kami akan membantu dengan senang hati!" Ucap Pak Anton Kepada Pak Heru.


"Terima Kasih Mas, sebenarnya saya masih meras tidak enak karna menolak tawaran Mas Anton Waktu itu, Mas Anton sudah begitu baik, namun saya menolak kebaikan Mas Anton?" Pak Heru meminta maaf karna dia masih merasa bersalah dengan penolakannya dahulu.


"Sudahlah Her, yang lalu biarlah berlalu, Insyaallah saya tidak merasa sakit hati ataupun kecewa, karna sebaik-baik pekerjaan adalah yang sesuai dengan hati nurani, karna jika tidak sesuai, kita akan merasa terpaksa, meskipun mendapat gaji yang besar tapi tidak akan merasa senang dan puas, tapi sebaliknya jika pekerjaan itu sesuai dengan hati nurani, meski gajinya tidak seberapa, maka kita akan mengerjakannya dengan senang dan akan mendapatkan kepuasan batin, Jadi kamu tidak usah merasa tidak enak lagi, karna aku bisa memaklumi alasanmu, aku hanya ingin membantumu saja waktu itu!" Jelas Pak Anton meyakinkan Pak Heru.


"Terima kasih Mas" Ucap Pak Heru lega, dia merasa seperti melepaskan beban yang sudah lama dibawanya mendengar penjelasan Pak Anton barusan.


"Dan Ini mohon di terima yah, semoga bisa sedikit membantu biaya pemulihan kamu!" Pak Anton memberikan amplop kepada Pak Heru.


"Terima Kasih Mas, Mas selalu saja membantu kami disaat kami kesulitan, kami tidak bisa membalasnya kecuali hanya mendoakan semoga Allah senantiasa melindungi dan memberi keselamatan untuk Mas dan keluarga". Jawab Pak Heru dengan mata berkaca-kaca.


"Sama-sama Her, Semua ini dari Allah, kami hanya perantaranya saja, semoga Allah memantapkan hati kita dalam keimanan dan silaturrahmi!" Jawab Pak Anton yang juga terharu.


"aamiin" Jawab semua yang ada di sana.


"Sudah ah, kok jadi serius begini, Kami permisi Yah Her, sampaikan kepada Rita kami gak sempat menunggu dia, karna masih ada urusan, lain kali kami mampir lagi, insyaallah!" Mama Sarah menengahi suasana haru dia antara kedua bapak-bapak tersebut.


"Ini Ma, ada sedikit keripik singkong buatan Nadira, mohon di terima dan di cicip, semoga rasanya sesuai dengan lidah Mama!" Nadira menyerahkan dua kantung keripik singkong untuk Mama Sarah, dan dua kantung untuk Evi sudah diberikannya sebelumnya.


Mereka pun berpamitan dan di antar oleh Nadira ke depan, sedang Pak Heru hanya melihat dari depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2