Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Handphone


__ADS_3

Farhan, Reza dan Sam menemui Evi dan Sarah yang sedang makan di kantin. Evi mengira mereka menemui Evi dan Sarah untuk meminta bantuan seperti biasanya, tapi Reza berkata bukan.


"Terus, kakak-kakak mencari kami ada keperluan apa? Tanya Evi yang sedikit malu karna salah menebak.


"Nadira dimana Dek?" Tanya Reza yang tidak melihat Nadira bersama Sarah dan Evi.


"Itu juga Kak yang menjadi pertanyaan kami". Jawab Evi.


"Maksudnya Dek" tanya Reza yang bingung dengan jawaban Evi.


"Hari ini Nadira gak masuk kuliah Kak, kalau dibilang sakit, semalam kami dari rumahnya tapi dianya baik-baik aja, biasanya Nadira gak mungkin bolos kuliah kalau gak ada sesuatu yang mengharuskan dia gak masuk." Jawab Evi dengan ekspresi bingung.


"Ya ela kalian teman atau apa sih?, masak teman gak masuk gak dicariin, di telpon kek dikirim pesan atau apalah gitu, masak gitu aja kok repot" Seru Sam yang pedasnya sudah hilang.


"Kak Samsudin, yang begitu juga kami gak usah diajarin kali, tapi ini masalahnya kami tidak bisa menghubunginya." Jawab Evi yang kesal dengan jawaban Sam.


"Yah kalau Nomornya gak bisa dihubungi kan bisa telpon bapaknya, ibunya, adiknya, kakaknya, neneknya, kakeknya, masak gitu aja gak bisa mikir!". Jawab Sam dengan cuek.


"Gimana mau menghubungi Nomornya kalau hapenya aja gak punya!" Sarkas Evi.


Sam dan Reza menoleh ke arah Evi, bahkan Farhan yang dari tadi memainkan Handphonenya berhenti dan menatap ke arah Evi juga.


"Maksud kamu Dek, Nadira gak punya hp? Tanya Reza yang penasaran.


"Iya Kak, mereka gak punya satu handphone pun di rumah, baik Bapaknya, ibunya maupun adiknya".


"Ember bocor, kalau bohong itu yang masuk akal dikit kek, masa zaman sekarang masih ada yang gak punya handphone, orang kita terkadang lebih baik tertinggal dompet dari pada tertinggal handphone, masak ada orang yang gak punya handphone". Jawab Sam yang tidak percaya dengan pernyataan Evi.


"Yah ada kak, itu si Nadira dan keluarganya gak punya handphone sama sekali". Sarah ikut berkomentar melihat Sam, Reza dan Farhan seolah tak percaya.


"Ya udah Vi, bentar lagi masuk untuk mata kuliah selanjutnya, kamu masih mau disini atau mau masuk?" Ajak Sarah yang ingin segera masuk kelas, karna melihat jam yang sebentar lagi mulai kuliah.


"Ikut Sar, bareng aja, aku juga mau masuk nih". Jawab Evi yang juga buru-burumau masuk kuliah.


"Maaf Kak, kami masuk kuliah dulu" pamit Sarah dan Evi kepada Farhan, Sam dan Reza.

__ADS_1


Mereka masih terdiam tak percaya dengan penjelasan Evi dan Sarah tentang Nadira.


"Beneran apa yan, zaman sekarang masih ada yang gak punya handphone?" Tanya Sam yang penasaran.


"Emmm, kalau melihat Nadira sih kayaknya mungkin, makanya si Sasa enek banget lihat Nadira karena penampilannya." Jawab Reza yang masih tampak berfikir.


"Iya juga sih, biasanya kan wanita selalu peduli dengan penampilannya, pasti memang Nadira itu tidak mampu sehingga berpenampilan seperti itu, tapi aku heran kok bisa dia kuliah!" Sam mengungkapkan pemikirannya.


"Ya bisa dia mendapatkan beasiswa". Jawab Farhan singkat.


"Kok kamu tahu Han?" Tanya Sam yang curiga. Reza dan Sam menoleh ke arah Farhan menanti jawaban.


