Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Tawaran Farhan


__ADS_3

Setelah satu jam mereka berjalan, mereka sampai di rumah dan langsung disambut oleh Nadira.


"Sini Dek, biar Kakak bawa masuk kantong plastiknya!" Ucap Nadira kepada Naufal, dia tahu pasti tangan Naufal sangat pegal membawa dua kantong plastik yang penuh dengan sayuran.


Sebenarnya Buk Rita ingin membawa satu kantong, tapi Naufal tidak memperbolehkannya karna baginya, tidak ingin melihat kedua orang tuanya kesusahan, selagi dia bisa mengerjakannya, maka dia tidak ingin membebani kedua orang tuanya.


Itulah pendidikan yang selalu ditanamkan oleh Pak Heru kepada Naufal sebagai seorang lelaki.


Nadira langsung memisahkan sayuran yang masih bisa dimasak dan tidak seperti biasanya.


Sayur yang sudah tidak layak masak, dibuangnya di belakang agar menjadi pupuk alami bagi tanah. Yang masih layak masak di letakkan nya di atas nampan, karna jika dibiarkan di dalam plastik sayurnya akan cepat busuk.


"Alhamdulillah Buk, sayurnya masih banyak yang bagus" Nadira memberi tahu Buk Rita setelah dia menyelesaikan pekerjaannya.


"Alhamdulillah jadi kita tidak perlu bingung mencari sayur untuk beberapa hari kedepannya" Jawab Buk Rita.


Nadira menghidangkan makanan untuk Buk Rita dan Naufal, agar mereka bisa segera makan siang, sedang dia dan Pak Heru sudah makan terlebih dahulu.


Setelah ashar, Farhan, Reza dan Sam datang ke rumah Nadira.


Mereka membawa buah-buahan dan roti sebagai buah tangan.


"Bagaimana keadaan Bapak?" Tanya Reza.


"Alhamdulillah sudah baikan Nak!, Terima kasih sudah datang menjenguk bapak!" Jawab Pak Heru.


"Hehehe sebenarnya kami datang selain menjenguk, juga karna pesan Nadira!" Jawab Sam sambil tersenyum.


"Hehehe Iya, Kak, Maaf padahal Nadira cuma mau memberikan ini, tapi kalau mau nunggu masuk kuliah masih lama, Maaf yah Kak, malah merepotkan!" Jawab Nadira.


"Enggak kok Nadira, sebenarnya saya memang pingin keripik buatan kamu, susah mau cari di pasar keripik seperti yang kamu buat!" Jawab Sam.

__ADS_1


"Betul Nadira, ibu sama adekku juga minta beliin lagi keripik itu, lah kak Reza bingung belinya dimana, pernah Kak Reza beli yang ada di jalan, kata mereka kurang enak, beda kayak buatan kamu Nadira!" Sambung Reza yang menceritakan adik dan ibunya yang ingin keripik lagi.


"Ah kakak-kakak ini berlebihan, pasti banyak keripik yang lebih enak dari buatan Nadira!" Jawab Nadira merendah.


"Nadira bagaimana kalau kamu buat aja keripik yang banyak nanti, kita bantu promosi leat sosial media!" Tawar Farhan.


"Nah aku setuju Nadira, jadi kalau adik sama ibuku mau makan keripik kamu, yah tinggal beli aja!" Sambung Reza yang menyetujui ide Farhan.


"Hem gimana yah Kak, kalau membuat sedikit sih masih bisa, tapi kalau banyak takutnya gak mampu akunya!" Jawab Nadira yang belum begitu tertarik.


"Ayoklah Nadira, setuju aja, kamu hitung-hitung aja modalnya berapa setelah itu kamu tentukan harganya berapa!" Sambung Sam yang juga setuju dengan ide Farhan.


"Nanti yah Kak, kalau ada singkongnya, soalnya singkong yang tersisa cuma ada sedikit, selain itu juga kalau menjualnya lewat sosial media kan pembelinya dari banyak tempat, bagaiman untuk mengirimnya Kak!" Nadira masih memikirkan tawaran Farhan.


"Yah Kan nanti ada ekspedisi Nadira, kita tinggal satang ke kantor ekspedisi untuk mengirim!" Sam Menjawab ucapan Nadira.