Melihat temannya menatapnya dengan tatapan curiga, Farhan melotot dan berkata


"Karna Evi pernah berkata saat Sasa marah-marah dengan Nadira pertama kali" Jawab Farhan cuek.


"Ya ampun kita lupa jadinya, kan tujuan kita mau minta maaf sama Nadira atas perlakuan Sasa kemarin!" Reza berucap sambil menepuk jidatnya, dia baru teringat setelah mendengar Farhan menyebut nama Sasa.


"Gara-gara Kamu sih Sam, kalau uda ketemu Evi gak selesai-selesai jadi lupa tujuan kita!" Omel Reza.


"Hehehe, bener juga kamu Sam". Reza tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka memesan makanan dan melanjutkan obrolan mereka di kantin.


Setelah mengobrol kesana kemari mereka memutuskan ke Mushollah untuk sholat dzuhur setelah itu baru pulang.


Setelah sholat mereka mengendarai motor mereka masing-masing, saat di jalan dekat kampus mereka melihat Sarah dan Evi seperti menunggu angkutan umum.


"Mau kemana Dek?" Tanya Reza yang sudah berhenti di depan Sarah dan Evi.


"Mau ke rumah Nadira kak!" Jawab Evi.


Melihat Reza yang berhenti Sam dan Farhan ikut berhenti.


"Kalian mau ke rumah Nadira pakai apa?" tanya Sam.

__ADS_1


"Yah pakai angkot lah Kak Samsudin, masak pakai unta!" Jawab Evi.


"Yah kali aja kalian lagi nungguin kereta kencana yang membawa cinderella!" Jawab Sam


"Sudah deh kalian ini kalau bertemu gak bisa diam!" Omel Reza yang mulai kesal.


"Kami antar ke rumah Nadira, sekalian kami mau minta maaf atas perilaku Sasa kemarin!" Farhan berkata dengan Nada memaksa.


Evi dan Sarah saling pandang.


"Tapi kami satu motor aja yah kak, gak enak kalau di bonceng cowok!" pinta Sarah yang merasa tidak Enak.


" Ya uda gak apa-apa, Sam kamu ikut Reza, karna cuma kamu yang pakai motor matic!" perintah Farhan.


"Tapi yang bawa si Sarah aja yah, kalau yang bawa si ember bocor ntar ikut bocor semua motorku" Omel Sam yang sebenarnya tidak rela meminjamkan motornya, karna dua takut mereka belum lihai mengendarai sepeda motor.


"Oke Kak, aman!" ucap Sarah yang tersenyum sambil mengangkat jempolnya.


Sam turun dari motornya dan naik di belakang Reza.


Sarah meminta Evi membawakan tasnya dan naik ke atas motor disusul Evi yang duduk di belakangnya.


"Kalian duluan yah, kan kalian yang tahu alamatnya!" Perintah Reza.


Sarah hanya menganggukkan kepalanya dan mulai melajukan motor matic milik Sam.


"Awas yah hati-hati itu motor kesayangan adekku, bisa mampus aku kalau sampai motornya kenapa-napa!" gumam Sam namun masih dapat didengar oleh Reza.


"Memang motor kamu kemana si Sam, kok kmu menggunakan motor adikmu?" Tanya Reza kepada Sam.


"Lagi ingin mengirit bensin Za, kalau pakai motor adekku kan bensin yang isi ibuku, jadi gak motong uang jajanku untuk beli bensin" Sam berkata sambil nyengir yang tentu tidak terlihat oleh Reza, karna Reza fokus menghadap ke depan saat menyetir.


Reza, Sam dan Farhan agak kesal karna Sarah membawa motor dengan sangat pelan, mereka tidak sabaran, bahkan Sam tidak berhenti mengomel di belakang Reza.


"Aduh kalau kayak gini bisa bulan depan kita sampainya, kenapa sih tadi gak ngikut kita aja, kenapa juga pingin bawa motor sendiri, dasar ember bocor." Rutuk Sam yang kesal.

__ADS_1


"Udah deh Sam jangan semakin menambah keruh suasana deh, kita turutin aja dulu ntar pulangnya baru kita bicarakan lagi, kamu menggerutu terus di belakangku itu nanti konsentrasi ku terganggu" Omel Reza yang kesal mendengar rutukan Sam.


__ADS_2