Nadira memang tidak pernah belanja on line atau mengirim barang, jadi dia tidak pernah tahu cara mengirim barang melalu ekspedisi ataupun lainnya.


"Oke begini aja Nadira, Kamu buat aja sebisanya, atau kalau bisa dikumpul aja dulu, kalau sudah agak banyak baru kita promosikan, kalau udah ada yang beli nanti kita yang bakalan ambil kesini!" Farhan memberikan solusi.


"Ih kamu Sam, kalau mau menolong harusnya dengan ikhlas dong!, Belum apa-apa udah minta bonus!" Ucap Reza yang tidak enak sama Pak Heru, kalau mereka sih sudah biasa dengan tingkah Sam, tapi Pak Heru kan lebih tua, jadi tidak enak kalau bercanda di depan beliau.


"Hehehe, tentu Kak, untuk kakak-kakak bertiga bisa bebas makan keripik sepuasnya!" Ujar Nadira ikut bercanda.


"Hahahah" mereka tertawa termasuk Pak Heru dan Buk Rita yang mendengar ocehan mereka.


Setelah satu jam di sana, dan sudah minum teh dan makan keripik singkong, mereka pamit untuk pulang.


"Nadira, kamu mulailah hitung-hitung modalnya! nanti kalau sudah tahu harganya dan sudah bisa dijual kamu kirim pesan aja sama kita, jadi kita bisa langsung promosi!" Farhan mengulangi lagi tawarannya tadi.


"Insyaallah Kak!" Jawab Nadira.

__ADS_1


"GPL yah Nadira!" Sambung Sam.


Nadira mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sam, karna Nadira bukan anak yang gaul.


Melihat wajah bingung Nadira, Reza menyahut.


"Gak Pake Lama, kepanjangannya Nadira!".


"Hehehe, ini Kak!" Nadira tertawa dan menyerahkan 2 Bungkus keripik singkong untuk Reza, dan 2 keripik singkong untuk Sam.


Mereka pergi setelah mengucapkan salam.


Nadira juga masuk ke dalam rumah, melanjutkan pekerjaannya untuk masak dan membersihkan rumah.


Setelah selesai dia segera mandi, karna harus sholat ke masjid untuk mengajar mengaji, dan baru pulang setelah sholat isya.


Saat belajar bersama Buk Rita mengulangi lagi tawaran Farhan tadi.


"Ra, coba aja dulu kamu hitung-hitung modalnya, kan lumayan, kalau kita jual mentah paling dapat sepuluh ribu, kalau dibuat keripik bisa lebih Nak!" Buk Rita mengungkapkan pemikirannya.


"Modal apa Buk?, Mau jualan?" Tanya Naufal yang memang tidak mendengar percakapan mereka dengan Farhan, Reza dan Sam sore tadi.


"Ini Nak, tadi Farhan menawari Nadira untuk menjual keripik Singkong, nanti mereka mau mempromosikan!" Jelas Buk Rita.


"Oh... boleh Kak itu Nanti Naufal bantu deh, tadi siang kan, Naufal di pasar bertemu Kakek penjual keripik, tapi keripik pisang bukan keripik singkong, lumayanlah kakek itu dapat uang Seratus ribu dalam sehari". Cerita Naufal tentang Kakek yang dia tolong di pasar tadi siang.


"Wah keren Dek, memang berapa banyak yang dijual?" Tanya Nadira.


"Kalau banyaknya sih Naufal tidak begitu tahu sih Kak, tapi keripiknya ada tiga macam, ada yang harga dua Ribu, Lima Ribu dan Sepuluh Ribu, semakin besar harganya semakin banyak isinya!" Lanjut Naufal.


"Tapi kalau melalui sosial media biasanya, ukurannya perkilo Kak, karna dia kan berhubung dengan ongkos kirim, paling nanti ukurannya mulai dari seperempat kilo, setengah kilo dan satu kilo, jadi pas pengiriman tidak lagi bingung di ongkos kirim!" Naufal masih mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.

__ADS_1


"Hem boleh deh, Besok pulang dari sekolah, kakak akan bikin keripik singkong dari sekilo singkong, kira-kira bisa dapat berapa kilo dari singkong sekilo itu". Jawab Nadira yang akhirnya mau mencoba.


"Oke, Besok insyaallah Naufal bantu Kak!" Jawab Naufal semangat.


__ADS_2